Friends With Benefits : Another Entertaining Rom-Com 0

Selasa, 4 Okt '11 22:02

Apakah anda adalah type orang yang gemar menonton film tanpa perlu memutar otak sedikit pun? Atau anda adalah orang yang senang mengisi waktu luang anda dengan duduk-duduk santai sambil menyaksikan sebuah film atau bahkan menonton film sambil mengobrol dengan teman anda? Jika ya, ada kabar baik untuk kalian. Sony Pictures dan Screen Gems menghadirkan sebuah film ringan yang bisa mengocok perut anda. Suatu film bergenre drama yang tidak akan menguras otak anda atau minimal anda tidak perlu memandangi film ini dari awal sampai akhir demi mengerti ceritanya.

            Friends With Benefits dari judulnya saja mungkin kita semua sudah tahu akan dibawa kemana cerita film ini. Film yang harusnya bisa kita saksikan sekitar July 2011 ini menceritakan mengenai pertemanan yang “unik”a antara Dylan (Justin Timberlake) dengan Jamie (Mila Kunis) awal persahabatan mereka sebenarnya adalah hubungan pekerjaan. Uniknya mereka bertemu disaat keduanya sedang patah hati. Yah singkat cerita, mereka kemudian semakin dekat. Hingga suatu hari mereka memutuskan untuk menjadi “teman” yang sekedar lebih dari teman. Memutuskan saling “berhubungan” satu sama lain tanpa memakai perasaan. Pertamanya semuanya berjalan dengan lancar. Kedua belah pihak merasa mendapatkan “benefit” yang setimpal. Namun lambat laun mulai timbul pertanyaan dari masing-masing diri mereka apakah benar semuanya berjalan dengan lancar? Jawabannya ? Silahkan menonton film ini, karena tidak bijak bila saya menceritakannya sekarang walaupun mungkin sudah sangat bisa ditebak.

            Komedi Romantis bisa dibilang film yang paling mudah ditemui, hampir sebulan sekali selalu ada film dengan genre seperti ini di layar bioskop. Namun, kreatifitas para sineas seakan tidak pernah habis. Selalu muncul ide baru dalam genre ini. Untuk Friends with Benefits mungkin bukan tema baru. Yah bisa dibilang klise. Bahkan ini memiliki kemiripan dengan No Strings Attached (Natalie Portman – Aston Kutcher ) yang rilis terlebih dahulu. Namun keringanan film yang ada dengan jokes-jokes ringan tetap membuat kita dapat menikmati jalannya film ini hingga akhir. Apa yang diunggulkan dari film ini? Mungkin ini yang terlintas di benak kita saat hendak menontonnya. Ok sudah pasti pemain menjadi jualan utamanya. Karena jalan cerita benar-benar biasa. Yap penyanyi terkenal Justin Timberlake dan aktris yang tampil memukau di Black Swan , Mila Kunis menjadi faktor utama yang digembor-gemborkan oleh sang sutradara. Oia jangan lupakan juga sang sutradara yang juga menyajikan kita komedi pengocok perut Easy A. Yah mungkin 2 faktor ini yang patut dipertimbangkan.

            Honestly memang 2 faktor ini yang memancing saya memutuskan untuk menontonnya. Apalagi Justin Timberlake memang jarang bermain film kecuali akhir-akhir ini. Dalam waktu dekat juga ia bermain dalam Bad Teacher dengan mantan kekasihnya Cameron Diaz. Namun penampilannya kali ini agak biasa saja. Yah nothing special. Kalau dibandingkan Aston Kutcher dalam No Strings Attached dengan karakter yang agak sama tentu Justin kalah jauh. Yah mungkin masalah jam terbang juga. Dan menurut saya mungkin Justin akan sering bermain dalam zona amannya ini. Lalu Mila Kunis. Agak berbeda, kali ini dia terlihat memukau. Yah memang tidak sebrilliant di Black Swan, namun aktingnya kali ini layak ditonton, and she’s totally hot! I heart you so much Miss Kunis!

            Lalu faktor kedua yaitu faktor sang sutradara. Menurut saya untuk genre seperti ini agak sulit membandingkan sutradara yang satu dengan yang lainnya. Berbeda dengan genre fantasy,horror atau film lain yang serius. Namun bila dibandingkan dengan Easy A karya sebelumnya, film ini masih berada jauh dibawahnya. Easy A mampu dengan mudah mengundang tawa dengan celotehan Emma Stone yang terkesan natural. Sedangkan jokes yang ada di film ini agak terkesan garing.

            Namun film ini tetap layak ditonton dan sangat menghibur. Dan tentu saja untuk mereka yang sudah 18 tahun keatas. Karna jokes-jokes yang ada serta adegan-adegannya mengarah ke komedi seks dewasa. Oia, membicarakan komedi seks dewasa, kita tentu tahu sineas Indonesia beberapa tahun terakhir berusaha menghadirkan komedi serupa. Namun hasilnya? NOL besar. Justru terkesan mengarah kepada film semi porno murahan yang menonjolkan dada pemainnya saja. Namun lagi-lagi ini hanyalah opini saya. Semua kembali kepada selera masing-masing dari kita. Dan saya sekali lagi tidak pernah bermaksud menjatuhkan, saya hanya ingin mengungkapkan pendapat saya saja sebagai penikmat film tanah air :D

Regards,                                 

@dnielcarmichael


Tag: review, friends with benefits

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat