Graveyard Encounters : So Classic, So Paranormal Activity 4

Sabtu, 29 Okt '11 23:50

Oktober. Yap bulan dimana bioskop mulai di”hantui” film-film horror. Mungkin karena ini berdekatan dengan Haloween. Pada awalnya saya tidak tertarik, atau bahkan bisa dibilang sangat ogah menonton film yang satu ini. Karena takut? Bukan. Karena memang tidak ada hal yang menjadi daya tariknya. Pertama tidak ada satupun artis terkenal yang terlibat di film ini. Kedua it’s so paranormal activity. Yang memakai kamera dengan night mode, ato kamera bergerak yang dibuat seolah-olah film dokumenter. Ok its classic. Ketiga, dari segi cerita juga standart. Nothing special. Namun, saya sempat menonton trailernya. Yap as I guess before, terlalu biasa film ini. Tetapi saat itu benar-benar baru kelar ujian, teman saya mengajak nonton buat refreshing, dan ok, saya memilih film ini karena betterlah dibandingkan film lainnya, dan minimal untuk mengobati kerinduan saya akan horror-horror normal, bukan horror seks dimana hantunya ingin menikah, janda, seksi, atau semacamnya.

            Menonton tanpa adanya ekspetasi bahwa film ini akan memuaskan. Dan sepertinya pilihan tepat. Namun ternyata tanggapan negatif saya berubah. Film ini memang tidak wah namun minimal cukup menghibur. Film ini bercerita mengenai sebuah reality show pemburu hantu yang melakukan shooting di tempat-tempat angker yang sudah terkenal disana. Dan pilihan akhirnya jatuh kepada semua rumah sakit jiwa. Awalnya kita disuguhkan hal-hal konyol seperti menyogok tukang kebun untuk mengatakan tempat berhantu, persiapan shooting dan lain sebagainya. As always selalu ada karakter yang sok jago yang meremehkan hantu-hantu disana yang sepertinya membuat sang hantu marah. Hingga akhirnya saat malam tiba, terror pun dimulai. Hantu-hantu mulai memberi tanda perlahan hingga mulai semakin menampakkan diri. Dan cerita makin menarik saat mereka ternyata tidak bisa keluar dari rumah sakit tersebut dan menjadi pasien dirumah sakit jiwa itu. Mereka semakin diburu satu per satu.

            Seperti yang saya bilang diatas film ini nothing special. Memakai aktor atau aktris yang kurang terkenal, tokoh antagonis dipilih yang berpenampilan menarik, memakai night mode kamera, ok ini classic. Lalu 10menit pertama pun sudah bisa ditebak bahwa akhirnya mereka semua terperangkap dan mati satu persatu. Namun hal positifnya kita seperti dibawa ke horror-horror jadul seperti hantu dengan lidah terpotong, bathtub penuh dengan darah, puluhan pasang tangan hitam yang muncul. Yah its so old school. Tapi better dibanding dengan zombie-zombie. Lalu adegan dilukai setan dengan dicakar-cakar, pintu tertutup sendiri, jendela terbuka sendiri juga merupakan nilai lebih bagi saya. Yang menambah tingkat kemencekaman.

            Lalu sangat tidak mungkin kita tidak ingat dengan horror sukses Paranormal Activity 1. Dengan gaya shooting yang sama tentu wajar kita membandingkannya. Dan yap menurut saya paranormal activity tetap menang. Dari segi akting, keorisinilan, dan naturalitas kemunculan hantu-hantunya. Kalau diparanormal activity kita diajak mengintip aktivitas hantu dirumah saja, disini kita dibawa ketingkat yang lebih ekstrim. Rumah sakit jiwa. Dan tentu saja ini seperti sarang hantu-hantu berada. Namun mungkin karena lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari saya merasa Paranormal Activity lebih mengena. At least lebih mungkin terjadi pada diri kita. Tetapi kemunculan hantu yang tidak berlebihan di Graveyard Encounters tetap mampu memancig bulu kuduk kita merinding. Terutama setan dengan lidah terpotong itu ok its creepy. Lalu dari segi akting, semua tidak ada yang menonjol. Justru malah ada yang buruk, seperti pemeran paranormalnya. Ok tidak bisa dibedakan antara paranormal dengan tukang jamu. Dia flat disetiap adegan. Oia ada satu adegan memorable disini. Yaitu adegan saat si pemeran utama yang akhirnya memutuskan memakan tikus karena terkurung berhari-hari tanpa makan dirumah sakit itu. Itu yang minimal mampu me”ngocok” isi perut anda. Dari segi soundtrack pun tidak spesial, tidak mengagetkan dan tidak menarik. Yah mungkin karena keseluruhan adegan dibuat seakan nyata jadi tidak perlu sound effect berlebihan. Atau masalah budget? Karena sekali melihat trailernya pasti kita berpikiran ini hanyalah film berbudget kecil yang digarap tidak terlalu serius.

Namun Graveyard Encounters masih cukup layak ditonton untuk sekedar shock teraphy, atau kalian yang rindu akan film horror dibioskop. Dibanding menonton film horror murahan yang berarti mendukung terus diproduksinya film sejenis, akan lebih baik kita menonton horror lain yang dari segi kualitas bisa lebih baik. Jadi selamat menonton J

Regards,

@dnielcarmichael


Tag: review

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Invictus- 0 0
one of the most terrifying horror movies, ga usah ngarepin banyak klo low budget, tapi horror meternya. gezz.. its no joke.
sabai 0 0
kata Invictus- "one of most terrifying..." tapi kalo baca reviewnya katanya ya cukup menakutkan aja... Hmmm...
*mikirmaunonton
MAF 0 0
aduh kebaca pas bagian adegan memorablenya, padahal saya belum nonton. -_-
den Koplak 0 0
kurang horror...

Silahkan login untuk memberikan pendapat