Serdadu Kumbang: Keberatan Pesan 12

Minggu, 19 Jun '11 18:37

Judul dan poster film ini menggelitik saya untuk melangkahkan kaki ke bioskop, mengharapkan hiburan selama 90 menit. Seperti beberapa film Alenia sebelumnya, Serdadu Kumbang mengeksplorasi dunia anak-anak dengan setting salah satu daerah cantik negeri ini. 

Dibuka dengan adegan latihan balapan kuda yang ditunggangi 2 orang joki kecil, harapan saya langsung melambung ingin menyaksikan serunya pacuan kuda dan pergelutan si joki cilik dalam memenangkan sebuah balapan. Namun jauh panggang dari api, nyaris sepanjang film kami dicekoki ceramah pendidikan dan betapa bobroknya sistem pendidikan di Indonesia. Kisah si joki kecil hanyalah entry poin yang tidak diolah lebih dalam. Sayang sekali.

Ari Sihasale sang sutradara dengan cerdik mengolah keelokan pemandangan alam desa Mantar di Taliwang, Nusa Tenggara Barat dan menjalinnya dengan kisah pergelutan warga desa demi pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak mereka. Sayangnya, film ini jadi berpanjang-panjang ceramah tentang pendidikan dan ‘curhat’ soal betapa bobroknya hal ini. Adegan papin (kakek) yang seorang ustad bercerita dikerubungi anak-anak kecil juga terlalu lama dan terlalu sering diulang. Padahal media visual film lebih tepat untuk menunjukkannya dengan gambar ketimbang menceritakannya secara verbal.

Bosan juga mendengarkan curhat pendidikan dan ceramah akhlak sepanjang film. Bisa ditebak, beberapa anak usia SD yang nonton di bioskop siang itu tampak bosan. Mereka asik ngobrol, malah ada yang berjalan mondar-mandir menghitung kursi bioskop.

Layar film mulai menarik lagi ketika adegan ayahnya Amek, sang bocah yang menjadi tokoh utama, pulang kampung dari Malaysia. Sang aktor sangat pas membawakan perannya sebagai pria desa yang berlagak sukses dari perantauan. Secara umum casting film ini bagus. Semua tampak pas dan melakoni perannya dengan apik, terutama Ame dan dua sahabat kecilnya. Hanya Lukman Sardi relatif yang datar saja.

Satu hal yang mengganjal. This movie doesn’t do its characters justice. Minun, siswi SMP yang cerdas, rajin belajar, juara kelas dan digadang-gadang gurunya akan mendapat beasiswa, malah berakhir dengan mati mengenaskan setelah dinyatakan tidak lulus ujian akhir. Apakah ini secara tidak langsung hendak menyampaikan pada penonton belianya, bahwa segitu bobroknya sistem pendidikan Indonesia sehingga nggak penting lagi deh rajin belajar dan berusaha keras?

I leave it up to you for the answer. I myself, would not let my kids have such a pessimistic point of view.

 


Tag: film, Indonesia, sekolah, pendidikan, alenia, sumbawa, joki, kuda, ujian

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Taruma 0 0
Serdadu Kambing? ehh.. Kumbang. : )

Mo nonton selasa depan. kalau saya lihat dari review atas dan trailernya, rasanya film ini memang bakal bertipe ceramah-ceramah-ceramah dan ceramah. aduh, saya suka bingung, klo mo ceramah yah buat film dokumenter ajah deh. kan biar asik dan berdasarkan fakta. : )

Kayaknya film ini, nasibnya bakal jadi kayak Kentut. haha. : ) Provokatif Tak Bertanggung Jawab.

sabai 0 0
Taruma: hahaha... bahkan film dokumenter pun bisa 'berceramah' dg sangat menarik dan menyenangkan utk disimak, misalnya di film FOOD Inc atau THE CORPORATION atau SUPER SIZE ME

ya kan? : ))
Taruma 0 0
sabai: yah, namanya juga film dokumenter, pasti mayoritas ceramah. transfer ilmu.. kan klo film-film biasanya harusnya mengolah ilmu. hahaha. : )

Food Inc. belum nonton. Baru nonton Inside Job, Wasteland, ama Restrepo. : ) tapi, yang bener-bener puyeng tuh Inside Job, habis gak ngerti ekonomi dan gak ngikutin masalahnya. hahaha. : )

Besok aku mo nonton nih film.. hehei! pasti banyak bocah2. ntar pada kebingungan cari pintu keluar. hahaha. : )
Taruma 0 0
hore.. dah nonton.. filmnya? mengecewakan. -_- 2/5. : p
Wawan Subhi 0 0
Taruma: jangan salahkan kentut.
jim96 0 0
maklum orang baik kalo liat kemungkaran, bawaan standarnya emang pengen ceramah.
sabai 0 0
Taruma: oya? hehehehe... gmn menurutmu, knp mengecewakan?

Wawan Subhi: salahkan kentut? ah cuma mention doang kok... hihihi.. : D
Taruma 0 0
Wawan Subhi: Kentut kan cuman gas selingan doang. haha. gak bisa disalahin.

jim96: sama kok sama saya. saya kan orang baik.. : D hehehe.

sabai: salah satu poin yang bikin saya jengkel adalah konsep "menyalahkan orang lain dan membenarkan diri sendiri". si A gak mau sekolah, nyalahin sekolah. si B ketipu, nyalahin yang jual. si C mati, nyalahin benda mati. yang ada, bukan film anak-anak lagi. tapi film kekanak-kanakan. : )
nova yanti 0 0
pengen cepet cepet nonton filmnya ; )
Rijon 0 0
Couldn't agree more!!
jokotarub 0 0
Taruma: pengamatan yg jeli Mas!
yurika 0 0
i like this movie tough

Silahkan login untuk memberikan pendapat