American Horror Story 0
Senin, 23 Jan '12 14:29
American Horror Story, serial TV baru di Tahun 2011 dari dua orang penting dalam industri pertelevisian Amerika saat ini, Ryan Murphy(Glee) dan Brad Falchuk(Nip/Tuck). Serial ini mempunyai daya tarik luarbiasa mengingat di Amerika sana genre horror adalah genre yang sedang "mati suri", akibat terjangan perspektif horror Asia. Dalam masa-masa tersebut, seringkali kita dihadapkan pada film-film dengan cerita yang sangat "jenuh" seputar kerasukan (exorcism type) atau video amatir yang merekam penampakan (paranormal activity type). Sementara mayoritas mayat hidup letoy pemangsa manusia membuat lari terbirit-birit, dan vampir berkilau secara mustahil seperti sehabis memakai ratusan produk pencuci muka secara sekaliguspun, masih dibilang horror!? Genre horror lambat laun semakin terkungkung dalam stereotype trend dan nilai jual pasar yang terus dieksploitasi, mengesampingkan batas jenuh sehingga kehilangan unsur entertained-nya. Di Indonesia sendiri, pocong dan kuntilanak sepertinya sudah kehilangan sosok "kesetananya", bahkan ia sampai galau.
Ditengah suasana yang tidak beranjak untuk menemukan ketakutan dan keseraman dalam genre film horror, American Horror Story menggebrak dengan penayangan episode perdananya pada tanggal 5 Oktober 2011 di Amerika sana. Hadir dengan premis yang cukup kuat tentang sebuah keluarga diambang keretakan, kemudian memutuskan pindah ke sebuah rumah yang menyimpan serentetan tragedi mengenaskan terhadap penghuni-penghuni sebelumnya. Serial ini telah menamatkan season perdananya pada tanggal 21 Desember 2011 dengan sambutan yang cukup positif, terbukti dengan nominasi Best Television Series-Drama dalam ajang Golden Globe tahun 2012. Berhubung masih sedikit yang mulai mendownload serial ini agar dapat ditonton, juga mengingat tv kabel region asia memang belum mulai memutarkan serial ini, American Horror Story menarik untuk dibahas baik sebagai sebuah review atau supplemen untuk merangsang anda agar segera mencari cara agar dapat menontonya.
Mari berkenalan dengan keluarga The Harmons yang terdiri dari Ben- suami yang berusaha mempertahankan sosoknya sebagai pemimpin dalam keluarga, Vivian-seorang istri yang berusaha berdamai dengan kesetiaan dan Violet-seorang gadis yang kehilangan figur ayah dan ibunya disaat ia sedang beranjak remaja. The Harmons memutuskan untuk pindah ke sebuah rumah yang dijuluki "The Murder House" dengan maksud mendapatkan suasana baru untuk membangun keharmonisan keluarga di antara mereka. Setelah menempati "The Murder House" The Harmons mengalami berbagai kejadian lintas alam yang sifatnya gaib nan gila, menggelikan, menghipnotis, lucid dan menyeramkan. Seiring cerita drama keluarga The Harmons berjalan, kita di bimbing dengan cara menyaksikan rentetan tragedi yang menimpa penghuni-penghuni "The Murder House" sebelumnya. Rentetan tragedi ini penuh dengan unsur-unsur elemen keemasan dalam genre film horror ala Amerika. Horror yang disajikan dengan keseruan twist plot cerita , tema keluarga yang mengharukan dan syahdu , skoring musik yang memekakan telinga secara melengking dan nuansa film psikopat-sexy-misterius.
"SPOILER ALERT, jika tidak berkenan maka dipersilahkan untuk melanjutkan membaca review ini"
Cerita film horror seputar keluarga menempati rumah berhantu adalah elemen lama dalam film-film horror Amerika (Poltergeist,Amytiville,The Haunting,The Shining,etc). Cerita-cerita ini kemudian di re-touch dengan penambahan unsur penokohan yang lebih dalam terhadap masing-masing karakter, termasuk hantu-hantu yang mengentayangi si tokoh/keluarga, dalam American Horror Story keluarga tersebut adalah The Harmons. Mengetahui asal usul berbagai hantu yang gentayangan di dalam "The Murder House" menurut saya adalah sebuah elemen yang di sempurnakan secara sangat lovable dalam American Horror Story, sekaligus faktor utama yang berpotensi bagi siapapun penontonya ketika menonton hampir pasti "tersihir". Adalah Moira, hantu pelayan yang kadang menjadi wanita tua namun sesekali berubah menjadi wanita yang berpotensi "menggoyahkan iman", khusunya lelaki. Kenapa? Adalah Tate, hantu seorang lelaki remaja misterius di dalam "The Murder House", yang selalu muncul tiba-tiba ketika Violet sedang ada masalah dan dilanda kesedihan. Kenapa? Sementara Vivien mengandung anak hasil bersetubuh dengan lelaki bepakaian latex hitam hampir seluruh badan yang dia kira adalah Ben. Kenapa? Selain itu masih banyak hantu-hantu penghuni "The Murder House" dengan latar belakang cerita masing-masing yang mengharukan,mengenaskan dan menyeramkan. Ada hantu pasangan gay yang salah satunya diperankan oleh si ikonik Sylar (Zachary Quinto) dari serial HEROES, hantu keluarga The Montgomerys yang merupakan penghuni pertama "The Murder House", Hayden hantu wanita simpanan yang sangat jahat, Hantu anak dan istri Charles Harvey yang meninggal terbakar, Maria hantu gadis malang yang tewas oleh perampok, dan hantu-hantu lain (iya, masih ada hantu-hantu lain). Dari keseluruhan hantu-hantu yang ada dalam "The Murder House", sosok yang paling mencuri perhatian ketika menonton American Horror Story dan membuat bertanya-tanya justru datang dari tetangga "nyentrik" Constance dan anak perempuanya. Apakah mereka juga hantu atau bukan? Siapakah sebenarnya Constance? Karakter Constance ini dimainkan secara "Oscarworthy" oleh Jessica Lange, yang notabene pernah memenangkan piala oscar 2 kali, tahun 1983 dan 1995. Baru-baru ini Jessica Lange berhasil membawa pulang Golden Globe atas peranya sebagai Constance di serial AHS season 1 ini.
Namun dari sekian banyak karakter hantu-hantu tersebut, entah bagaimana Ryan Murphy dan Brad Falchuck membuat semuanya masuk akal dan tetap menawan sepanjang satu season. Ada kekuatan di dalam rumah yang mengambil siapa saja yang meninggal di dalamnya menjadi terperangkap. Mereka dapat berbicara dan berinteraksi dengan siapa pun dan itu karena kekuatan aneh dari "The Murder House". Mereka menjadi hantu-hantu yang tidak normal, dan beberapa dari mereka bahkan tidak tahu mereka sudah mati. Beberapa terjebak dalam semacam lingkaran yang membuat mereka seakan-akan masih melakukan rutinitas sebelum mereka meninggal. Semua hantu memiliki cerita, dan cara menceritakan kisah mereka tidak terjebak secara kaku ibarat kita hanya menunggu siapa dan apa hantu pada episode-episode selanjutnya.Topik-topik kontroversial tentang masalah perkosaan, bunuh diri remaja, pembunuhan sekolah, aborsi, kecanduan, homoseksualitas, pembunuhan bayi, dan fetishes dan subjek seksual dalam perselingkuhan, ketenaran, kecantikan, penuaan, rasa bersalah, dan masa lalu yang gelap semua datang bersama-sama, menciptakan cerita hantu yang utuh dan rapih dalam American Horror Story Season 1.
Menilik kekurangan dari American Horror Story Season 1 ini mungkin terletak dalam pembangunan suasana suspense yang masih belum terasa maksimal. Susana suspense ala film-film horror yang membuat kita gregetan sambil menahan napas ketika karakter akan membuka pintu dan mencari sumber-sumber kejanggalan, atau ketika kita melihat ada sesuatu yang akan mengancam karakter dalam jarak dekat.Walaupun saya sangat memaklumi ini adalah film serial dengan durasi yang terbatas setiap episodenya. Mengingat fakta bahwa setiap musim akan bercerita mengenai tempat baru dengan karakter dan tema yang tetap mengedepankan unsur-unsur elemen horror Amerika, tidak ada alasan terlambat bagi siapa pun untuk memulai menonton American Horror Story.
American Horror Story: Season 1 (TV-Serial) | Tahun: 2011 | Genre: Horror, Thriller | Created By: Ryan Murphy & Brad Falchuck | Pemain:Connie Briton, Dylan Mcdermott, Taissa Farmiga, Jessica Lange
TANGKAS WIBOWO
Tag: Hollywood
Terkait:
-
Kota Film
Rabu, 15 Feb '12 13:43 -
MONEYBALL (2011)
Selasa, 24 Jan '12 16:16 -
GOOD NIGHT AND GOOD LUCK (2005)
Senin, 23 Jan '12 17:47


Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat