TWILIGHT FRANCHISE 10

Minggu, 4 Des '11 23:14

Kalau bicarain paketan seri ini pasti setiap orang opurtunis akan melayangkan ucapan "Novel > Movies". . Bagi mereka yang berjiwa kritisi mungkin akan memberikan tanggapan bahwa kristen stewart bergaya 4lay. Bagi mereka yang seorang feminis asli (cewe khususnya) saat nonton pasti kadang teriak panggil nama pemainnya sampe kepingin pingsan (sama temen), menggerutu sendiri (bagi yang jomblo nontonnya sendirian pula), atau meres tangan temen disampingnya ( entah itu hts, pasangan official, atau unnoffical (?) ). Tapi yang bisa ditarik dari hal hal tersebut adalah Twilight memberikan sebuah fenomena baru di dunia perfilman dunia. Seri ini memberikan berbagai reaksi yang berbeda kepada konsumen perfilman

Stephanie meyer berhasil memberikan sebuah kita sebuah cerital yang menjadi pro dan kontra untuk dikonsumsi. Sebuah cerita yang berisikan kisah cinta segitiga sederhana yang dikemas dalam sebuah balutan kreatifitas yang tidak pernah dipikirkan orang orang sebelumnya. Ia berhasil menciptakan komplikasi baru yang lebih rumit tetapi gampang dicerna bagi para remaja kembang usia. Hingga akhirnya kesuksesan Stephanie di dunia sastra dicoba untuk ditularkan ke dunia visual oleh Catherine Hardwicke dan Melissa Rosenberg.

Di bawah naungan summit entertainment, Twiligh berhasil menaungi kesuksesan dengan memperoleh 10x profit > budget. Twilight juga berhasil melambungkan bintang muda seperti Robert Pattinson, Kristen Stewart, dan Taylor Lautner(walaupun mereka ber3pernah bermain film top sebenarnya). Twilight menjadi favorit #1 kaum muda amerika bahkan dunia. Film ini mungkin juga menjadi salah satu media untuk mempromosikan karya sastra Stephanie. Buktinya adalah saya. Saya mengetahui serial twilight karena film pertamanya. Selain menghasilkan bintang muda dan mempromosikan novelnya, film ini juga mempunyai soundtrack yang oke pula. Paramore, Muse, bahkan The Killers pernah menghiasi salah satu film dari franchise ini.

Mempunyai banyak dampak positif tidak berarti membuat franchise ini immune terhadap kritikan. Franchise ini berhasil meneruskan sebuah fakta bahwa besarnya kerapuhan pada setiap film tetap akan sangat diminati oleh pecinta film karena mempunyai sisi kemenangan komersial. Mungkin dengan fair kita bisa samakan film ini dengan genre roman lain seperti closer. Closer memanjakan kita dengan para pemain kelas dunia macam jude law dan julia roberts, serta mungkin dari perspektif saya adalah kisah roman terbaik yang pernah dibuat. Tetapi Closer tidak bisa mencapai kesuksesan seperti twilight franchise. Kemenangan komersial. Dari segi profit saja kita lihat, twilight, newmoon, eclipse, dan breaking dawn selalu mendapatkan profit 10x dari budget. Bahkan melebihi 10x di newmoon.

Bila anda melihat film Catherine yang lain yaitu red riding hood. Kisahnya tak jauh beda dari twilight, tujuannya pun hampir sama. Mencoba menghasilkan para bintang muda agar nanti mungkin bisa dibooking untuk film selanjutnya (bila menuai kesuksesan).  Bukannya meraup kesuksesan Red Riding Hood malah masih jauh dari harapan.

Meski digadang gadang sukses karena dibackup oleh novelnya, Twilight tetap memberikan sebuah fenomena yang mungkin enak untuk dibicarakan. Mungkin akan lebih asik bila kita mendatangkan 4 jenis narasumber dengan latar belakang berbeda seperti kritikus, remaja cewe, cowo yang menjadi korban cewenya untuk menonton franchinse ini berkali kali, dan konsumen film murni berwajah innocence. Mereka pasti punya pemahaman berbeda mengenai franchise ini.


Tag: robert pattinson, eclipse, Twilight, Stephanie Meyer, newmoon, Breaking Dawn

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
Mungkin saya satu-satunya warga Bicara Film yang sama sekali belum nonton satu pun dari 4 film ini : )

Pernah terpikirkan nggak, gimana caranya menarik minat penonton non-remaja yang gak baca novelnya dan gak peduli hiruk pikuk kehebohan buzznya, agar mau nonton filmnya?
Gea Rexy 0 0
satu2nya cara adalah mengganti penulis dan sutradara untuk part 2 (mungkin gak yaaa). semacam screen playnya zack snyder, directornya crishtoper nolan : )
Gea Rexy 0 0
satu2nya cara adalah mengganti penulis dan sutradara untuk part 2 (mungkin gak yaaa). semacam screen playnya zack snyder, directornya crishtoper nolan : )
cecil 0 0
Film ini bisa dibilang lebih terkenal karena memang terkenal dari judulnya, liat saja (twlight, new moon, eclipese, breaking down) cakep2 kan judulnya.

pertama nonton karena memang penasaran karena adekkku fansnya buku twilight jadi otomatis aku ikutan nonton. twilight gk terlalu bagus menurutku, otomatis gk bakalan nonton series selanjutnya.

yg ke 2 sama 3 nontonnya di starmovies itupun gk terlalu serius nontonnya karna sambil lalu lalang gk tw mungkin karena tipe ceritanya yg terlalu lambat ku gk bisa konsentrasi buat tertarik nonton.

yg ke 4 yg breaking down part 1 kmrn ku beneran mo nonton karena cuman ngecek sejelek apa filmnya (haha semacam guilty pleasure gitu). ternyata memang jelek.

katanya sih filmnya gk sebagus bukunya. ku gk tw sih karena gk tertarik baca bukunya. beda sama LOTR yg filmnya menurutku lebih bagus ketimbang bukunya.

menarik minat non-remaja? setauku ortuku itu nonton kalo kuajak. jadi y mereka bakalan nonton film apapun yg menurut mereka posternya bagus pas dipasang di theater. ; ))
Gea Rexy 0 0
waaah, memang novelnya itu bener2 SBY ya.
walaupun saya cowo, tapi kalau lagi baca novel ini memang keren juga sih (apa saya yang melankolis ?)

tapi bener2 ironi banget. FIlm yang berkualitas macam Gone baby Gone, ataupun Donnie Darko tidak bisa melebihi benefit seperti ini. Atau itu salah produsernya ?
Rushed 0 0
I will only watch this movie when Buffy comes along
Bias Tegaralaga 0 0
itu beneran nyamain Twilight Saga sama Closer? ato gw yang salah baca?
Gea Rexy 0 0
membandingin hasil profitnya bang.anomali banget kan ?
Blackribbon 0 0
Pertama nonton Twilight sebenernya karna saya suka suasananya, boleh dibilang saya suka set tempatnya yang berasa kelam. Tapi di film2 berikutnya saya gak ngerasain hal tersebut. Kedua saya suka soundtracknya, selebihnya saya mungkin sama sekali gak suka. Sebagai cewe saya sama sekali gak ngerasa film ini romantis, entahlah.. Mungkin karena proses fall in love nya terlalu cepet. Cuma pandang2an, trus langsung jatuh cinta. Dari novelnya pun saya anggap novel sastra indonesia jauh lebih bagus.. : )
Gea Rexy 0 0
kalau saya jujur sebenarnya tertarik sama novelnya.haha

bener banget tuh, soundtrack2nya keren keren banget. apalagi yang new moon sama neutron star collisionnya muse waktu eclpise

Silahkan login untuk memberikan pendapat