The Robber (2010) - based on true story about bank-robbery-marathon-hobby 4

Kamis, 27 Okt '11 00:15

The Robber (2010) - original title Der Rauber

Director : Benjamin Heisenberg


Stars: Andreas Lust, Franziska Weisz and Florian Wotruba
Sipnosis: (SPOILER ALERT) The Robber mengkisahkan kisah nyata seorang atlet lari jarak jauh berkebangsaan Austria bernama Johann Rettenberger, yang memiliki hobi menarik, yaitu merampok bank. Film yg berbahasa Jerman ini, dimulai dari saat Johann keluar dari penjara dan mendapatkan konsultasi apa yang akan menjadi kesibukan dia saat keluar dari penjara nanti. Kemudia Johann kembali mengikuti berbagai perlombaan lari, dan juga, melakukan hobinya yang lama, merampok bank. Kemudian Johann bertemu dengan teman lamanya, dan mereka saling memadu cinta, akan tetapi hal tersebut tidak menghilangkan kebiasaan Johann untuk merampok bank. Akhirnya Johann tertangkap polisi, akan tetapi Johann berhasil melarikan diri (bukan karena dia atlet lari, hehehe) dari kantor polisis, dan polisis melakukan pengejaran besar-besaran kepada Johann. Penulis merasa akhir cerita film ini sangat disajikan degan sangat mengagumkan, bukan karena Johann akhirnya tidak tertangkap, tetapi karena sound background-nya. Nanti akan penulis jelaskan.

 

Mari kita bahas, kenapa film ini layak untuk ditonton.

1. Film ini adalah film bergenre drama, dan based on true story. Bahkan poster di atas menulisnya : based on the incredible true story. Yup, banyak movie maker yang membuat film berdasarkan kisah nyata karena kisah itu sendiri yg terjadi di masa lalu, ad ahal yang bis memberikan inspirasi yang sangat layak untuk diceritakan kembali. Ambil saja contoh, Cinderella Man tentang petinju miskin James B. Baddock yang memenangkan pertandingan tinju besar mengspirasi banyak orang miskin AS di masa krisis th 1930an. Atau film 9/11 yang menceritakan dua orang polisis yang masih hidup dibawah reruntuhan WTC. atau Pursuit of Happyness, War of Silicon Valley, dll. Nah, film-film based on true story nor events, dibuat karena ada sesuatu yang menarik untuk diceritakan ulang, or it's worth to be retold. Film-film ini biasanya mengerucutkan cerita yang akan diangkat, apakah akan menceritakan ORANGnya, PERISTIWAnya, MOMEN-nya, atau HISTORInya. Contoh, pertandingan tinju terakhir di film Cinderella Man sangat digambarkan dengan amat sangat megah oleh Ron Howard dan menginpirasi para penontonnya, maka Cinderella Man termasuk film based on true story yang menceritakan ulang ORANG-nya dan MOMEN-nya. Sedangkan ada hal yang sangat menarik di film The Robber ini. Sangat, di film ini sutradara mengangkat ORANG-nya, yakni karakter Johann sebagai atlet lari yang hobi merampok bank. yang sangat menarik adalah sang sutradara menceritakan kisah Johann dengan sangat totalitas mengenai konflik psikologis yang dialami Johann. Sepanjang film yng didominasi oleh kemunculan karakter Johann memperlihatkan bahwa Johann adalah objek dari film ini. Perampokan yang dilakukan Johann malah digambarkan dengan sangat datar, tidak seru seperti film action. Mungkin memang sengaja dibuat seperti itu agar penonton tidak terdistraktor oleh hal lain, kecuali diri Johann sendiri sebagai tokoh utama. Kesimpulannya, based on true story eksploitasi karakter Johann dg dinamika dan konflik psikologisnya, adalah memang sesuatu yang pantas di retold.

2. Benjamin Heisenberg si sutradara sangat konsisten membawa alur cerita film ini dari awal hingga akhir. Hati-hati anda kebosanan melihat film ini, karena alurnya pelan, lambat, dan seakan-akan terlalu banyak ruang kosong. Misalnya, saat Johann berlatih, saat merampok bank, saat mencapai garis finish menjadi juara pertama: digambarkan dengan sangat keren kedataran alur ceritanya. Tapi hal ini yang membuat menarik dari film ini. Karena alur yangdatar dan lambat dan kosong ini malah penulis merasa semakin memfokuskan pada penggambaran karakter Johann. Luarbiasanya, alur cerita ini juga didukung oleh latar belakang suara / jingle / score yang nyaris tidak ada (akan saya bahas di nomer 3). Konsisten kan !

3. Saat film menggambarkan adegan konflik, misalnya saat perampokan terjadi, nyaris tidak ada musik latar belakang yang mengiringi, seperti film kebanyakan. Gendeng!! (apresiasi!) Latar belakang musik biasanya dicompose sedemikian rupa oleh penata musik untuk mendukung alur emosi penonton. Misalnay seperti di film2 horor, saat adegan menegangkan, tidak mungkin latar belakang musiknya ceria. Nah, di film The Robber, nyaris tidak ditemukan latar belakang suara atau musik yang mendukung adegan-adengan konflik maupun klimaks yang terjadi. (spoiler alert) bahkan ketika Johann mati, berbicara untuk yang terahir kalinya kepada pacarnya, tidak ada sama sekali latar belakang musik yang mengiringi (kecuali suara wiper mobil yang terdengar jelas). Kesimpulannya, film The Robber ini bisa menyajikan sebuah komposisi sebuah adegan /scene yang snagat pas walau tanpa ada ingredients pelangkap yang seharusnya ada di setiap film: latar belakang suara/musik.

4. Sebelumhya saya bilang The Robber filmnya sangat datar, tetapi sangat jelas terlihat bagian mana yang menjadi klimaks film ini. Klimaks pun dibuat dengan datar, tetapi sangat panjang. Jadi kesimpulannya, film dengan klimaks terdatar yang sangat keren. Hehe.

cinematicorgasmrating 80/100

sumber : www.imankurniadi.wordpress.com

www.cinematicorgasm.tumblr.com


Tag: Running, robber, marathon

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
Itu promo di posternya dong yang mantep banget: "chase sequence to outdo hollywood's finest" ----> ini menggoda banget jadi pengin nonton filmnya!

sangat menjanjikan!
kniwe 0 0
Saya suka kalimat: "film dengan klimaks terdatar yang sangat keren."
ima an 0 0
sabai : "chase sequence to outdo hollywood's finest" itu artinya apa sih mbak? aku hanya ngerti di bagian "hollywood"-nya aja hehehehehe
ima an 0 0
kniwe: udah nonton film ini mas? setuju nggak dg opiniku "film dengan klimaks terdatar yg sangat keren" ?? hehehehehe

Silahkan login untuk memberikan pendapat