PERFILMAN TANAH AIR 1 6

Selasa, 7 Feb '12 19:15

FIKSI

'Semua ini tuh berakhir dengan klise mi! Seorang cowok yang udah menjalin hubungan terlibat dengan wanita lain yang....'

'apa? SIKOPAT!'

Sepenggalan kalimat Dengan tatanan musik yang unik dan lucu, film bergenre thriller psikologi ini mampu membuat kita melotot menyaksikan serentetan kejadian yang dilakukan oleh Alisha (Lady Cherryl) disebuah rumah susun demi mengejar laki-laki yang dia sukai Bari (Doni Alamsyah).

Alisha yang kabur dari rumahnya dan menyamar sebagai Mia untuk mendekati Bari yang telah memiliki kekasih,  Renta (Kinaryosih) nekat melakukan serentetan kejadian yang berakhir dengan kematian di Rumah Susun tersebut. Bari yang memberikan naskah cerita yang sedang dia buat berjudul 'Fiksi' yang diilhami dari para para penghuni rumah susun ini tidak pernah bisa menyelesaikan ceritanya karena menurut dia, cerita itu tidak dapat selesai karena para tokoh yang dia buat masih hidup. Alisha yang kemudian membaca cerita buatan Bari ini mulai menyelesaikan satu persatu cerita di naskah 'Fiksi' itu. Alisha seperti sebuah parasit, bukan pembunuh namun merugikan orang lain. Dengan sedikit celah dia membuat sebuah rentetan kematian yang sebenarnya disebabkan oleh dia namun dilakukan oleh orang lain. Alisha seperti bayang-bayang, demi mendapatkan hati Bari dia melakukan hal itu semua.

'semua ini ada tujuannya....', ucap Alisha di penghujung akhir cerita.

Lady Cherryl benar-benar memankan tokoh Alisha ini dengan cerdas dan indah. Tanpa ekspresi dan tanpa penekanan di setiap kata-katanya. Tidak ada yang berlebihan di film ini. Seperti bermatamorfosis bisa dibilang, semua mengalir dengan cepat namun tepat seperti menaiki ke sembilan lantai di rumah susun tersebut dengan berlari namun selamat sampai akhir.

Mouly Surya seharusnya berbangga hati telah membuat film ini. Mengingatkan kita bahwa masih ada sineas-sineas yang bermutu di Tanah Air kita. Mouly Surya telah berhasil membuat film ini menjadi sebuah kupu-kupu yang indah namun jangan salah, Mouly Surya juga telah berhasil membuat sebuah kupu-kupu yang bisa menebarkan bercak darah di setiap bunga yang dipijakinya.

Sebuah Thriller psikologi dengan memutarbalikkan cerita Alice in Wonderland, walau tidak segila Pintu Terlarang besutan Jowo Anwar tapi film ini adalah ekspetasi yang indah yang telah diberikan oleh tanah air kita pada tahun 2008.

IDENTITAS

Apa sih pentingnya sebuah Identitas?

Identitas merupakan film satirikal Indonesia tentang Rumah Sakit dan Pemerintahan yang di sutradarai oleh Aria Kusumadewa.
Identitas bercerita tentang seorang gadis tanpa nama yang berprofesi sebagai pelacur (Leony) dan seorang proa berprofesi sebagai pembersih mayat bernama Adam (Tiko Pakusadewo).  Ceritanya mengalir secara sederhana bagaikan aliran air bukan seperti air terjun yang mengalir secara cepat. Banyak unsur-unsur di dalam film ini yang secara tidak langsung menyindir pemerintah walaupun tidak ekspilisit tapi pasti semua penonton akan sadar maksud dari film ini. Permainan politik yang kotor dan pentingnya identitas selalu menjadi pertanyaan di film ini.

'Apa sih pentingnya identitas?' selalu menjadi bahan pertanyaan yang tidak ditemukan jawabannya juga di film ini. Sebegitu penting-kah nya Identitas? Film yang sederhana ini mampu membuat kita terenyuh dan sadar tentang negara yang kita cintai ini.

Leony dan Tiko Pakusadewo tidak salah mengambil peran dalam film ini. Leony bahkan dengan langkah pasti beradegan telanjang di film ini. Bukan kotor. Tidak menjijikkan seperti film-film horror sampah yang banyak digandrungi oleh masyrakat. Leony bisa membuat kita terenyuh untuk berkata 'begitu susahnya kah mempercayai seseorang?'. Kehidupan moral masyarakat yang dipertanyakan. Sebuah identitas yang begitu penting. Sebuah permainan politik yang menjijikkan. Tak salah film ini dinobatkan sebagai salah satu film terbaik yang dimiliki oleh Indonesia.


Tag: fiksi, Film Indonesia, Identitas

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
Aku sangat suka FIKSI, mencekam!

Identitas belum nonton, nggak 'ngeh waktu main di bioskop (sempat main di bioskop kan?) sekarang kayaknya perlu cari DVDnya nih
dannioo 0 0
Sial, dua film ini belum aku tonton. Masih banyak PR buat nonton film Indonesia yang ketinggalan.
kgiaji 0 0
dannioo: nanti juga gua bakal posting beberapa film Indonesia yang mungkin jarang didengar namun bermutu untuk di tonton : )
kgiaji 0 0
sabai: iya sempat diputar namun sayang cuman sebenrar karena masyarakat tidak berniat untuk menontonnya
restieRian 0 0
Love it lah film indonesia!
dannioo 0 0
Awerite! Thx kgiaji

Silahkan login untuk memberikan pendapat