The Perfect House (2011) -Thriller Misteri Yang Terlalu Banyak Memberi Informasi 11
Sabtu, 29 Okt '11 13:42
Dari judulnya mungkin kita (hah.. kita?) ehm atau saya sendiri sempat rancu antara film ini dengan "Dream Home", namun "The Perfect House" sebenarnya tidak ada kaitannya dengan film tersebut, atau bahkan memiliki tema-tema yang mirip dengan "Dream Home". "The Perfect House" (yang seperti poster di samping memiliki judul yang dibuat seperti tulisan Thailand) merupakan film yang kabarnya telah wara-wiri di ajang-ajang internasional, sempat tayang di Puchon International Fantastic Film Festival dan sewaktu pembukaan disebut-sebut oleh para official film ini juga telah dibawa ke berbagai negara termasuk Australia. Trailernya pun menjanjikan dan dari sinopsisnya kemudian bisa jadi kita akan memikirkan film "Rumah Dara" (Macabre) 2009, berbagai hal yang membuat film ini memberikan ekspektasi yang lebih bagi penggemar film Indonesia. Namun apakah film ini memang memenuhi harapan?
Bermula ketika Julie (Cathy Sharon) seorang guru yang bekerja di sebuah lembaga pendidikan bersiap mengambil cuti untuk menemui sanak saudaranya di Bandung. Sayangnya dia harus membatalkan rencananya dikarenakan kedatangan Ibu Rita (Bella Esperance) yang lebih senang dipanggil Madam (yang bukan Madame-X) yang datang untuk meminta guru home-schooling pengganti untuk cucunya Januar (Endy Arfian) karena guru sebelumnya yang dia dapatkan di lembaga pendidikan yang sama kabur dari rumah sang Madam di Puncak. Julie yang sebenarnya berniat menolak keinginan sang Madam, kemudian menyanggupi karena simpati pada Januar yang disebut Madam Rita telah kehilangan kedua orang tuanya karna kecelakaan sama seperti Julie sendiri. Dibantu Dwi (Wanda Nizar -semoga mendapat ketenangan di sisi-Nya) Julie pindah ke rumah itu dan keanehan demi keanehan dari para penghuni rumah segera dirasakan oleh Julie setelah tinggal di rumah tersebut satu persatu misteri hilangnya pengajar terdahulu pun terkuak.
Setelah menonton The Perfect House, saya pribadi menyayangkan beberapa hal, terutama trailernya yang terlalu panjang dan mengambil banyak scene utama sehingga membuat beberapa adegan tidak lagi mendebarkan karna sudah ada di trailer. Dan sebagai film thriller pun inti cerita dan apa yang sebenarnya terjadi di rumah itu sudah ketebak di bagian-bagian awal film. Bahkan di gala premier film ini yang saya datangi, terdapat sebuah poster yang menjelaskan biang masalah di rumah itu. Tidak tampak adanya usaha untuk menutupi biang masalah dalam cerita ini, seperti misalnya menggunakan formula klasik dalam film misteri yang biasa membuat penonton sok tau (seperti saya) akhirnya salah tebak, yang sebenarnya masih bisa digunakan jaman sekarang. Contohnya dalam suatu adegan pembunuhan di film ini, salah satu seorang yang bisa menjadi tersangka utama terlihat mempunyai alibi ketika dengan santai meminum teh. Dan tak ada pula efek-efek yang terlalu mencengangkan yang biasa memanjakan para pencinta slasher di film rumah dara ataupun pintu terlarang.
Aspek cerita tersebut sedikit terangkat oleh beberapa aspek lain seperti akting para pemerannya. Bella Esperance tampak alami berperan sebagai Madam Rita yang mungkin keturunan Belanda dan mungkin juga menghidap OCD (Obsessive-compulsive Disorder) suatu kelainan dimana penderita menjadi obsesif terhadap detil tata letak dan kebersihan. Tidak lupa akting yang mencengangkan dari Endy Arfian sebagai Januar yang tampak tidak dibuat-buat, mampu dengan baik mengikuti arahan. Dan tentunya Mike Lucock sebagai Yadi yang tentu sudah biasa bermain di film-film seperti ini dan tidak perlu dipertanyakan lagi. Aktor-aktor yang kemudian membuat Cathy Sharon tampak jomplang di sini. Dari depertemen art pun sangat baik dalam menyiapkan detil, dari opening sampai ke isi di rumah di film ini.
6/10
Sutradara: Affandi Abdul Rachman
Pemeran-pemeran utama: Cathy Sharon, Endy Arfian, Bella Esperance, Mike Luckok, Wanda Nizar
Tag: Indonesia, thriller, 2011, The Perfect House
Terkait:
-
Sang Penari (2011)
Sabtu, 29 Okt '11 13:30 -
Ini Dia Film-Film Peserta FFI 2011
Kamis, 27 Okt '11 12:00 -
Love Story (2011)
Kamis, 27 Jan '11 19:07
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kniwe: Good Take
-
dudek: Good Take
-
FikryAyubRaka: Box Office
-
I wrote SYN not Tragedies: Informatif
-
Rushed: Informatif
-
oksbangs: Good Take

Komentar:
jarang Indonesia memproduksi film seperti ini.
film ini bergenre thriller. Ya sudah pasti ada adegan bunuh-membunuh. jadi kenapa kita dipusingkan dengan informasi-informasi yang ada? cerita udah ketebak lah dsb dsb.
Nikmati saja setiap adegan yang ada.
sinematography nya juga bagus banget kok.
kasian kan kalo film yg seperti ini dikritik pedas.
sudah jarang di kritik pula. support your local movie.
Banyak teman-teman di luar sana pun yang grup kritik nya sudah punya nama, tetap kasi kritik pedas walaupun filmnya sudah digarap serius, namun andilnya ke film Indonesia tidak perlu diragukan lagi (mengarsipkan film dll) seperti teman-teman di filmindonesia.or.id
Soal cinematography, art, acting dan lainnya , setuju memang bagus. Soal tidak perlu memusingkan informasi yang ada dan menikmati bunuh-bunuhannya juga boleh lah saya setuju,
Sebenernya kalau filmnya keliatan digarap serius saya juga berusaha mengangkat yang baik-baiknya dan biasanya ga akan saya kasih nilai dibawah 6.
Bagus memang film Indonesia sudah banyak yang digarap serius. Di sini saya cuma share yang saya temukan dan pendapat saya saja, namanya juga forum share tulisan film
Terima kasih sudah mampir, sukses buat mas Sutradara
Pada akhirnya setelah menonton, Saya kecewa karena film ini tidak sesuai harapan, ketegengannya kurang dan cerita terlalu mudah ditebak.
Oh ya, darimana sih berita yang bilang film ini mendapat sambutan baik dari festival film di luar negri?
Bolehlah Saya mengritik karena mengingnikan ada filmmaker Indonesia yang bisa bikin film dengan genre ini atau genre-genre lainnya tapi dengan kualitas yang baik.
hmmm
menurut saya
rumah dara justru segi minusnya adalah plot yang mudah ditebak, dan adegan potong2an yang keseringan, walo overall 7/10 lah
sekilas baca repiyu2 banyak yang bilang perfek hos ini adegan action ato bacok2nya relatiip dikit dan kekuatannya ada pada alur ceritanya
ah semakin penasaran saja, sekalian mo liat akting cathy ... klo di sinetron kan aktingnya biasa aja hehehe
ambil komentar temen saya dari cinemaexposure.com kalau gak keberatan dengan cerita yang mudah ditebak, film ini bagus kok jadi pilihan tontonan.
Bedanya, Lilith itu tittisan iblis, kalo Januar itu penderita Personality Disorder (mungkin ya..coz dia punya 2 kepribadian, sebagai Januar dan Marchi..).
Film ini layak diapresiasi dengan sinematografi yang baik dan akting para pemain yang tidak bisa dianggap remeh. Bella Esperance bermain sangat baik di film ini, jujur kangen banget dengan akting ibu yang satu ini, mimik wajah culasnya, gesturnya...mantap deh, Mike Luckock juga bermain bagus....
Cathy Sharon? No comment, tapi saya sangat suka scene pas Bu Julie berselisih paham dengan Madam Rita krn melanggar peraturan membiarkan Januar bermain di luar rumah....
Kalo masalah pertumpahan darah, menurut saya Rumah Dara lebih slasher ya dibandingkan film ini......
But Overall, pelem ini bagus...
Or should I stay at home "masturbating" to Wrong Turn 4?
Silahkan login untuk memberikan pendapat