Best of Times (2009) - Ketabuan-Ketabuan Yang Manis 1
Rabu, 16 Nov '11 18:40
"Best of Times" merupakan salah satu film Thailand yang saya tonton di masa-masa yang bagi banyak orang disebut "krisis film" masa di mana terjadi pemboikotan dan masalah perpajakan yang pelik sehingga film-film block buster tidak dapat tayang di layar-layar bioskop tanah air. Tanpa bermaksud promosi, hadirnya film-film Asia khususnya Thailand saat-saat itu terasa sangat berarti bagi movie-goers dan tentunya memberi dimensi dan wawasan yang lain. Sayangnya pada saat itu saya tidak bisa banyak menonton film-film Thailand/Asia yang lain dikarenakan kerjaan, namun Best of Times merupakan salah satu film Thailand favorit saya. Dan setelah berbulan-bulan berlalu saya masih memiliki cukup semangat untuk menulis tentang film ini.
Film ini menceritakan tentang Keng (Arak Amornsupasiri) yang bertemu kembali dengan cinta pertamanya Fai (Yarinda Boonag) yang sebenarnya saat mereka bertemu kembali sudah menjadi mantan istri dari sahabatnya sendiri Ohm (James Alexander Mackie). Keng dan Fai kemudian bertemu kembali ketika Fai yang pencinta binatang bertemu dengan Keng yang seorang Dokter Hewan. Dikarenakan suatu ketidaksengajaan, Fai lalu mengetahui bahwa dulu Keng merupakan pria yang pernah memberinya hadiah. Mereka berdua semakin didekatkan ketika Keng harus menjaga Sompit (Sansanne Wattanuku) -yang merupakan tanggung jawab dari Keng di masa hukuman- kabur dari Rumah dari rumah dan menyusul Jamrus ke kampungnya. Keng kemudian semakin berani perlahan-lahan memperlihatkan perasaannya pada Fai, namun di sisi lain Fai pun masih tidak dapat melupakan mantan suaminya Ohm yang juga merupakan cinta pertamanya.
"Things we want to remember, we forget. Things we want to forget, we remember"
Jika Keng dan Fai merupakan kisah mengenai cinta pertama, maka kisah Sompit dan Jamrus merupakan bagian yang menceritakan tentang cinta terakhir (disini kata "cinta terakhir" jangan dulu dianggap spoiler ya). Sompit seorang nenek yang sudah memiliki putra yang sudah berkeluarga mengikuti kegiatan tambahan dengan les komputer dan di tempat itulah dia kemudian bertemu dengan seorang 'Bocah Tua Nakal' bernama Jamrus (Krit Setthathamrong). Di kelas itulah kemudian mereka bertemu dengan Keng yang sedang menjalani hukuman pelayanan sosial karena tertangkap menyetir saat sedang mabuk sebelumnya. Sompit dan Jamrus menyembunyikan hubungan mereka, terutama dari anak Sompit yang sudah berperan sebagai kepala keluarga yang harus menjaga Ibunya yang sudah tua. Hubungan ini terlebih dahulu diketahui oleh Keng yang bertindak sebagai Wali Kelas. Keadaan semakin rumit ketika Jamrus kemudian diketahui menghidap Alzheimer yang semakin menggerogoti ingatannya.
Keng: "Is driving back and forth between Bangkok-Chumphon every week exhausting?"
Jamrus: "I can tell by your question, that you've never been in love"
Bagi saya pribadi dibanding Crazy Little Thing Called Love yang tampak seperti rangkaian episode dari serial TV yang disatukan #digorokPenggilaCLTCL, saya lebih menyukai Best of Times, memang tidak pemeran yang sangat cantik, atau 'gimana banget' dan alur yang lebih lambat, namun semua terasa sangat alami. Saya merasa menikmati dan secara pribadi saya tidak merasakan hal yang membosankan seperti yang kadang dialami ketika menonton film Thailand yang konon seperti apapun ceritanya harus selalu 2 jam.
Best of Times bukan hanya film mengenai cinta pertama atau cinta sejati yang banyak ditemui dalam film-film Thailand, film ini juga mengangkat dua hal yang dianggap tabu di masyarakat, asmara dengan mantan istri sahabat seperti yang dialami Keng, Fai dan Ohm. Juga kisah cinta dua manusia, kakek-kakek dan nenek-nenek yang dianggap sudah tidak lagi pantas menjalin kasih seperti yang dialami Sompit dan Janus. Dan tentunya sebagai film Asia, film ini mengangkat hal-hal yang sebenarnya sangat Asia, dimana Sompit sebagai seorang Ibu harus tinggal serumah dengan putranya yang menjadi kepala keluarga. Penonton akan disajikan dengan adegan-adegan yang mengundang senyum karena adegan-adengan yang sangat familiar namun mengalami pertukaran karena seolah Sompit menjadi anak remaja yang mengendap-endap dari "ayah" nya.
Film yang sangat manis, sebagai seorang anak yang mempunyai lelaki yang memiliki seorang ibu yang walaupun tidak memiliki situasi yang sama, film ini menyentuh saya pribadi. Di akhir, film ini menghadirkan konklusi yang bisa dibilang terbaik bagi dua kisah cinta di dalam film ini.
85
Studio: Gmm Tai Hub
Director: Yongyoot Thongkongtoon
Prime Cast: Arak Amornsupasiri, Yarinda Boonag, James Alexander Mackie, Sansanne Wattanuku, Krit Setthathamrong
@nonethe
Pertama dipublikasikan di http://nonethe.posterous.com/best-of-times-2009
Tag: thailand, 2009, Gmm Tai Hub, Best of Times
Terkait:
-
Wedding Dress (2009) : Kebohongan Ibu dan Anak Demi Kebaikan Bersama yang Dramatis
Sabtu, 29 Okt '11 09:08 -
Suck Seed [Thailand]
Rabu, 27 Jul '11 11:45 -
Tropical Malady (2004)
Jumat, 18 Mar '11 19:28
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
oksbangs: Good Take
-
kniwe: Good Take
-
sabai: Good Take
-
Fauzi Pahrezi: Good Take
-
dudek: Good Take

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat