UNTRACEABLE : KILLWITHME.COM 1
Jumat, 26 Agu '11 23:18
Seorang Agen FBI, Jennifer Marsh (Diane Lane) dari divisi Cyber Crime harus menghadapi kasus pembunuhan yang dilakukan seorang serial killer. Modus yang dilakukan sang pembunuh ini cukup sadis, dengan cara menjebak korban di sebuah ruangan, kemudian secara perlahan membunuh korbannya dengan alat yang berbeda-beda, sang pembunuh menayangkannya di internet melalui situs killwithme.com dan semakin banyak jumlah kunjungan, semakin cepat pula sang korban itu mati.
Film ini punya ide cerita yang menurut saya cukup menarik, khususnya poin seorang serial killer yang menayangkan proses pembunuhannya terhadap korban di internet dan rasa sakit korban semakin bertambah sampai akhirnya korban terbunuh seiring bertambahnya jumlah kunjungan ke website buatannya.
Sayangnya, film ini dieksekusi kurang maksimal menurut saya. Misalnya, untuk musik yang mengiringi film ini, genre film ini crime dan thriller, namun musik yang ada dalam film ini terasa "sepi" sekali. Sebagian besar, bahkan dalam adegan-adegan penting score yang ada kurang mantap, sehingga tidak memberikan efek ketegangan kepada saya sebagai penonton. Dari plot pun yang saya singgung punya ide cerita menarik, ada beberapa hal yang mengganggu. Misalnya saja ketika atasan Jennifer, Richard Brooks (Peter Lewis) belum menyiapkan tim khusus untuk memburu sang pembunuh, alasan yang dikemukan atasannya menurut saya kok aneh. Pada saat itu, situs buatan pembunuh killwithme.com baru dijalankan dan sudah ada korban seekor kucing dan seorang pria yang dibunuh dengan cara disuntikkan racun ke dalam tubuhnya. Richard belum merasa perlu menyiapkan tim khusus bahkan mengira situs itu mungkin saja sebuah hoax karena mereka pernah menghadapi kasus serupa. Bagian ini terasa aneh, karena katakanlah itu sebuah hoax-pun masa sih tidak ada insting untuk menginvestigasinya lebih lanjut, apa lagi situs itu menayangkan cara pembunuhannya secara live.
Hal kedua yang menurut saya cukup mengganggu adalah adegan ketika sang pembunuh mendapatkan korban ketiganya, ketika itu popularitas situs ini semakin meningkat, ditandai dengan Richard Brooks yang mengadakan konferensi pers dan menyatakan bahwa situs ini menjadikan kita (pengunjung situsnya) sebagai alat dari sang pembunuh, permasalahannya adalah kenapa kok tidak sekalian menyatakan bahwa jangan berkunjung ke situs ini, biarkan kami FBI bekerja, sehingga tidak terjadi pembunuhan. Tidak adanya pernyataan ini menjadikan korban ketiga dan seterusnya sampai film berakhir seperti memaksakan unsur "penonton mengunjungi website" agar kisah di film ini terus berjalan, masih dalam adegan yang sama ketika itu korbannya adalah salah seorang tokoh utama namun tidak nampak usaha yang lebih keras untuk menyelamatkan korban tersebut, meskipun memang hanya ada petunjuk video, tapi setidaknya bisa kan ditelusuri apa saja yang muncul di dalam video tersebut kemudian diselidiki. Kemudian, meskipun kasus pembunuhan ini sudah semakin ramai diikuti, atmosfer ketegangan dan kepanikannya kurang terasa, meskipun memang cukup sering komentar-komentar pengunjung dalam website ditampilkan, namun rasanya masih kurang untuk menunjukkan betapa gawatnya kasus pembunuhan ini.
Saya sendiri justru tertarik dengan apa yang saya tangkap dalam seperempat terakhir film berjalan, bagaimana pembunuhan itu berjalan seiring dengan jumlah pengunjung website yang bertambah, atau seperti yang disebutkan di dalam film bahwa masyarakat-lah senjata sang pembunuh. Dalam beberapa adegan di-zoom kolom komentarnya yang ada di di samping tayangan pembunuhan yang sedang berlangsung, dalam beberapa komentar yang tertangkap kamera, banyak yang bernada marah, namun banyak pula yang menganggap bahwa apa yang ditayangkan saat itu merupakan "tontonan". Bagi saya dua sikap yang muncul dari beberapa adegan yang menampilkan komentar pengunjung website tersebut seolah seperti sebuah sindiran, apakah kita ini menyukai kekerasan? Terlepas dari kejanggalan yang saya sampaikan di atas, komentar dari pengunjung website dalam film ini ada yang bernada peduli, kasihan dengan si korban, marah karena tidak ada tindakan dari pihak berwajib namun ironisnya kehadiran mereka di website itu justru mempercepat tewasnya sang korban. Mungkin kurang tepat membandingkannya, namun saya rasa kita juga sering menonton tayangan di media massa yang mungkin menghadirkan banyak kekerasan, tidak mendidik dan sebagainya, tapi dibandingkan omelan kita, apakah kita sudah bertindak, setidaknya mengadukan kepada pihak berwenang, KPI misalnya? Bukankah kalau kita menonton terus, itu justru menaikkan rating? Yang kemudian dijadikan alasan bahwa tontonan macam ini lho yang disukai pemirsa, lalu kita pun masuk dalam lingkaran setan itu.
Jadi, apakah kita ini menyukai kekerasan?
Tag: crime, killwithme com, diane lane, untraceable
Terkait:
-
Dream Home & I Saw the Devil: Slasher Asia Sarat Makna
Minggu, 9 Okt '11 16:56 -
Sound Of Noise [2010]
Rabu, 8 Jun '11 08:05 -
RED (2010)
Minggu, 7 Nov '10 10:06

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat