Review : I Spit On Your Grave (2010) To Remember Meir Zarchi's 1978 3

Selasa, 8 Nov '11 18:02

Oke, sebelumnya gue mau menyambut diri gue sendiri yang AKHIRNYA KEMBALI LAGI NULIS DI BICARAFILM INI :) sebelumnya udah lama banget gue ga nulis disini, teman teman penulis baru juga sudah bermunculan, berhubung gue ga inget password buat loginnya (terus akhirnya nyoba nyoba dan ternyata bisa!) akhirnya mutusin buat posting salah satu review di blog film pribadi aja hehe :) Moga moga untuk kedepannya gue lebih sering nulis disini lagi ya :)


Mari, gue mau cerita dulu. Sekitar tahun 2008 seorang anak cewek berumur sekitar 14 tahun mendapati bahwa rumahnya kosong dan berpikir mungkin ada kesempatan untuk curi-curi nonton koleksi DVD-DVD film (bajakan) punya kakaknya dan berharap akan mendapati sedikit banyak penampakan boobs-semi naked-ala-film-Dewi-Perssik, maka dia pun mengoprek-ngoprek DVD-DVD kepingan itu sambil melihat sampul-sampulnya-----mendefinisikan apa yang ada didalam filmnya dari gambar covernya. Sampai akhirnya disuatu kali anak cewek itu mendapati gambar cover ini disalah satu sampul DVD 10 in 1 dengan title "I SPIT ON YOUR GRAVE" 
Covernya kelihatan sangat provokatif, eksploitatif, mengundang, dan menarik perhatian.
Akhirnya anak cewek itu menyimpulkan dari gambar dan sinopsis dibalik sampulnya bahwa film ini "pasti diisi adegan perkosaan, yang berarti bakal banyak ketelanjangan, yang berarti ini sepertinya menarik untuk ditonton untuk ngisi waktu senggang"
Anak cewek itu rupanya intelejensia otaknya masih ukuran dibawah average, dia ga tahu bahwa adegan rape difilm ini menjadi kontroversi dijamannya dan bahkan adegan perkosaan di film ini bukan seperti apa yang tampak disinetron-sinetron ibukota yang biasa dia tonton. Ini bukan adegan perkosaan dimana seorang cewe nangis memble sambil ngomong, "Aku udah ga suci lagi mah.. aku udah kotor.." seperti apa yang kelihatan di drama TV. Masalahnya adalah dia harus tahu bahwa dunia film jauh lebih deep dan tidak secetek apa yang dia tonton di TV Indonesia. Dunia film berusaha membuat sesuatu lebih realistis, lebih naturally terlihat nyata, bahkan kalau perlu lebih frontal. Dan hari itu anak cewek itu ditakdirkan untuk belajar bahwa, dia tidak akan pernah melupakan betapa kejamnya sebuah film bernama... I Spit On Your Grave itu.
Kita udah tahu premis cerita I Spit On Your Grave itu apa. Sekarang lebih menarik untuk membahas apakah versi remakenya ditahun 2010 'sebangsat' efek yang berhasil ditebarkan originalnya ditahun 1979?

Sekarang mari kita lihat dari atmosfir yang dibangun dari versi remakenya. Versi remake tentunya dibikin diera teknologi dan tidak se-ala kadar versi Meir Zarchi. Gue yakin I Spit On Your Grave versi Steven R. Monroe sangat dipersiapkan matang, karena Monroe seperti tahu berat betapa tinggi tanggung jawab yang mesti dipikulnya buat nge-remake sebuah film yang menjadi cult classic dan salah satu yang bisa dibilang terus dikenang dari masanya.
Yang gue seneng dari remake ini adalah Meir Zarchi masih terlibat didalamnya. Gue yakin Meir Zarchi adalah orang yang paling ngerti dan meresapi buatannya ini, jadi dengan adanya dia dibangku produser dan ikut serta menulis ulang skenarionya, ini lebih terjamin. Daripada semua produknya Platinum Dunes? Sepanjang gue nonton versi  baru ini bahkan gue masih merasakan adanya Meir Zarchi masih memegang kuasa dan "mengawasi" setiap langkah yang divisualisasikan Steven R. Monroe.

Nah, di versi 2010 atmosfer film ini lebih tersusun rapi dengan iringan musik scoring yang mencekam dan menguatkan unsur thrillernya. Eh, ada yang tau gak kalau I Spit On Your Grave versi lama itu minim (atau malah sama sekali) tanpa musik yang melatarinya? Selain meskipun secara basic cerita pendahulunya dimasukin 75% tanpa perubahan (cuma ada penambahan karakter Sheriff yang gue asumsiin dirancang oleh Meir Zarchi untuk lebih memuaskan dendamnya) versi baru juga melahirkan sudut pandang baru atas karakteristik Jennifer Hills.
Nah, soal karakteristik Jennifer Hills yang ditampilkan kedua filmnya, ada perbedaan yang cukup signifikan.
Ketika era Camilla Keaton, Jennifer divisualisasikan Zarchi sebagai korban yang sangat-sangat menyedihkan dan memang harus balas dendam. Setelah mengalami perkosaan yang berhasil membuat penonton merasa betapa pedih, sakit dan kejamnya, Jennifer diletakkan Zarchi hanya sebagai korban dan wanita biasa yang menuntut pembalasan atas apa yang sudah diterima.
Sementara... versi Monroe ketika Jennifer sudah diperkosa, karakteristik dan sudut pandang Jen langsung tiba-tiba berubah jadi semacam seorang wanita psycho yang kejam dan tidak kenal ampun, rasanya cuma entah kenapa Jennifer terlihat sangat sangat berubah jadi psikopat aja gitu. Ada beberapa hal mungkin yang membuat versi Monroe jadi dibawah versinya Zarchi, mungkin karena adegan perkosaan versi Monroe tidak terlihat semenyakitkan punya Zarchi,  atau karena adanya penyisipan ala Saw disini yang membuat Jennifer keliatan kaya seorang cewe yang udah mempersiapkan segala rencana balas dendamnya dengan lihai (iya kan? Semua cara penyiksaan yang dia rancang disini bikin dia keliatan ga biasa dan emang psikopat). 
Jadi menurut gue, I Spit On Your Grave versi remake cukup berhasil tapi bukan untuk menggantikan atau lebih baik dari versi pertamanya,

 I Spit On Your Grave versi Steven R. Monroe lebih cocok dijadikan alternatif lain dari versi Zarchi, atau dimana kita mau melihat dimensi lain dari balas dendam Jennifer Hills dalam medium yang lebih modern dan lebih matang lagi. 

Semua bentuk torturenya dibikin secara eksklusif lebih seperti pengembangan dari versi sebelumnya, meskipun aura Saw itu membuat pandangan atas karakteristik Jennifer jadi turut berubah, tapi I Spit On Your Grave versi remake cukup lumayan gue suka, meskipun tetep, titik kekerasan grafik seksual yang mereka raih masih kalah berat dari pendahulunya, Meir Zarchi.

Jadi, menurut gue kedua versi ini saling melengkapi, bukan untuk dibilang bahwa salah satunya lebih baik atau lebih buruk, masing-masing film punya warna sendiri, dan ya... setidaknya versi remake ini jauh jauh lebih baik dan memuaskan ketimbang semua remake yang digagas oleh Michael Lebay diperusahaan sialannya, Platinum Dunes.


Rate : 7.8/10

 

Reviewan yang lebih spesifik lagi, kunjungi http://projectreviewstheworld.blogspot.com/2011/11/review-i-spit-on-your-grave-2010-to.html 


Tag: remake, meir zarchi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

MAF 0 0
baik yang versi remake sama versi aslinya, saya belum nonton keduanya. Tapi saya lebih tertarik untuk nonton yang versi jadulnya. : )
kniwe 0 0
Iya, pokoknya harus lebih sering posting di sini : )
itsmaudy 0 0
@MAF yang versi jadulnya tentu aja menang telak dari segi apapun (kecuali segi tekhnis yang sangat buruk). coba nonton yang jadul dulu, kalau yang remake seperti pelengkap aja sih

@kniwe hehe oke : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat