7 Hati 7 Cinta 7 Wanita : Happy Mother's Day - Wanita dan Dunia 1
Jumat, 23 Des '11 01:56
"Tidak semua pelacur, melacur,,,"
Akhirnya datang lagi waktu senggang untuk menulis review setelah berminggu-minggu dikepung ujian di kampus yang sangat membosankan. Hahahaha. Ok mengingat kemarin 22 Desember kita memperingati hari ibu, kali ini saya akan membuat review mengenai sebuah film karya anak bangsa yang mengangkat wanita sebagai pokok permasalahannya. Menurut saya hari ibu bukanlah hari khusus meperingati ibu (dalam artian sebenarnya, sudah berkeluarga dan punya anak) saja. Menurut saya hari Ibu didedikasikan untuk seluruh wanita luar biasa yang mengkontribusikan dirinya sendiri berdasarkan caranya masing-masing. Dan film ini berisi beberapa kisah wanita luar biasa dan bagaimana sudut pandangnya mengenai dunia diluar dirinya.
Film ini bukanlah film yang baru beredar di bioskop. Tentu saja sudah banyak yang menontonnya. Namun bagi saya film ini tetap layak diberikan apresiasi karena dari segi cerita film ini luar biasa menurut saya. 7 hati 7 cinta 7 wanita mengisahkan beberapa wanita dengan latar belakang berbeda dan sudut pandang mereka masing-masing mengenai kelahiran seorang anak, pria, bahkan kehidupan. Cerita diawali dengan karakter Kartini. Seorang dokter kandungan yang sudah cukup berumur namun masih belum menikah. Keadaanlah yang membentuk beliau seperti ini. Seluruh pasien dan pengalaman hidupnya membentuk dirinya menjadi karakter yang selalu melihat bahwa wanita terlalu sering menjadi obyek atau korban oleh para lelaki. Hal inilah yang membuat beliau menjadi agak menutup hatinya dengan keberadaan sorang dokter tua yang ternyata setia menunggunya. Kisah lain lagi berasal dari para pasiennya. Ada seorang remaja smp yang harus menerima bahwa ia mengalami kehamilan diluar nikah saat berhubungan dengan pacarnya, lalu seorang ibu tegar yang berprofesi sebagai penjahit yang rela bekerja mati-matian demi kelahiran bayinya yang ternyata harus diselingkuhi oleh suaminya. Ada juga kisah mengenai bagaimana seorang pekerja seks komersial harus bertahan ketika ia divonis terkena kanker rahim. Lalu muncul lagi cerita berbeda dari sebuah pasangan yang "terlihat" bahagia, dimana sang istri memiliki berat badan berlebih dan berupaya keras agar bisa hamil didukung oleh suaminya yang setia. Dan ternyata suaminya tersebut sudah beristri. Lalu kisah lain pun datang dari karakter seorang dokter baru yang bertolak belakang dengan dokter Kartini. Ia berpikir bahwa tidak selamanya perempuan menjadi korban, terkadang jutru prialah yang menjadi korban.
Sekilah cerita terlihat kompleks. Sangat rumit dan berputar. Namun sang sutradara berhasil menyiasati dengan gaya penceritaan yang ringan. Dialog dan narasi cerdas yang tajam dan langsung menusuk para pendengarnya. Yah film ini memiliki basic cerita yang luar biasa. Diiringi scoring ringan yang mendayu membuat film ini emakin menakjubkan bagi saya. Kemarin adalah kesekian kalinya saya menonton film ini. Namun tidak sedikit pun rasa bosan yang terlintas.
Dibalik semua itu lagi-lagi menurut saya faktor pemain memegang peranan penting. Semua pemain bermain apik, alamiah. Namun sosok yang menurut saya harus diberi sorotan adalah ibu Jajang C.Noer. menurut saya beliau adalah sosok ibu dunia perfilman masa kini. Ia berkarakter, dan memiliki aura yang luar biasa menurut saya. Kebanyakan aktris berusaha memasuki karakter yang ada. Namun tidak dengan beliau. Bagi saya beliau justru menciptakan karakter tersebut. Beliau menghidupkannya kedalam sebuah totalitas akting yang luar biasa. Yah setiap menonton filmnya kita seakan dibuat untuk percaya bahwa this is her life , not her roles. Berperan menjadi apapun bahkan cameo di film Arisan 2! Tetap meyakinkan bahwa beliau adalah wanita yang berkarakter kuat. Menakjubkan. Bagaimana gesture, intonasi berbicara semuanya natural. Dan tidak berlebihan saya rasa bila banyak aktris tanah air yang masih perlu belajar banyak dari beliau. Sesosok ibu yang luar biasa bagi saya.
Kalau ditanya siapa aktris favourit saya mungkin saya akan berkata Julie Estelle, Atikah Hasiholan, dan beberapa aktris lainnya. Namun bila ditanya siapa aktris terbaik yang pernah Indonesia miliki? Jajang C.Noer lah jawaban saya. Beliau membuktikan bahwa totalitas tidak pernah termakan usia. Bahwa pengabdian terhadap dunia film telah menjadi dedikasi hidupnya. Beliau seakan dilahirkan memang untuk dunia peran. Menari diatas panggung seni peran, berakting seakan itu bukanlah akting melainkan gambaran jiwanya. Menakjubkan. Bahkan dalam sebuah FTV beliau tetap berhasil membuat kita semua terpaku, speechless. Inilah yang Indonesia perlukan. Jadi setiap menonton film, bukan hanya ceritanya yang kita komentari, melainkan ada sesuatu yang membekas di hati kita dan membuat kita terus teringat akan film itu. Yaitu karakter yang kuat yang dimainkan sepenuh jiwa. Jadi tidak berlebihan bagi saya bila menyebut beliau adalah Ibu dari dunia perfilman Indonesia yang kini semakin membaik.
Mungkin kabar gembira juga bagi kita seluruh penikmat film bahwa dunia perfilman dalam negeri seakan kembali mengepakkan sayapnya. Menyuguhkan film yang menjanjikan bagi kita semua. Untuk menutup akhir tahun saja kita ditawari Sang Penari film pemenang ajang FFI 2011 sebagai film terbaik. Juga jangan lupakan Arisan 2! Drama segar yang penuh akan komedi. Belum lagi tahun depan akan ada Demi Ucok, The Raid, Modus Anomali, dan masih pasti akan muncul banyak film unggulan. Penonton semakin cerdas sekarang. Saya yakin lambat laun film yang hanya membodohi penontonnya akan mati. Belum lagi kemajuan dunia Film Pendek yang semakin mendapat sorotan. Mari berkarya Indonesia !
Regards,
@dnielcarmichael
Tag: review, Jajang C Noer, 7 hati 7 cinta 7 wanita
Terkait:
-
MATA TERTUTUP : AND THE HEARTS OPEN
Jumat, 16 Mar '12 20:01 -
BATAS : AIN'T NO BOUNDARIES FOR HUMAN'S GOOD WILL
Selasa, 24 Mei '11 04:54 -
MEN IN BLACK 3 : ALIENS, TIME TRAVEL, FRIENDSHIP AND HIP!
20 jam yang lalu
Komentar:
soalnya filmnya sendiri terasa berlama2 ... ada 7 cerita yg antri untuk ditayangkan
Silahkan login untuk memberikan pendapat