WHITE VENGEANCE: KISAH PERANG KOLOSAL YANG KURANG MENDAPAT PERHATIAN 0

Selasa, 17 Jan '12 21:34

White Vengeance merupakan film bertema sejarah dari Tiongkok yang merupakan salah satu film kolosal yang diproduksi tahun 2011 ini. Film ini masih kurang mendapat perhatian di tanah air, karena tidak banyak media yang mengekspos pada saat tulisan ini dibuat.

Mengambil latar belakang dan terinspirasi dari kisah Tiga Kerajaan (SamKok) yang cukup terkenal.

White Vengeance menyajikan film dengan penuh intrik, politik perang, dan romantisme. Tema serupa yang sebelumnya sudah di angkat ke layar lebar oleh para sineas Hong Kong dan China beberapa kali. Diantara banyaknyaknya tema tersebut seperti 3 Kingdoms, Redcliff yang disutradarai oleh John Woo bisa dibilang masih yang terbaik untuk film bertema 3 kerajaan ini serta mendapat sambutan yang cukup baik oleh penonton dan kritikus.

Setelah merilis 14 Blades tahun lau yang dibintangi oleh Donnie Yuen, dalam film ini sutradara Daniel Lee sekali lagi menyajikan pemahaman alternative dalam sebuah event sejarah. Dimana dia juga memberikan porsi yang cukup antara perang kolosal, pertarungan antar individu dan juga drama precintan antara Xiang Yu (Feng Shaofeng) dan Yu Ji (Liu Yi Fei).

Lebih dari dua ribu tahun yang lalu setelah Kekaisaran China Runtuh para pahlawan dan pemimpin baru muncul untuk menguasai dan memberi pengaruh pada pusat kerajaan. Diantara mereka adalah Xiang Yu (Feng Shaofeng) dan Liu Bang (Leon Lai) yang merupakan kandidat kaisar terkuat. Xiang Yu, yang mempunyai kekuatan lebih dan memiliki sekutu, mempunyai kesempatan untuk membunuh Liu Bang dalam sebuah perjamuan yang dinamakan Perjamuan Hongmen. yang malah menjadi sebuah kesalahan fatal yang menjadi penyebab kekalahannya.

Dari jajaran cast mungkin masih banyak yang belum familiar dengan bintang-bintang dalam film ini. Hanya Leon Lai saja yang mungkin lebih dikenal publik Indonesia sebagai seorang penyanyi. Leon Lai sendiri merupakan artis multi talenta yang menyajikan acting di film ini cukup bagus. Terutama dalam menyajikan intrik dan drama dalam sesi perjamuan. Sementara Feng Saofeng sendiri masih belum maksimal dalam berakting. Chemistry antara Xiang Yu dan Zhang Hanyu sebagai orang yang dilanda asmara belum menunjukkan hal yang maksimal.

Dari segi special efek sendiri film ini bisa dibilang berhasil menyajikan sebuah efek perang dengan baik. Pasukan yang kolosal, serta puing-puing kerajaan yang telah hancur berhasil ditampilkan dengan meyakinkan. Begitupun bagian kostum, artistic serta sinematografi juga digarap dengan baik. Namun sayang untuk editing nya sendiri masih belum maksimal dengan banyaknya penggalan-penggalan gambar yang sedikit membingungkan antara kejadian satu dan kejadian yang lain.

Secara garis besar film ini masih bisa dinikmati dengan baik dengan terus menyimak dengan seksama setiap adegannya. Karena banyak sekali intrik dan kejadian yang akan membuat orang harus berfikir untuk memahami kisahnya.

http://imagin3film.wordpress.com


Tag: film asia

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat