Garuda Di Dadaku 2 10

Selasa, 13 Des '11 09:55

Nonton film (di bioskop) memang bukan sekadar duduk sambil makan popcorn, lantas menikmati gambar bergerak yang ditayangkan di layar lebar di depan kita.

Buat saya, yang bukan pemerhati, pengamat, mau pun penggila film, acara nonton seharusnya menjadi momen istimewa. Ada sesuatu yang harus kita bawa pulang ketika film usai diputar. Rekaman yang akan tetap kita ingat --kalau mungkin-- hingga bertahun-tahun kemudian.

Hari Minggu kemarin, untuk pertama kalinya, saya datang (dan tentu saja) nonton pemutaran perdana Garuda Di Dadaku 2 di Gandaria City. Thanks to bicarafilm untuk tiga lembar tiket jatah premannya ya :D

Ketinggalan Garuda Di Dadaku 1, tidak membuat saya 'tersesat' nonton sekuelnya. Kekhawatiran bahwa saya akan 'gak ngerti jalan ceritanya' sama sekali tidak terbukti.

Dan di luar perdebatan apakah film ini adalah film anak-anak atau fimn bertema dunia kanak-kanak, saya angkat topi tinggi-tinggi untuk semua yang terlibat dalam pembuatan GDD2. Alur ceritanya bagus, pengambilan gambarnya keren, dan film ini bertabur adegan yang menguras emosi. Gemuruh suara penonton di stadion, yel-yel 'IN-DO-NE-SIA' yang membuat terharu, teriakan kecewa para penggemar Bayu dan kawan-kawan ketika goal gagal disarangkan ke gawang lawan, sungguh sebuah pengalaman emosional yang membuat hati dan kepala saya penuh. Serasa nonton pertandingan beneran. Seolah-olah saya memang sedang berada di antara ribuan penonton di tribun, mengenakan atribut merah putih yang meriah. Ikut deg-degan menunggu hasil akhir pertandinga, dan menangis sepenuh hati saat team Bayu menang :))

On a lighter note, di luar ruangan theater XXI, saya dengan sedikit malu-malu mengaku kepada anak-anak saya bahwa tadi saya berkali-kali nangis waktu nonton film ini. Terharu melihat karya indah seperti ini. Terharu dengan jatuh bangun perjuangan anak-anak itu untuk menjadi nomor satu. 

Dan yang mengagetkan sekaligus mengharukan, anak saya ternyata juga nangis, dengan alasan yang sama.

Mungkin sudah saatnya saya mulai rajin nonton film Indonesia, terutama yang sanggup mengaduk-aduk emosi (bukan birahi seperti kebanyakan film kita saat ini) dan yang bikin nangis seperti Garuda Di Dadaku 2. 

Ayo para film maker, selamat berkarya. Bikin saya nangis lagi ya.. :))

 


Tag: GDD2

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
Aku pun sukaaaa film ini!!
Menarik dan lebih banyak adegan di lapangan itu bikin seru : )

Btw kamu duduk di sebelah mana to Mbok? Perasaan Kemal pas nuker tiket berdiri antri di depanku kok kursi kita nggak sebelahan?
venus 0 0
sabai: di teater 4, row G bareng mbak ienas : D

thanks again tiketnya yes.. ini kali ketiga aku nangis nonton film indonesia. dulu mewek nonton petualangan sherina, nonton sang penari juga nangis, dan yg ini...aduuuhh : ))
kemalarsjad 0 0
Terima Kasih banyak atas review perasaannya : ))
Mata Sayapun berkaca-kaca pada saat membaca review ini...

sekali lagi terima kasih yah atas dukungannya,..
venus 0 0
kemalarsjad: review perasaan : )) : ))

terima kasih untuk film yang indah. bikin kita nangis lagi taun depan yah : D
kemalarsjad 0 0
venus: bwuhahahahahaahhaah... wait and see yah... ; )
kniwe 0 0
venus: Jadi penasaran mboookk
venus 0 0
kniwe: emang blm nonton, wink? kemaren ga dateng ke gancit? : D
Jarwadi Mj 0 0
hehe, saya belum nonton, padahal di on off kemarin saya dikasih satu tiket menonton : )
Soraya Ahaba 0 0
akhirnyaaaa...udah gak minder lagi toh mba?? http://ngerumpi.c…ya-juga.html
JOHN 0 0
mau nonton nih fillmmm

Silahkan login untuk memberikan pendapat