Bidadari (Kenapa Harus) Jakarta 7
Rabu, 12 Okt '11 00:54
“Seberapa kuat para pendatang mampu bertahan di sebuah kota bernama Jakarta?”
Sontak pertanyaan itu yang mendadak menyapa dalam benak pikiran saya. Tentu (barangkali) semua memahami kondisi riuhnya kota metropolitan ibukota Jakarta. Pada tontonan film "Bidadari Jakarta" yang di sutradarai oleh Nanang Istiabudi ini mempertunjukkan gelagat seorang gadis Kalimantan yang mencoba mengadu nasib di kota jejal bernama Jakarta. Jelas niatan berangkat dari tanah kelahiran ingin menjadi orang sukses. Berharap ketenaran dapat melekat pada status sosial yang tentu dalam dewasa kini kian marak di harapkan oleh -barangkali- semua orang.
Nasib Ulin (Poppy Bunga) bertolak belakang dengan apa yang ia harapkan. Cita-citanya untuk menjadi penyanyi runtuh di tangan seorang pencari bakat gadungan. Ulin tertipu dan di jual kepada salah seorang bos sebuah night club yang berkedok produser rekaman. Tentunya semua paham, di tempat itu pulalah Ulin dipaksa melacurkan dirinya. Jalan yang ia tempuh di sepanjang perantauannya. Tak jarang Ulin menjadi seorang wanita malam paggilan.
Sampai pada suatu hari, saat Ulin melarikan diri dari cengkraman laki-laki hidung belang yang akan memerkosanya di sebuah gudang, mendadak dalam pelariannya Ulin berjumpa dengan Bert (Keith Foo), yang ketika itu sedang mengendarai mobil. Seorang eksekutif muda, tampan pula. Mula-mula tumbuhlah benih cinta di antara mereka berdua. Meski mau tak mau, mereka berdua berlatar belakang berbeda. Film yang berdurasi 1 jam lebih ini juga mempertontonkan keadaan anak-anak diusia dini yang sedang mengais rezki di sebuah lampu yang sedang memerah. Jelas keterbelakangan status sosial yang terdapat di kota Jakarta tak dapat dipisahkan. Masyarakat yang bercorak, dan datang dari semua penjuru. Kekerasan, narkoba, kemiskinan dan keterbelakangan bercampur. Seolah menjadi penghias ibukota suatu Negara bernama Jakarta.
Kehidupan Ulin secara perlahan berubah. Semenjak ia mengenal Bert. Bert yang di perankan oleh Keith Foo ialah seorang pengusaha sukses yang mempunyai niat untuk mendirikan semacam sanggar belajar untuk anak-anak terlantar. Yang sejatinya, jarang diketemukan dalam kehidupan kota besar. Apalagi kota Jakarta, kota yang terkenal dengan persaingan yang keras. Dan identik dengan "Siapa yang kuat,ialah yang menang". Dalam kehidupan Ulin yang berubah semenjak dekat dengan Bert, ia mula-mula ingin menyudahi pekerjaan menjadi wanita penghibur. Sesungguhnya, ia hanya frustasi. Tertindas oleh keadaan.
Berlalu begitu saja. Ulin menikah dengan Bert. Dan berangkat dari pengalaman hidupnya pulalah Ulin berniat ingin mendedikasikan pengalaman kepada kaum muda. Bahwa, dengan tekad yang kuat semua pasti dapat diraih. Dan kenapa harus Jakarta. Kota ibukota yang jejal dan panas itu.!
Selamat menengok.!
Tag: Bicara Film
Terkait:
-
Road To The OSCAR (I)
Minggu, 5 Feb '12 14:47 -
War Horse ; ( 2011 ; Steven Spielberg )
Jumat, 3 Feb '12 22:22 -
Talk Show Modus Anomali di Social Media Festival
Rabu, 14 Sep '11 20:06
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kniwe: Good Take
-
cakyoh: Good Take
-
sabai: Mencekam
-
bagas yudho: Good Take
-
oksbangs: Good Take
-
I wrote SYN not Tragedies: Informatif
-
jim96: Good Take

Komentar:
Cuman Saya Tidak Tau Mengapa Film Ini Diprotes Keras Oleh LSF...Dan Akhirnya Film Ini Tayang Cuman 1 Minggu !!
kualitas seorang popi bunga dlm dunia akting juga gak spesial2 banget.. standar Ftv lah..
kualitas seorang popi bunga dlm dunia akting juga gak spesial2 banget.. standar Ftv lah..
(BIDADARI JAKARTA)
http://www.youtub…=vb3soIZP1-o
ho oh nih posternya agak..
sesuatu...
Silahkan login untuk memberikan pendapat