Fiksi. : "Alisha" in Wonderland 2
Jumat, 28 Okt '11 00:26
“Lagian masa ikutin perempuan aja enggak bisa, katanya dulu bekas apa? Intel.”
Sepotong dialog menggelitik yang terus saya ingat ketika mengingat film ini. Fiksi. Satu kata yang benar-benar dapat menggambarkan keseluruhan isi film ini. Judul yang cerdas menurut saya. Anda adalah pencinta film? Bila iya jawabannya, ini adalah film yang wajib ditonton oleh anda. Film yang memiliki dasar cerita yang sangat kuat, berkarakter, dan totally extra-ordinary. Mungkin banyak yang sudah mendengar bahwa Fiksi adalah versi Alice in Wonderlandnya Indonesia. Yap statement ini tidak salah. Secara konsep keseluruhan memang ini benar. Fiksi mengambil konsep Alice in wonderland , yah kita bisa menemui si kelinci putih berjas didalamnya, atau nama main character Ladya Cheryl sebagai Alisha yang sekilas terdengar sebagai Alice. Namun ini semua lagi-lagi merupakan pendapat saya, dan saya rasa tidak memberi nilai negatif sama sekali terhadap film ini.
Saya rasa kekaguman saya tidak berlebih kepada film yang mendapat rating 7,0 di IMDB.com ini. Satu-satunya film thriller psikologis Indonesia yang benar-benar dark. Dari segi cerita, bahkan sampai tone warna yang digunakan pun benar-benar kelam. Sebelumnya mungkin ada baiknya saya memberi sedikit gambaran mengenai film ini. Fiksi bercerita mengenai kehidupan seorang remaja wanita berusia 20 tahun bernama Alisha. Bagaimana masa kecilnya, kedua orang tuanya, bahkan orang yang baru ia kenal sungguh mempengaruhi kejiwaan seorang Alisha ini. Konflik utama muncul saat, tukang kebun dirumahnya tidak bisa masuk dan digantikan oleh Bari ( Donnie Alamsyah ). Diam-diam mulai muncul ketertarikan Alisha kepada Bari. Yang semakin tumbuh dari penasaran siapa itu Bari, rasa cinta, hingga akhirnya menjadi sebuah OBSESI. Kurang lebih inilah inti cerita yang hendak disampaikan oleh Mouly Surya sang sineas.
Kesuksesan film ini tentu tidak terlepas dari turut serta Joko Anwar sebagai penulis skenario Fiksi ini. Yap, setelah menontonnya saya langsung merasa kalau film ini sangatlah Joko Anwar, dan yap saya menemukan namanya di credit titlenya. Ok back to the movie. Seperti yang saya bilang sebelumnya, melalui film ini kita akan dibawa kedunia yang kelam oleh sang sutradara. Baik melalui akting para cast, tone film, bahkan melalui dialog-dialognya yang pintar. Dalam Alice in Wonderland, kita diajak berpetualang ke negeri dongeng nan indah, dalam Fiksi kita dibawa ke dunia rekaan “Wonderland” kelamnya Alisha. Kita dibawa kedunianya, bagaimana seorang gadis bisa menjadi seorang psikopat demi mendapatkan apa yang ia mau : CINTA. Bagaimana kekelaman masa kecilnya dimana dia harus melihat ibunya yang sedang hamil menembak kepalanya sendiri. Suguhan langka yang bisa kita dapat temukan di bioskop. So far, inilah cerita thriller terkelam tanpa darah berlebih yang pernah saya tonton untuk film Indonesia. Berbeda dengan Macabre (Rumah Darah) yang memang menjual ratusan ember darah untuk menarik penonton berbondong-bondong ke bioskop. Tanpa promosi berlebihan, Fiksi mampu mencatat banyak prestasi termasuk menjadi Film Terbaik FFI 2008.
Dari segi akting, Ladya Cheryl benar-benar mengejutkan kita semua di film ini. Ingat perannya sebagai Alya di Ada Apa Dengan Cinta? Kini dia hadir sebagai gadis berwajah Innocent dengan karakter yang luar biasa kuat. Bagaimana ia berbicara, bergerak (gesture tubuhnya) semua hampir tanpa cela. Benar-benar meyakinkan penonton bahwa she’s totally freak! Aktingnya yang datar saat berbicara benar-benar tidak akan mudah kita lupakan. Ladya sangat sukses menghidupkan karakter si psikopa berwajah polos yang berpetualang didunia rekaannya sendiri demi mendapatkan cinta yang tidak akan pernah bisa ia raih. Pokoknya Ladya sangat luar biasa disini. Namun bukan berarti pemain lainnya seperti Donnie Alamsyah, Kinaryosih tidak bagus disini. As always mereka berakting dengan sangat baik, namun lagi-lagi kebanting dengan karakter yang dihidupkan oleh Ladya. Bisa dibilang FOUR Thumbs UP buat Ladya melalui film ini.
Dari segi wardrobe pun menurut saya juga patut dipertimbangkan. Sepanjang jalan cerita Alisha benar-benar seakan memakai kostum yang menunjukkan bahwa ia mempunyai dunianya sendiri. Semuanya dari kaos kaki, warna sepatu, dress, kemeja yang ia kenakan terlihat pas dengan karakternya yang kelam. Juga dengan soundtrack yang digunakan. Semua terkesan begitu pas. Tidak berlebihan, dan tidak kekurangan.
Jadi menurut saya jika anda benar-benar seorang penikmat film, film ini harus masuk ke daftar wajib ditonton!
Regards,
@dnielcarmichael
Wikipedia : Setelah dirilis, film fiksi. mendapatkan sambutan meriah dari para kritikus film baik internasional maupun lokal. Film ini dinominasikan untuk sepuluh penghargaan dalam FFI 2008, memenangkan empat penghargaan, antara lain untuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik (Mouly surya), Skenario Asli Terbaik (Joko Anwar), dan Musik Pengiring Terbaik (Zeke Khaseli). Film ini dirilis dalam format DVD pada tanggal 2 Desember 2008. Film ini juga mendapatkan penghargaan film terbaik dalam JiFFest 2008 untuk Sutradara Terbaik (Mouly surya).
Terkait:
-
MEN IN BLACK 3 : ALIENS, TIME TRAVEL, FRIENDSHIP AND HIP!
16 jam yang lalu -
KAHAANI : A REAL TREAT FOR TWIST-SUCKERS
Sabtu, 19 Mei '12 01:24 -
Modus Anomali : This is a Roller Coaster!
Kamis, 17 Mei '12 16:27
Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat