JOHNNY ENGLISH REBORN : MOH-ZAMBIQUE-LY FUNNY! 0
Jumat, 28 Okt '11 03:03
JOHNNY ENGLISH REBORN
Sutradara : Oliver Parker
Produksi : Studio Canal, Relativity Media, Working Title & Universal, 2011
Selagi penonton Asia bisa menyerap semuanya, komedi Amerika punya gap yang cukup besar dengan komedi Inggris. Thus, ketika Rowan 'Mr. Bean' Atkinson, yang sudah punya nama besar di negaranya termasuk serial Mr. Bean yang sudah melanglang buana kemana-mana itu akhirnya menggebrak layar AS di tahun 1997, hasil box office-nya juga sekedar adem-ayem saja. Menyadari perpaduan gaya Amerika tetap tak bisa digesernya, tak seperti worldwide box officenya yang bisa dibanggakan, dua lagi filmnya setelah itu, spy-parody 'Johnny English' dan 'Mr. Bean's Holiday', mengembalikan patronnya lebih ke atmosfer Eropa. Hasilnya memang lebih baik, tapi tetap tak bisa melampaui kelucuan Atkinson di serial-serialnya. And I'm sure, hampir semua orang skeptis kala sekuel 'Johhny English' yang sudah terlupakan delapan tahunan itu tiba-tiba diumumkan untuk diluncurkan tahun ini. Sampai trailernya akhirnya muncul. Ah, ternyata dibalik usia dan tampilannya yang makin tua, there's something we missed about him. Oh, c'mon! You laughed seeing that trailer, didn't you?
Menjauh ke sebuah puncak gunung di Tibet untuk bertapa setelah sebuah insiden di Mozambique, agen rahasia MI7 Johnny English (Rowan Atkinson) akhirnya dipanggil kembali untuk misi menggagalkan pembunuhan seorang pemimpin Cina oleh sekelompok pembunuh elit internasional. Di bawah arahan atasan barunya, Pegasus (Gillian Anderson), bersama psikolog Kate Summers (Rosamund Pike), Johnny dan partner rookie-nya, Tucker (Daniel Kaluuya) akhirnya menyadari bahwa musuh mereka bukan sekedar pembunuh bayaran, namun sebuah organisasi rahasia bernama 'Vortex' yang beranggotakan intelijen-intelijen penting termasuk orang dalam MI7 sendiri.
Rowan Atkinson ternyata belum kehilangan power untuk memancing tawa penontonnya. Sejak awal film bergulir, slapstick demi slapstick yang dihadirkannya malah jauh terasa lebih fresh dari film-film sebelumnya. Penggantian sidekick Natalie Imbruglia yang turut dijual sebagai highlight di film pertama menjadi sosok Tucker plus dua agen cantik (Anderson dan Pike) yang tak diberi porsi berlebih juga membuat Atkinson lebih leluasa memainkan spesialisasi 'one-man show'-nya. Dominic West dengan tampang khas-nya juga mendapat karakter yang pas. Tapi yang mencuat paling menarik adalah atmosfer spy Eropa kuno ala James Bond era 60-70an yang membuat semuanya jadi terasa beda, termasuk nenek tua undercover assassin yang diperankan Pik-Sen Lim dengan ekspresi wajah dingin dibalik tipikal wajah Asia-nya yang lucu. Walau pakem-pakemnya tetap sama, ada prolog, agen ganda, pameran device-device canggih, dan oh ya, a glimpse of romance between spies, atmosfer itu terasa lebih fresh ketimbang film-film Leslie Nielsen belakangan setelah trilogi 'The Naked Gun'. Komedi dan slapstick-slapsticknya works at its best, dan Oliver Parker, that man behind 'St.Trinian's' yang cukup unik beserta screenwriter William Davies yang masih dipertahankan sejak instalmen awal bisa membaca keunggulan tiap adegan yang semakin repetitif justru jadi semakin lucu. Oke, mereka sudah membuktikan kalau franchise yang dimulai sedikit basi juga bisa dipoles jadi fresh di eksekusi yang tepat. So don't mind those American critics who put on rotten this and rotten that into this movie. They're just not into European comedies, dan kita bukan salah satu dari mereka. (dan)
danieldokter.wordpress.com
Tag: rosamund pike, Johnny English Reborn, Rowan Atkinson, Oliver Parker, William Davies, Gillian Anderson, Mr Bean, Dominic West, Daniel Kaluuya
Terkait:
-
FANTASI BERKECAMUK DENGAN THRILLER DAN HOROR
Jumat, 6 Apr '12 17:53 -
WRATH OF THE TITANS : A PAYOFF TO ITS BAD PREDECESSOR
Sabtu, 31 Mar '12 06:08 -
JOHN CARTER : A REAL TREAT FOR CLASSIC SCI-FI LOVERS
Kamis, 15 Mar '12 02:31

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat