Jakarta Maghrib (2010) 2

Selasa, 2 Agu '11 21:06

 

Writer/Director/Producer: Salman Aristo
Executive Producer: Chand Parwez Servia
Producer: Reza Servia
Line Producer: Lakonde
DOP: Faozan Rizal
Editor: Cesa David Luckmansyah & Syarif Hidayat
Sound Designer: Khikmawan Sentosa, Sutrisno

Production House: Indie Picture
Production Date: 2010

 

 

"Jakarta Maghrib" is an effort to capture the contemplating big city. The time of Maghrib is the borderline of all relationships, and that is the thread that binds all 6 stories in the film. A married couple (Indra Birowo & Widi Mulia) want to make love in IMAN CUMA INGIN NUR, while a thug and a mosque's caretaker (Asrul Dahlan & Sjafrial Arifin) have an interesting juxtaposition in ADZAN. In the meantime, residents of a housing complex (Lukman Sardi, Ringgo Agus Rahman, Dedi Mahendra Desta, Fanny Fabriana, Lilis) meet for the first time while waiting for their favourite food seller in MENUNGGU AKI. A couple (Reza Rahadian & Adinia Wirasti) are busy looking for a shortcut in JALAN PINTAS, and a little boy (Aldo Tansani) is scared to death in CERITA SI IVAN. Finally, all characters eventually meet in BA'DA.

Jakarta Maghrib adalah sebuah usaha untuk menangkap suasana metropolitan saat sedang menuju kontemplasinya. Semua hubungan manusia menemui ambang batasnya di waktu Maghrib, itulah benang merah dari 6 cerita yang ada. Sepasang suami istri yang ingin bercinta (Indra Birowo & Widi Mulia) dalam IMAN CUMA INGIN NUR, seorang preman dan penjaga musholla (Asrul Dahlan & Sjafrial Arifin) dalam ADZAN, penghuni kompleks perumahan (Lukman Sardi, Ringgo Agus Rahman, Dedi Mahendra Desta, Fanny Fabriana, Lilis) yang menunggu tukang nasi goreng langganan mereka dalam MENUNGGU AKI, sepasang kekasih (Reza Rahadian & Adinia Wirasti) yang mencari jalan pintas dalam JALAN PINTAS, anak kecil yang ketakutan (Aldo Tansani) dalam CERITA SI IVAN, dan pertemuan dari semua tokoh tersebut dalam BA'DA.

Salman Aristo won Best Script in JIFFest Script Development Competition in 2006, the competition that saw him in tutor's position three years later. A productive writer, he wrote two biggest Indonesian box office hits of all-time, Ayat-Ayat Cinta (Verses of Love) and Laskar Pelangi (The Rainbow Troops).

 

 

Nama seorang Salman Aristo pastilah tidaklah asing saat ini, beliau cukup dikenal sebagai penulis sebuah skenario film. Projek beliau sendiri sebagai penulis film segera tayang di bioskop kesayangan anda. Cukup mengejutkan sih ketika mengetahui Salman Aristo akan membuat sebuah kumpulan film pendek (omnibus) namun tetap memiliki benang merah yang berjudul Jakarta Maghrib. Di dalam film Jakarta Maghrib sendiri terdapat 6 cerita pendek dengan judul yang berbeda-beda diantara lain, IMAN cuma ingin NUR, ADZAN, Menunggu AKI, Cerita Si IVAN, Jalan Pintas dan Ba'da. Daripada penasaran simak curhatan josep berikut ini.

Cerita berawal dengan judul IMAN cuma ingin Nur. Iman seorang bapak dari satu anak yang berprofesi sebagai satpam begitu kelelahan dan ingin meluapkan hasrat jasmaninya ke istri tercinta, Nur. Namun sayangnya, semua itu ahrus dikubur dalam-dalam karena anaknya yang masih bayi selalu merengek-rengek dan belum lagi kehadiran mertuanya di tempat tinggalnya tersebut.

Cerita kedua berjudul Adzan, yang menceritakan tentang seorang preman, Baung, yang tidak begitu peduli dengan agama dipertemukan dengan Pak Armen, seorang orang tua yang berprofesi sebagai petugas kebersihan musholla. Perbincangan yang awalnya menggelitik hingga serius tertuang semua di tempat dagangan Pak Armen.


Cerita ketiga berjudul Menunggu Aki, tentang penjual nasi goreng yang bernama Pak Aki. Dia terkenal di sebuah komplek perumahan karena beliau menyajikannya dengan arang. Menjelang Maghrib pun Pak Aki tidak datang-datang juga, padahal pelanggannya yaitu Akbar, Tuti, Randra dan Indra, sudah menunggu cukup lama dan menyebabkan mereka bisa saling bercakap-cakap yang baru pertama kali mereka lakukan sebagai sesame tetangga komplek perumahan.

Cerita keempat berjudul Cerita Si Ivan, tentang seorang anak kecil yang bernama Ivan yang memiliki hobi bermain game rental di tempat langganannya. Ketika dirinya meluangkan waktu untuk membolos sekolah demi bermain game rental ternyata tempat dia biasa bermain sedang digunakan pelanggan lain. Dengan akalnya, Ivan menceritakan cerita-cerita horror yang membuat pelanggan ketakutan dan ternyata membuat dirinya sebenarnya jauh lebih ketakutan.

Cerita kelima berjudul Jalan Pintas, yang menceritakan tentang sepasang kekasih yang sedang menuju tempat cathering untuk mengurus pernikahan adik si cowok. Sepanjang perjalanan suka duka mereka alami karena ego mereka masing-masing. Agar bisa sampai tempat tujuan sebelum maghrib, jalan pintas pun mereka lakukan.

Cerita keenam berjudul Ba'da yang menggabungkan semua tokoh dalam kelima cerita sebelumnya.

Sebagai debut dari seorang penulis film Indonesia, Salman Aristo, bisa dibilang belum dikatakan berhasil sesukses karya beliau sebelumnya sebagai seorang penulis. Penyutradaraan Jakarta Maghrib yang dilakukan beliau terjadi kekurangan dari segi teknisnya. Ketidakstabilan dalam memfokuskan pengambilan gambar dan editan dari Cesa David bisa dibilang ada bagian yang agak cukup kasar di salah satu part. Dimana terjadi perpindahan adegan yang berbeda padahal masih dalam konteks yang sama. Kalau dari cerita yang ditawarkan, bisa dibilang cukup ke kehidupan sehari-hari.

Untungnya juga casting directornya jeli memilih para pemain yang notabene cukup berpengalaman dalam berakting, jadi dalam berakting bisa dibilang tidak ada yang bermasalah. Berbagai epsan yang diutarakan melalui dialog antar pemain bisa dijadikan sentilan kecil dan cerminan buat penonton tanpa adanya unsur menceramah atau mendikte. Akhir kata, Jakarta Maghrib tontontan wajib yang harus kalian saksikan di bioskop terdekat saat ini, yang sebelumnya pernah singgah di Jiffest 2010. Selamat menonton.

 

 


Tag: Jakarta Maghrib

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
Aku suka yg bagian pertama aja... lucu-lucu menggemaskan gitu...
penjaja popcorn 0 0
kmaren sempet liat cuplikan film ini cerita pertama sampai ketiga, sepertinta ceritanya bagus, jd kapan ya film ini ditayangkan di bioskop, atau sudah lewat jadwalnya ?

Silahkan login untuk memberikan pendapat