Pintu Terlarang: Sebuah Thriller yang Menggoda 4
Rabu, 5 Okt '11 12:15
Nah, kalo ini review film pertama yang gw buat... udah pernah dimuat disini nih http://matasinema.org/2010/10/review-pintu-terlarang-2008/
nih gw tampilin lagi yah dengan sedikit revisi...
"Jika ada seseorang yang kau takuti melarangmu untuk membuka sebuah pintu, jangan pernah buka pintu itu!... Pintu terlarang, setiap orang punya satu"
Pintu Terlarang merupakan sebuah film yang diadaptasi dari novel thriller terlaris karya Sekar Ayu Asmara dengan judul yang sama. Dirilis ditahun 2008, disutradarai oleh salah satu sineas berbakat Indonesia, Joko Anwar. Sebuah film bergenre horror-suspens-thriller yang akan mencekam Anda dari awal dan terus menaikkan tensi hingga film berakhir.
Dibuka dengan adegan pameran kesuksesan seorang Gambir (Fachry Albar) sebagai seorang pematung yang karya-karyanya selalu laris dan menjadi incaran. Hal ini tidak lepas berkat dukungan sang istri, Talyda (Marsha Timothy). Gambir merupakan pematung-wanita-hamil-berwarna-hitam-dengan-posisi-aneh yang handal. Sedangkan, Talyda merupakan seorang marketer yang cerdas yang selalu berhasil membujuk pengusaha-pengusaha kaya untuk membeli patung tersebut. Walau kelihatannya suami-istri itu bahagia, namun ada sesuatu hal yang mengganjal di pikiran Gambir.
Cerita kemudian mundur ke belakang saat Talyda mengatakan bahwa dirinya tengah hamil dan mengutarakan keinginannya untuk menggugurkan kandungan. Karena rasa sayangnya kepada Talyda, Gambir mengikuti saja permintaan kekasih yang belum dinikahinya ke tempat praktek dokter untuk aborsi. Setelah pulang dari tempat aborsi itulah, Talyda memperoleh ide untuk meletakkan orok tersebut didalam perut patung wanita hamil agar terlihat lebih 'hidup'.
Cerita berlanjut saat Gambir dan Talyda telah menikah yang terlihat sangat bahagia. Rumah besar, istri cantik, ibu (Henidar Amroe) yang perhatian serta teman-teman yang baik. Namun ditengah kebahagiaan itu, ternyata Talyda menyembunyikan sesuatu dibalik pintu berwarna merah yang ada di dalam rumah mereka. Talyda melarang Gambir menyentuh pintu tersebut apalagi membukanya. Konflik lain muncul kemudian, Gambir terus diteror dengan kemunculan seorang anak kecil yang mengiriminya pesan "Tolong Saya". Pesan itu terus berlanjut dan membuat Gambir makin penasaran dan tertekan karena merasa bersalah telah membunuh anaknya sebelum lahir. Gambir lalu mencari tahu dan berniat menolong anak tersebut. Hingga ia menemukan tempat misterius bernama Herosase, sebuah tempat yang tidak biasa, tempat orang-orang bisa menyaksikan kejadian-kejadian aneh yang direkam secara sembunyi-sembunyi melalui CCTV yang diletakkan di penjuru sudut rumah. Mulai dari adegan hubungan terlarang anak dan ayah, adegan nenek tua yang menjahit tangannya sendiri, hingga adegan kekerasan terhadap anak oleh orang tuanya sendiri. Dan Gambir sadar bahwa anak itulah yang terus meminta tolong kepadanya.
Singkat cerita, Gambir gagal menyelamatkan anak itu, malah melalui rekaman di Herosase, Gambir menyaksikan adegan anak tersebut menggorok leher kedua orang tua lalu menggorok lehernya sendiri. Gambir sangat merasa bersalah karena terlambat melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib. Hingga ditengah kegundaannya, Gambir dihadapkan kembali ke masalah yang menimpa rumah tangganya sendiri. Melalui Herosase, Gambir mengetahui ternyata istri, ibu dan orang-orang terdekatnya malah mengkhianatinya. Dan dimulailah adegan kenapa film ini disebut thriller. Hingga akhirnya ia kembali mengingat tentang pintu terlarang. Dan saat Gambir membukanya, terkuaklah semua misteri yang ada.
Akhir dari film ini tidak mudah ditebak, mungkin bagi yang telah membaca bukunya tahu ending film ini bagaimana. Sedangkan. bagi kalian yang belum membaca akan berkata "oohhh" atau "hah? apaan sih?" atau mungkin pula "wuidih... ternyata!!". Secara keseluruhan, Pintu Terlarang merupakan film yang "menghibur" dari segi trhiller dan cerita. Kelebihan lain dari film ini adalah kemampuannya menampilkan setting yang seolah-olah berada di negeri antah berantah dan entah berada di zaman mana. Akting para pemain juga lumayan oke menurut saya, Fachri Albar terlihat begitu mendalami karakter ini. Marsha Timothy juga lumayan. Henidar Amroe dan Tyo Pakusadewo sebagai artis senior tak usah lagi diragukan.
Secara keseluruhan, pesan yang disampaikan film ini kepada orang tua adalah janganlah membuat anak-anak trauma karena akan berdampak besar ketika ia dewasa. ^^v (@harryirfan)
Sumber gambar: www.pintuterlarang.com
(Oktober 2010)
Tag: horor, Joko Anwar, thriller, Lifelike
Terkait:
-
Modus Anomali (2012)
Minggu, 29 Apr '12 14:47 -
FANTASI BERKECAMUK DENGAN THRILLER DAN HOROR
Jumat, 6 Apr '12 17:53 -
Dream Home & I Saw the Devil: Slasher Asia Sarat Makna
Minggu, 9 Okt '11 16:56
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
cakyoh: Good Take
-
kniwe: Good Take
-
bowolucius: Good Take
-
sabai: Good Take
-
jim96: Box Office

Komentar:
pesannya adalah sayangilah anak-anakmu, besarkan mereka dengan penuh kasih
sabai: likes this
Silahkan login untuk memberikan pendapat