TATSUMI : BIOGRAFI DALAM ANIMASI 5

Kamis, 13 Okt '11 21:38

 

Film Tatsumi ini bisa dikatakan sebagai sebuah film mini Biografi bagi Yosihiro Tatsumi. Dimana dia adalah seorang mangaka (pengarang komik jepang) yang cukup disegani di dunia. Cerita dalam film ini dibagi dalamlima sub judul film yang merupakan karya cerita dari Tatsumi sendiri.

 

Diawali dengan sebuah cerita pendek yang berjudul Hell. Sebuah kisah kelam pada situasi akhir Perang Dunia II dimana setelah jatuhnya bom atom dahsyat oleh Amerika Serikat ke kota Hiroshima pada tahun 1945, kota tersebut menjadi kota yang luluh lantak dan jatuh banyak korban sekitar 200.000 jiwa dalam peristiwa itu. Dalam sub judul Hell ini mengambil sudut pandang seorang fotografer bernama Koyanagi yang harus berakhir dengan kesedihan, ketika dia salah mempresentasikan sebuah foto bayangan korban yang terbakar bom atom di sebuah tembok rumah yang beberapa tahun kemudian ternyata adalah sebuah bayangan kasus pembunuhan yang baru terungkap ketika sang otak pembunuhan masih hidup dan memeras sang fotografer.

 

Warna sephia mendominasi gambar yang berlatar kisah the Hell ini. Hingga tiba-tiba menceritakan masa kecil Yosihiro Tatsumi dengan degradasi warna yang cerah dan memanjakan mata, walaupun hanya sebuah animasi 2D. dari segi cerita sendiri Hell agak sedikit tanggung antara sebuah drama kemanusiaan dan sebuah triller.

 

Bagian kedua dari film Tatsumi ini adalah Beloved Monkey, sebuah cerita yang tak kalah kelam yang bersetting awal kebangkitan industri Jepang. Dimana seorang pemuda karyawan sebuah pabrik  yang menjadi korban kecerobohan dirinya dan menanggung akibat dengan kehilanagn tangan kirinya disuatu kecelakaan kerja. Sebuah drama yang cukup menyentuh dimana diselipkan juga hubungan persahabatan antara si pekerja dan seekor monyet yang berakhir dengan tragis. Mungkin dari kelima bagian cerita dalam film Tatsumi ini ini kisah tertragis yang disajikan.

 

Menginjak bagian ke tiga dari anthology Tatsumi ini ditampilkan kisah lelaki paruh baya yang bermasalah dengan rumah tangganya, namun sukses didalam karirnya. Just A Man menampilkan adegan yang cukup vulgar bagi ukuran film animasi. Bagian ini sangat eksplisit menyorot sebagian tubuh seorang gambar wanita. Dan menegaskan bahwa walaupun ini film animasi tetapi bukan untuk konsumsi semua umur.

 

Cerita pada bab empat dari Tatsumi berjudul Occupied. Mengambil kisah dari sebagian hidup Yusihiro Tatsumi disaat awal karirnya sebagai seorang mangaka. Dia memutuskan untuk membuat komik jepang dengangaya berbeda dari para pengarang komik jepang lainnya. Dia mempopulerkan gaya Gekiga yaitugaya komik jepang untuk dewasa. Setelah mendapat tawaran dari salah satu penerbit majalah.

 

Sebagai penutup dari film ini, Good Bye memberikan sebuah kisah yang tak kalah kelamnya dibanding dengan keempat kisah sebelumnya. Berkisah tentang seorang gadis muda yang harus berkorban menjadi seorang wanita tuna susila, serta berakhir dengan ending yang sangat menyentuh. Kendati banyak adegan vulgar dan khusus dewasa di bagian ini, tapi menurut saya, ini bagian yang terbaik dari film Tatsmi sepanjang sekitar satu setengah jam durasi filmnya. Penggambaran masa-masa perang, serta alur cerita yang menarik menjadi bagian penutup yang baik.

Sempat dibuat bingung untuk menangkap jalan cerita yang mengalir di dalam film Tatsumi ini pada awal film. Tetapi setelah dalam dua sesi menikmati sub judul film ini, kita akan menyadari bahwa  sebenarnya ada perbedaan warna gambar untuk kisah pendek dari karya Yosuhiro Tatsumi dan biografi dari seorang Tatsumi itu sendiri. Pergantian warna menjadi gambar yang berwarna-warni merupakan transisi dari kisah biografi Tatsumi, sedangkan gambar dominan sephia adalah untuk kisah dari karyanya.

Tak heran bila film ini mendapat penghormatan diputar dalam Official Selection Uncertain Regards di Cannes Film Festival tahun 2011 ini. Gaya penuturan yang berbeda dan menarik, serta cerita yang unik, seperti menyaksikan sebuah halaman-halaman buku komik yang bercerita sendiri ke hadapan kita. Eric Khoo sebagai sutradara sangat konsisten dalam menampilkan sudut pandang serta gambar-gambar yang komikal. Juga  efek suara yang mengiringi film ini cukup meyakinkan dan membuat kita semakin larut dan lupa kalau film ini adalah film animasi 2D.

Tak lupa apresiasi juga ditujukan untuk para talent-talent animator yang duduk di belakang layar film ini yang ternyata adalah animator-animatorIndonesia. Mereka mengerjakan sangat rapi, dan kelihatan sangat profesional dalam menangani animasi.

Overall, untuk film Tatsumi ini sangat memuaskan dan layak tonton, bagi pecinta film dan pecinta animasi.

 

 


Tag: animasi, tatsumi, batam

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

kniwe 0 0
Tambahan info dikit soal film ini: Meskipun film ini berbahasa Jepang, sebenarnya ini film produksi Singapura. Animasinya bahkan digarap di infinite frameworks studio di Batam, Indonesia.
ndableg 0 0
ini artikel emang gak ada paragraf-nya ya..?
sabai 0 0
Iya nih, gue jadi pusing ngebaca posting ini karena nggak ada paragrafnya : ( setuju sama ndableg
The Moqo 0 0
sory saya newbie disini.
kemarin coba posting eh ternyata hasilnya kayak gini.
untuk lengkapnya plis visit
imagin3film.wordpress.com

thanks
moqo
The Moqo 0 0
tulisan ini ternyata telah dibajak secara sengaja oleh batam pos.
lihat postingan di blog saya imagin3film.wordpress .com

Silahkan login untuk memberikan pendapat