Review : A Nightmare On Elm Street : Freddy's Revenge (1985) 0
Minggu, 13 Nov '11 16:03
Pertama, yang membuat A Nightmare On Elm Street kali ini bukan lagi Wes Craven. Dan buat seterusnya pun, very badly, Wes Craven kelihatan gak sudi lagi menempati kursi sutradara (walau kembali lagi di New Nightmare). Salah satu hal yang gue baru ketahui adalah sebenarnya Wes Craven tidak pernah ingin A Nightmare On Elm Street menjadi obyek waralaba berkepanjangan. Meskipun pada akhirnya dia mau kembali terlibat disejumlah sekuelnya (walau kebanyakan hanya sebagai scriptwriter) tapi menilik dari keterangan Wikipedia, Wes Craven bahkan cuma menginginkan membuat satu A Nightmare On Elm Street yang itupun sebenarnya dia ingin berakhir happy ending. Walau rasanya wajar estetika horor dan keinginan pribadi seringkali mesti mengalah ketika berhadapan dengan pasar, tapi Wes Craven sendiri tidak menyukai premis film buatannya diubah total dan dirombak menjadi skenario oleh David Chaskin untuk film ini.
Jesse (Mark Patton) seorang remaja cowo dengan tingkah super aneh dan cenderung culun kini menempati rumah Nancy---tokoh utama kita di sekuel sebelumnya. Mulanya ia menerima mimpi buruk yang memperkenalkannya pada sosok berkuku tajam Krueger, sampai pada akhirnya dia merasa Freddy Krueger mulai memanipulasi tubuhnya dan memperalatnya untuk membunuh.
Oke, gue agak terkejut dengan berubahnya deskripsi awal dari seorang Freddy Krueger dan premis cerita yang memang sangat melenceng dari bagian pertama. Naskah pertama olahan Wes Craven adalah Freddy Krueger sebagai pembunuh dari alam mimpi yang membunuh hanya lewat imajinasi, namun berimbas pada kematian si korban juga didunia nyata. Di tangan David Chaskin, ia dengan lancang membuat Freddy keluar dari lingkaran aturannya sendiri, Freddy di sini jadi pengecut dan bukannya membunuh dan menebar teror untuk anak-anak di Elm Street malah memanipulasi siscream king (karena dia jago teriak emang) Jesse dengan menggunakan tubuhnya untuk membunuh. Lalu kemana si pembunuh mimpi buruk? Karena sepanjang film kita tidak akan terperangkap di mimpi buruk para korban lagi kecuali hanya Jesse lah yang bermimpi buruk itu sendiri. Penampilan Freddy Krueger bahkan kelihatan tidak semaksimal dan sebanyak di instalmen pertamanya. Yang membuat gue terkejut dan nyaris mengerutkan dahi adalah ketika Freddy keluar kedunia nyata dan mengacaukan party segerombolan remaja. Anjrit, kok Freddy jadi kaya gini? Sejak kapan dia jadi orang aneh dan frontal nunjukin dirinya ke orang-orang? Gue yakin ini adalah salah satu bagian yang ga disukai Craven buat diwujudin Jack Sholder disini.
Menyoal karakteristik juga, Jack gagal menyampaikan karakteristik protagonis hero yang solid dan dominan dari Jesse. Jesse kelihatan kaya freaky-wimpy super mengganggu disini, bukannya seperti Nancy, satu-satunya yang gue pengen ketika ngelihat dia disini adalah kenapa Freddy gak matiin dia aja.
Oke, itu adalah beberapa cuap-cuap negatif gue tentang film ini. Kalau bicara dari sisi positif, gue masih bisa menikmati film ini tanpa merasa marah atau sebel meskipun penyajian yang ini cukup bisa membuat gue memandang layar laptop dengan muka aneh dan berkerut. Setidaknya banyak hal yang membuat gue tetep bertahan menonton ini, selain terutama karena bersyukurlah Jack Sholder, karena karya kamu ini dibikin di era 80-an dan biasanya gue jarang ga suka sama karya horror 80-an meski se-flop apapun. Memang ga adil sih, tapi emang kadang gue lebih bisa memaafkan apa yang dibikin di dekade itu karena.... ya, gue suka 80-an. Bukan berarti semua hal yang dibikin di 80-an itu gak ada yang jelek, tapi karena ini Freddy Krueger dan terlepas dari kenyataan bahwa Wes Craven aja gak suka sama instalmen lanjutan dari bikinannya ini, ini udah terpasang secara alamiah sebagai bagian dari A Nightmare On Elm Street itu sendiri. Dan meskipun Jesse mungkin gak bisa lebih superior dari tokoh Nancy-nya Heather Langenkamp, tapi gue pikir Mark Patton cukup banyak ngebikin gue ketawa ngeliat segala ke"bodohan"nnya dan semua yang dia lakukan untuk film ini. Tokoh Jesse mungkin gak bisa sangat dikenang melebihi Nancy. Dia berperan sangat jelek dan dominansinya bahkan dikalahin sama tokoh Lisa (Kim Myers) dan dalam salah satu wawancara terbarunya setelah bertahun-tahun pun Jesse tahu bahwa seri Krueger yang dibintanginya ini melenceng dari apa seharusnya. Tapi ya, ngelihat segala aksinya yang sangat nge-gay sekali ngebikin gue malah senyum-senyum sendiri ngelihat film ini.
Oh iya bener, ternyata film ini juga udah banyak diperbincangkan karena betapa banyak elemen-elemen yang terkesan sangat gay sekali. Gue juga merasa banyak sekali bagian yang sangat norak dan aneh----entah itu saat si Jesse joget joget dikamar sambil ngedorong laci pake pantat, atau karena hampir setengah penuh film dia selalu telanjang dada, atau pas dia ke bar para gay atau orang orang dengan kostum ketat, atau pas dia mandi di shower dengan sangat sok seksi sekali------oke, ini sekuel Freddy Krueger paling lucu dan paling gay kayanya, karena keseluruhannya horor digabung dengan banyak detil konyol dan terlalu banyak unsur komedi yang membuat gue mau ketawa ngeliatnya. Si Mark Patton sendiri setelah bertahun tahun semenjak tampil disini, bukannya mendapat gelar Scream King malah dia lebih banyak disebut-sebut sebagai salah satu Scream Queen-nya Krueger. Haha.
Intinya, adalah dalam kasus film-film Freddy Krueger, gue selalu memaafkannya. Hehe. Mungkin fans Krueger yang lain bakal gak suka sama sekuel ini dan menganggap Jack Sholder merusak esensi awal dari apa yang dibikin Craven, tapi gue lebih sebagai fans Krueger yang menerima ini dengan lapang dada. Karena gue yakin nun jauh disana, dibalik sejumlah kegagalannya yang kurang "meneror" gue disekuel ini, dia sudah berbuat all-out untuk menjadi seorang Freddy Krueger. Thanks pak Robert Englund.
Seperti yang gue bilang diatas,
karena ini sudah dikremasi sebagai salah satu bagian dari keseluruhan A Nightmare On Elm Street, sekancut apapun ini menjadi dan betapa kurang memuaskannya atmosfir mimpi buruk yang dia ciptakan, Freddy's Revenge tetap bisa dinikmati sebagai bagian dari sebuah keklasikan 80-an,
dan meski banyak kritik negatif gue tulis di paragraf atas, gue tetap bisa mengapresiasi keseluruhan film ini-----setidaknya gue menontonnya di laptop tetap terhibur tanpa rasa kesel atau mengumpat, meski gue ga merasa "sangat puas" seperti saat menonton arahan Wes Craven.
RATE : 7.8/10
Review yang lebih lengkap : http://projectreviewstheworld.blogspot.com/2011/11/review-nightmare-on-elm-street-freddys.html
Tag: horor, freddy krueger
Terkait:
-
Hi5teria (2012): Sekedar Histeria Omnibus
Rabu, 2 Mei '12 23:24 -
FANTASI BERKECAMUK DENGAN THRILLER DAN HOROR
Jumat, 6 Apr '12 17:53 -
Paranormal Activity 3 (2011) - Mockumentary Yang Seram
Sabtu, 24 Mar '12 13:59
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sabai: Informatif
-
Deli Putra: Good Take
-
kniwe: Good Take
-
oksbangs: Good Take
-
dudek: Good Take

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat