Warrior (2011) -Petarung Amerika di Masa Kini 2
Rabu, 2 Nov '11 23:38
Memang agak telat saya posting tentang film ini di bicarafilm ini (Rabu 2, November) mengingat filmnya akan turun dari blitzmegaplex Kamis esoknya, tapi tak apa mungkin jika saya sedikit share apa yang saya dapat. Dari judulnya kemudian banyak yang salah tanggap/misled dan bertanya-tanya tentang apakah 'Warrior' ini? Film colosal kah? film silat Asia yang itu kah? Bahkan ketika melihat posternya (ya, poster di samping) seorang rekan kantor bisa bercanda "ini film tentang maho ya?" bahkan yang cukup ekstrim ketika saya mempromosikan film ini di twitter, kemudian ada yang bertanya "ji ini filmnya Jacob (Taylor Lautner) itu ya?" (Abduction maksudnya). Di Indonesia sendiri memang filmnya kurang gencar dipromosikan, dan film ini secara mungkin karena memang secara exclusive hanya release di blitzmegaplex dan tayang secara reguler mulai tanggal 12 Oktober 2011.
Jadi film tentang apakah sebenarnya "Warrior"? Dari preview-nya saya sudah pribadi seperti familiar dengan film ini dan ya, Warrior memang agak sedikit mirip dengan The Fighter yang belum lepas dari ingatan kita, yang juga dikarenakan jarak yang tidak terlalu jauh dari "The Fighter" mau tidak mau film ini kemudian akan dibandingkan dengan pendahulunya tersebut.
Cerita bermula ketika Tommy Conlon (Tom Hardy) mendadak menyambangi Ayahnya Pady Conlon (Nick Nolte), seorang legenda yang semakin termakan usia yang ternyata telah berubah 180'. Tommy, seorang mantan juara yang baru pulang dari medan perang, kemudian menghadapi trauma perang yang mendalam dan kembali ke arena bertarung. Kita kemudian diajak mampir ke tempat sang kakak Brendan Conlon (Joel Edgerton) mantan petarung yang sebenarnya berprestasi biasa saja di UFC (Ultimate Fighting Championship) kini telah menjadi guru fisika di sebuah sekolah dan telah membangun keluarga yang bahagia, hal yang tidak pernah didapat di masa kecilnya dan saudaranya dikarenakan kelakuan sang ayah di masa lalu. Mereka secara kebetulan sama-sama mengikuti kejuaraan MMA (Mixed-Martial Art) terbesar dengan hadiah terbesar yang pernah ada senilai 5 juta dolar.
Dua bersaudara tersebut memiliki motivasi nya masing-masing dalam. Tommy Conlon sebelumnya merupakan ex-marine di Irak, mengalami krisis kepercayaan yang membuatnya kabur dari kesatuan, Ia juga merasa berhutang pada keluarga teman seperjuangannya yang wafat di sana dan bertekad menyumbangkan hadiah tersebut untuk keluarga tersebut. Sedangkan Brendan Conlon yang sudah susah payah membangun keluarga, memiliki banyak hutang dikarenakan harus membiayai pengobatan salah satu anaknya yang sakit jantung. Hutang tersebut kemudian mengancamnya untuk menjual rumahnya, rumahnya yang indah yang ia sudah usahakan sebagai salah satu cara membentuk keluarga yang bahagia terlebih ia harus diskors selama satu semester karena diketahui mengikuti pertarungan di dekat strip-club.
Tommy kemudian mendaftarkan diri sebagai Tommy Riordan sesuai nama gadis ibunya. Ada beberapa hal yang menyebabkan Tommy menyembunyikan identitasnya. Sebagai ex-marine yang memiliki kenangan tidak menyenangkan di medan perang, Tommy sebisa mungkin bersembunyi dari masa lalunya. Selain itu, sebagai seorang anak yang memiliki masalah dengan ayahnya, ada kemungkinan Tommy Conlon ingin muncul kembali ke arena pertarungan sebagai dirinya sendiri, bukan dikenal sebagai anak seorang legenda juara yang kontroversial.
Saya sering mendengar, olahraga khususnya olahraga semacam ini bukan serta-merta masalah teknik atau fisik belaka, tapi juga mental. Dilatih oleh pelatih yang mempunyai reputasi di bidangnya dan memiliki pendekatan yang terkenal unik, Frank Campana (Frank Grillo). Brendan yang memiliki kemauan keras, tahan banting, dan mungkin juga memiliki trik-trik terkait pengetahuannya di bidang fisika (?) mampu survive di kompetisi ini jauh dari titik dimana ia diprediksikan.
Berbeda dengan "The Fighter", yang menampilkan konflik family business, khas keluarga petinju dan saudari-saudari yang banyak jumlahnya seperti umumnya keluarga Amerika Serikat di tahun 60-80an. 'Warrior' tampil sebagai film Amerika yang lebih kekinian, tidak lupa menampilkan wajah Amerika saat ini. Seperti krisis kepercayaan ex-marine yang baru pulang dari Irak yang dialami Tommy, juga krisis ekonomi Amerika yang seperti realitanya menggerogoti properti keluarga-keluarga Amerika dan Brendan yang ngotot mempertahankan rumahnya juga merupakan gambaran masyarakat modern yang ketika dilanda krisis tetap mempertahankan 'kehormatannya' yang diwakili oleh rumah mewah, mobil mewah dan sebagainya.
Selain itu yang membuat berbeda lagi dari 'The Fighter' film tentang tinju yang pertandingannya biasa di event-event khusus atau harus dipromotori, 'Warrior' yang mengangkat turnamen MMA sebagai klimaksnya, tentu memiliki lebih banyak scene pertarungan dari 'The Fighter' dan sebagai film tentang MMA tentu kita akan banyak disajikan teknik-teknik yang bisa membuat kita ter-'uwoo' sendiri ketika melihatnya.
Sayangnya ada hal-hal yang tidak dijelaskan/divisualisasikan di film ini, entah karena memang durasi yang membatasi atau bagaimana. Seperti bagaimana sebenarnya hubungan antara Tommy dan Brendan di waktu kecil apakah mereka teman saudara yang dekat, apakah mereka sering sparring. Bagaimana ayah mereka mendidik mereka berdua sehingga Brendan kemudian mengakui dianak-tirikan karena adiknya yang lebih dianggap berbakat lebih diperhatikan. Bagaimana Brendan dibesarkan, termasuk karir UFC nya sehingga dia kemudian mampu melaju sejauh itu dalam kompetisi, sebenarnya merupakan hal yang menarik untuk diangkat. Bagaimana hubungan Brendan dengan anaknya yang sakit jantung pun tidak terlalu banyak ditampilkan, sang sutradara Gavin O'Connor selain dibatasi durasi mungkin tidak mau terlalu banyak menampilkan drama, apalagi drama berpotensi mengganggu alur dari film ini.
'Warrior' telah sukses menjadi film MMA yang mampu meluluhkan hati penontonnya dan menanggulangi banding-bandingan yang terjadi terhadap 'The Fighter' yang hanya terpaut setahun. Pertandingan-pertandingan yang intense dan menyentuh hati tentang hubungan keluarga di dalamnya membuat durasi sepanjang 140 menit menjadi tidak terasa. Ditambah dengan akting dari para pemainnya terutama dari dua aktor utama yang menyentuh dan meyakinkan (dalam hal ini saya memprediksi Tom Hardy akan memperoleh nominasi Oscar). Sebuah film terbaik sepanjang 2011 sejauh ini.
88/100
Sutradara: Gavin O'Connor
Cast: Tom Hardy, Joel Edgerton, Nick Nolte
Pertama kali dipublikasikan di http://nonethe.posterous.com/warrior-2011
Terkait:
-
Sunny (2011)
Sabtu, 17 Des '11 05:20 -
Sang Penari: Ronggeng Sebagai Penebus Dosa Orang Tua Dan Pengorbanan Cinta
Jumat, 4 Nov '11 07:24 -
REAL STEEL & WARRIOR : TWO HEARTPUNCHING KNOCK OUTS!
Jumat, 4 Nov '11 01:20

Komentar:
Saya yang secara umum nggak suka liat tinju dan MMA, kali ini terpaksa angkat topi pada sutradara Gavin O’Connor yang dengan sangat jitu meramu adegan di atas ring menjadi tidak sekedar sangar, tapi juga sangat emosional. Adegan demi adegan membawa kita bersimpati pada ketiga pria yang menjadi tokoh sentral cerita ini, si bapak dan dua putranya.
Silahkan login untuk memberikan pendapat