The Awesomeness of Atoms (Real Steel-2011) 2
Jumat, 28 Okt '11 18:17
ATOM adalah nama robot di film Real Steel yang dikendalikan oleh Charlie Kanton dan Max Kanton anaknya. Beberapa kali mengalami kinda de javu dari awal hingga akhir menonton film ini. Pasti kalian setuju yang mengikuti perkembangan manga jepang. Pada tahun 1952, dewa manga bernama Osamu Tezuka menciptakan karakter robot anak kecil bernama Atom Boy. Atom adalah robot anak kecil yang diciptakan oleh ilmuwan jenius Dr. Tenma, untuk menggantikan posisi anaknya yang meninggal benama Toby. Atom adalah robot yang sangat kuat, dengan roket di tangan dan kakinya, bisa terbang, menembakkan senjata. Karakter Atom ini sendiri dihidupkan di serial anime jepang pada tahun 1952, dan juga diterbitkan beberapa volume manganya (komik) dengan judul Atom Boy dan Astro Boy. 
Karakter Atom ini dihidupkan kembali oleh seorang mangaka jenius bernama Urasawa Naoki (Mr. Keaton, Monster, 20th Century Boys, Yawara, dll) di takubonnya (komik panjang) berjudul Pluto. Pluto sendiri menceritakan sebuah robot bernama Pluto, robot dengan "artificial-psychology-intelligence" yang sangat bermasalah. Dia mulai membunuh satu-persatu robot-robot hebat di dunia, dan Atom adaah salah satu sasarannya. Atom di komik pluto digambarkan dnegan sangat manis, lebih dapat dikatakan sebagai anak kecil polos yang takjub dengan siput yang kehujanan, ketimbang dikatakan robot.
Karakter Atom ini juga dihidupkan kembali oleh Hollywood, di film animasi berjudul Astro Boy (2009). Degan latar belakang yang sama, sangat kenal dengan nuansa USA-nya, saya masih mengapresiasi sinematografi animasi film Astro Boy ini, walau saya tidak terlalu terkejut dengan jalan ceritanya. Di film Astro Boy versi Hollywood ini ada karakter robot yang saya suka yaitu ZOG.
Rasanya seperti direcall kembali ingatan saya, bahwa Zog ini karakternya mirip sekali dengan Atom di film Real Steel. Pertama, Zog sama dengan atom, mereka tidak bisa bicara. Kedua, Atom dan Zog sama-sama ditemukan di tempat sampah. Ketiga, mereka ditemukan untuk tujuan dipertandingkan.
Ada film lain yang membuat saya merasa ter-dejavukan-kan saat menonton Real Steel. Film ini mirip dengan The Champ (1979), bercerita ttg mantan petinju profesional yang terpuruk yang yang akhirnya kembali bangkit karena motivasi dari anak lelakinya. Film itu menceritakan bagaimana sang ayah akhirnya bangkit dari keterpecundangan demi masa depan yang lebih baik untuk anak lelakinya.
Jika IMDB me-genrekan film ini action-drama-Scifi, maka komposisi yang tepat menurut saya untuk film ini adalah 50% drama, 30% action, dan 20% scifi. Film ini malah cocok dikatakan sebagai film keluarga, mungkin pengalaman Shawn Levy sang sutradara yang menyutradarai Just Married, Night At The Museum, Cheaper by the Dozem, dll. jadi sutradara ini memang berpengalaman menggambarkan konflik dan dinamika hubungan ayah-anak di film Real Steel. Kedua, film ini adegan pornonya hanya beberapa detik, itu pun hanya adegan ciuman. Tidak ada wanita berpakaian bikini, tidak ada adegan skes yang tertutupi ataupun tidak tertutupi selimut, membuat film ini sangat layak ditonton oleh anak dibawah umur.
Mengenai action, mungkin tidak sepektakular Transformer. Jika dinilai adegan bertarung transformer tentu lebih futuristis. Saya tetap mengapresiasi pertarungan robot di film ini karena memang dibiarkan original seperti pertanddingan tinju yang dilakukan oleh manusia. Mulai dari upper cut, jab, straight, hook, semua seperti pertarungan tinju. Tidak ada robot yang bertangan 3 atau lebih dari 3, atau robot dengan senjata rahasia seperti sengat kalajengking di film Transformer, tidak ada robot yang mengeluarkan roket di pundaknya seperti Iron Man, atau tidak ada robot yang bertarung dengan pedang dan senjata dengan sangat futuristik seperti di Gundam. Pertarungan dibuat se-original mungkin seperti pertandingan tinju manusia. bagaimana robot itu memukul, terkena pukulan, bertahan, mnunduk, dll. Walau ada beberapa robot dengan desain nyeleneh di film ini.
Teknologi di latar belakang th 2016 di film ini juga masih dibilang masih sangat mungkin terjadi, saya tidak tahu dengan teknologi robot di tahun itu nanti. Kalimat sebelumnya ini maksud saya, ada beberapa perushaaan yang akan mengklaim dirinya bahwa dia akan menjadi perusahaan besar di tahun itu (di masa depan itu, mereka adalah HP dan Bing. Tonton sendiri filmnya baru anda akan mengerti. Mungkin tidak hanya perusahaan IT, tetapi juga program televisi yaitu ESPN.
Kejutan lain dari film Real Steel ini adlaah alur yang dibangun dari awal membuat komposisi drmaa (50%), ACTION (30%), DAN SCIFI (20%) ini terkombinasi dan tercampur aduk dengans sangat mulus. Kalau film bertemakan scifi akan memukau penontonnya karena beyond the imagination, sedangkan action akan membuat jantung berdegub, sedangkan drama di film ini membuat kedua mata saya hampir menangis. Serius! ada adegan di film ini yang digambarkan dengan sangat lambat, lalu memperlihatkan karakter bernama Bailey menangis, membuat saya juga ingin menangis.... menangis setelah jantung saya bergedub karena bunyi "clank ! clank ! clank ! clank ! ctink ! dash ! clank ! clank !" robot yang saling meninju, dan mata saya terpukau berkaca-kaca karena melihat kecanggihan teknologi pertarungan robot ini....
cinematicorgasmrating 85/100
www.cinematicorgasm.tumblr.com
www.imankurniadi.wordpress.com
Terkait:
-
RA.ONE : BOLLYWOOD STRIKES BACK
Sabtu, 29 Okt '11 11:46 -
R for Robot
Senin, 13 Des '10 06:13 -
Surrogates: Masa Depan nan Mengerikan
Kamis, 8 Okt '09 13:49
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kniwe: Good Take
-
dudek: Good Take
-
I wrote SYN not Tragedies: Good Take

Komentar:
kemaren saya pas ke 21 rada bimbang mo nonton ni pelem, dan endingnya saya nonton Johnny English Reborn
setelah baca ulasan ini
kayanya ni pelem boleh juga
nice review!!
Silahkan login untuk memberikan pendapat