THE TREE OF LIFE(2011) 0
Senin, 23 Jan '12 14:26
"There were two ways through life - the way of nature and the way of grace. You have to choose which one you'll follow. Grace doesn't try to please itself. Accepts being slighted, forgotten, disliked. Accepts insults and injuries. Nature only wants to please itself. Get others to please it too. Likes to lord it over them. To have its own way. It finds reasons to be unhappy when all the world is shining around it. And love is smiling through all things."
Tahun 2011 akan tercatat sebagai tahun pencapaian yang cukup "Agung" seiring perkembangan inovasi penceritaan dalam perfilman dunia. Ketika cerita perfilman dunia mencapai suatu titik euforia dalam kemonotonan dan teknologi, sebuah maha karya sinema hadir dalam bentuk jalinan visualisasi puisi spiritual yang "megah" mengagumkan mata. Membawa penontonya duduk dengan damai, berbisik secara khusyu'k, menghela napas sambil berdzikir(mengingat Sang Pencipta), berkontemplasi secara sadar melalui sinema. Sebuah pencapaian yang belum pernah saya rasakan ketika menonton "film" apapun sebelumnya.
Menerjemahkan cerita dalam filmnya adalah sebuah "privilege" yang diserahkan kepada setiap masing-masing pemikiran orang-orang yang menontonya. Satu hal yang pasti, cerita dalam filmnya akan tepat ketika diterjemahkan secara universal melalui jiwa dan emosi para penontonya. Melalui perasaan ketika kita masih kecil tentang bagaimana cinta dan kasih sayang seorang ibu membuat kita nyaman, ketika kita bercengkerama dengan adik/kakak/keluarga di rumah adalah hal yang paling indah yang bisa kita rasakan, atau bagaimana rasanya ketika ditempa dan dimotivasi yang tidak jarang menganggu zona nyaman kita, hingga mengakibatkan kekesalan terhadap orang yang kita sayangi sekalipun.
Cerita Tree of Life adalah refleksi kehidupan yang ditampilkan melalui keluarga kecil di Texas dengan setting pinggiran kota tahun 1950. Cerita yang berangkat dari sebuah hal yang dapat berkaitan dan berelasi dengan siapapun penontonya, keluarga itu sendiri. Dihidupkan secara tulus oleh akting Jessica Chastain( sebagai ibu yang penyayang kepada 3 orang anaknya sekaligus mempertanyakan kepada Tuhan ketika ia harus kehilangan salah satu putranya), Brad Pitt ( Seorang ayah yang keras, yang sayang kepada anaknya agar tidak terjerumus menjadi orang "sukses" seperti dirinya), Hunter Mckracken a.k.a young Jack ( bocah Innocent yang mulai belajar dewasa dengan mempertanyakan hal-hal disfungsional yang terjadi pada keluarganya kepada Tuhan). Cerita keluarga ini bersinggungan dengan kegalauan Jack ketika ia dewasa dan menjadi sukses namun merasa jiwanya kosong, terutama keimanannya. Diperankan secara "mediocre" oleh Sean Penn namun tetap menjadi sebuah penampilan yang tidak boleh dilewatkan.
When Malick's shots of Jessica Chastain and the three boys playing her sons running through their Texas home in the morning light or Sean Penn rushing in a glass office building gives me the feel of finding God in the created interiors, depicting foundational scenes of faith. At the end of time, reuniting the family in a peace that escaped their mortal experiences together, at the beginning of creation to heal, that looks like the subject of Padang Mashar on my belief (this is the peak when how such amazing the movie touch the faithful subject for me personally).
The Tree of Life/Tahun: 2011/Genre: Drama/Sutradara: Terence Malick/Pemain: Jessica Chastain, Brad Pitt, Sean Penn, Hunter Mckraken
TANGKAS WIBOWO
Tag: Hollywood
Terkait:
-
Kota Film
Rabu, 15 Feb '12 13:43 -
MONEYBALL (2011)
Selasa, 24 Jan '12 16:16 -
GOOD NIGHT AND GOOD LUCK (2005)
Senin, 23 Jan '12 17:47


Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat