The Raid: Full Throttle Action Flick 2
Rabu, 23 Nov '11 14:07
Jika ada pertanyaan, film Indonesia apa yang sangat dinantikan, mungkin The Raid jawabannya. Berjudul asli Serbuan Maut, The Raid sudah menjadi pembicaraan banyak pecinta film di Indonesia sejak tersiar kabar bahwa Sony Pictures membeli hak edarnya untuk region Amerika Serikat pada festival film Cannes tengah tahun ini. Tentunya kabar ini merupakan kabar yang cukup mengejutkan, mengingat Sony Pictures sendiri bukanlah nama kemarin sore dalam dunia film. Pastinya pihak Sony melihat potensi yang besar dalam film ini. The Raid sendiri baru akan diputar luas tahun depan. Namun saya termasuk dari sekelompok orang yang beruntung bisa menyaksikan The Raid dalam penutupan iNAFFF 2011 pada 20 November kemarin. Dan kesempatan itu memang kesempatan yang tiada tandingannya.
Premis yang ditawarkan feature film ke-2 Gareth Evans ini sebetulnya sederhana, sekelompok pasukan khusus kepolisian mengalami hari yang naas saat menyerbu sebuah kompleks apartemen di Jakarta, yang dikuasai oleh seorang gembong kriminal bernama Tama (Ray Sahetapy). Kelompok pasukan khusus ini dipimpin oleh Jaka (Joe Taslim), dan berfokus cerita kepada Rama (Iko Uwais), seorang rookie di pasukan tersebut yang memiliki misi sendiri. Kompleks apartemen itu mayoritas berisi penjahat-penjahat kelas teri hingga kelas mendekati kakap, sekaligus pabrik narkotik milik Tama. Serbuan yang awalnya tampak mudah, berubah ke arah parah saat penghuni apartemen tersebut mengetahui bahwa sarang mereka diserbu oleh polisi. Premis yang sederhana, mudah dicerna, dan repetitif.
Lalu, apa yang menjadikan The Raid istimewa? The Raid menjadi istimewa justru karena kesederhanaannya itu. Tanpa banyak berbicara, film ini langsung menaikkan tensinya dari menit-menit awal. Dan saat kita berpikir bahwa adegan yang baru kita saksikan tidak mungkin lagi bisa ditingkatkan tensinya, Evans menjawabnya dengan sangat brilian. Tensinya terus naik dan naik. Adegan demi adegan baru berhasil memberikan pengalaman yang berbeda satu sama lainnya. Kesemuanya tertata apik tanpa ada yang tersia-siakan. Koreografi perkelahian oleh Iko Uwais dan Yayan Ruhian sangat luar biasa. Brutal, berdarah-darah, tapi di saat yang sama terlihat sangat keren. Sinematografi yang sangat dinamis oleh Matt Flannery pun turut membangun karakter The Raid yang brutal. Banyak adegan dishoot dengan teknik handheld mengikuti adegan perkelahian dan baku tembak. Dan hebatnya, semua tetap terfokus tanpa harus menjadi kabur atau tidak jelas. Dinamis, namun tetap terkontrol. Dengan perpaduan itu, film ini berhasil membuat penontonnya menahan nafas, memekik, menutup mata, dan juga merasakan adrenaline rush yang sangat kencang. Evans tampaknya sangat paham betul bagaimana membawa penontonnya masuk ke dalam filmnya dan ikut melarut ke dalam cerita, sehingga pengalaman menontonnya menjadi sesuatu yang tidak terlupakan. Dan untuk itu, The Raid pantas mendapatkan standing ovation.
Jika ada yang lemah dari The Raid, itu mungkin pada karakterisasi. Akting Iko Uwais masih perlu dipoles, begitu juga dengan Joe Taslim. Namun, siapa peduli pada karakterisasi, jika filmnya memang ‘tidak menginginkan' adanya ruang itu? Semuanya menjadi termaafkan karena adegan aksinya sudah lebih dari cukup membawa film ini kepada kejayaannya. Namun Evans sebetulnya tidak sepenuhnya melupakan hal-hal di luar adegan aksinya. Ray Sahetapy berhasil mencuri perhatian dengan aktingnya yang luar biasa. Lalu beberapa twist yang disajikan cukup mengejutkan. Humor yang diselipkan juga mampu mengundang tawa di saat yang tepat. Kesemua paket itu menyatu menjadi sinergi yang kuat dan luar biasa perpaduannya di layar. Tidak salah jika The Raid mendapatkan Cadillac People's Choice Award pada Toronto International Film Festival tahun ini. Karena walau terasa sangat brutal, film ini berhasil menghipnotis penontonnya dari awal hingga menit terakhir, membuatnya layak untuk diperbincangkan. It's a memorable-high-octane action flick, full of adrenaline rush, bloody, and cool! It will make you breathless. (abn)
Tag: Indonesia, movie, Gareth Evans, Iko Uwais, the raid
Terkait:
-
THE RAID (SERBUAN MAUT) : AIN'T THAT A KICK IN THE ASS?
Sabtu, 24 Mar '12 06:41 -
The Raid -- Kombinasi Pencak Silat dan Perang Kilat
Rabu, 28 Mar '12 14:11 -
Merantau (2009)
Senin, 3 Mei '10 13:04
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
jim96: Box Office
-
kniwe: Good Take
-
dudek: Good Take
-
nataninuniverse: Good Take
-
Algitya Pratomo: Mencekam

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat