PIRATES OF THE CARIBBEAN : ON STRANGER TIDES : JACK'S BACK! 4

Sabtu, 4 Jun '11 05:52

PIRATES OF THE CARIBBEAN : ON STRANGER TIDES

Sutradara : Rob Marshall

Produksi :  Walt Disney Pictures & Jerry Bruckheimer Films, 2011

         Hanya ada satu dan satu saja faktor yang membuat franchise yang diangkat dari wahana terkenal di Disneyland ini jadi berkembang begitu besar. Johnny Depp dengan peran Jack Sparrow. Bajak laut nyeleneh yang kerap terlihat pintar-pintar bodoh namun selalu punya akal melepaskan diri dari masalahnya. Padahal, jauh sebelum instalmen awal trilogi pertamanya dirilis, Depp yang mengambil inspirasi dari tampilan seorang Keith Richards yang pentolan The Rolling Stones itu sempat mendapat banyak tentangan dari petinggi-petinggi studio, termasuk Bruckheimer sendiri. They should really believed in him, secara hampir setiap karakter pilihan Depp di film-film lain selalu bertengger di barisan karakter-karakter memorable dalam sejarah perfilman. Dan tentu saja, saat sebuah trilogi sudah bisa mencetak worldwide box office sebesar 2.5 trilyun US$, akan bodoh bila mereka tak melanjutkannya lagi dengan sebuah petualangan baru. Cerita boleh berkembang, karakter-karakter baru boleh bermunculan, polesannya boleh dibesut spesial dalam teknologi 3D, tapi yang jelas satu. Jack Sparrow adalah absolute power factor. Semuanya tahu itu.

         Merupakan adaptasi bebas dari novel pemenang World Fantasy Awards On Stranger Tides (1987) karya Tim Powers, dimana kebanyakan hanya part The Fountain Of Youth dan karakter Blackbeard yang jadi benang merah adaptasinya, awal trilogi baru ini mengisahkan petualangan Jack Sparrow mencari Fountain Of Youth atas perintah King George II (Richard Griffiths) yang tak mau didahului kerajaan Spanyol, sebagai imbalan buat kebebasannya bersama orang kepercayaan Jack, Gibbs (Kevin McNally). Selagi Jack dibingungkan dengan isu adanya orang misterius sebagai duplikatnya dengan tujuan sama, ia juga terpaksa bekerjasama dengan nemesis abadinya, Kapten Hector Barbossa (Geoffrey Rush) yang didapuk kerajaan memimpin ekspedisi itu. Sambil berusaha melarikan diri, Jack kemudian menemukan bahwa penirunya dalah mantan kekasih lamanya, Angelica (Penelope Cruz) yang juga putri bajaklaut legendaris Blackbeard (Ian McShane) yang penuh tipu muslihat voodoo. Jack lantas dipaksa lagi mendampingi Blackbeard menuju situs keajaiban itu, sementara Gibbs ikut bersama Barbossa, yang ternyata juga menyimpan dendam pribadi pada Blackbeard atas kehilangan kapal Black Pearl sekaligus sebelah kakinya. Ada banyak rahasia yang mereka temukan di jalan termasuk serangan berbahaya dari klan putri duyung yang juga menyimpan petunjuk untuk sampai kesana, serta hubungan rahasia dari seorang misionaris Philip Swift (Sam Claffin) dengan salah satu putri duyung bernama Syrena (Astrid Berges-Frisbey). Perburuan ini terus berlangsung penuh intrik dari orang-orang di dalamnya, dan Jack harus memutar otak untuk menemukan jalan keluar demi menyelamatkan dirinya hidup-hidup.

         Instalmen awal, bagaimanapun, tetap akan terlihat jauh lebih menarik ketimbang mengikuti petualangan berikutnya. Ini seperti membaca komik-komik petualangan klasik Eropa mulai dari Tintin, Si Janggut Merah ataupun Tanguy And Laverdure, dimana feel pengenalan pertama tetap akan terasa lebih menempel dalam ingatan. But however, bukan berarti pengembangan ke ranah petualangan barunya lantas jadi kehilangan rasa. Dan Hollywood, di tengah banyaknya kegagalan mereka dalam racikan sekuel, tetap juga merupakan juara untuk hal-hal macam ini. Franchise ini memang hampir sepenuhnya hanya bergantung pada karakter Jack Sparrow, tapi sulit juga untuk memalingkan muka dari karakter-karakter baru yang tampil, juga sebagian muka lama yang masih bisa membangun chemistry-nya dalam taraf belum membosankan. Ian McShane berperan pas sebagai Blackbeard yang licik serta kejam, begitu pula karakter-karakter tempelan seperti Claffin dan Berges-Frisbey yang sedikit banyak bisa mencuri perhatian walau menurunkan intensitas adventurenya.

         But somehow, para pembuatnya memang sepertinya punya poin jualan ke Penelope Cruz yang didapuk sebagai pasangan Jack Sparrow yang baru disini. Oke, ini masih instalmen awal dalam trilogi barunya, dan rasanya chemistry Depp-Cruz sudah bisa terbangun tahap demi tahap dengan menarik menuju ke post credit scene yang terasa semakin erat (oh yes, please don't get out too soon after the end credits). Biar sedikit beraroma romantisme, Jack tak sampai kehilangan style nyelenehnya juga saat dipasangkan dengan karakter Angelina yang sok tangguh. Selain tetek bengek karakter itu, mari kembali ke akar tujuannya, bahwa franchise ini pada dasarnya adalah sebuah blockbuster, yang artinya ada bujet besar untuk eksplosifitas adegan aksi bertabur efek. Disini, On Stranger Tides tetap tak kehilangan sentuhannya. Watch the mermaid assault scene yang cukup intens berikut set-set yang seperti blockbuster pada umumnya, dibangun dengan keseriusan tinggi, dengan besutan 3D yang eye-candy pula. Sebagian kritikus dan penonton boleh-boleh saja membenamnya dalam-dalam dengan protes kesana-kemari atas bangunan ini-itu yang serba tak cukup ke visual mereka, but once you've fallen for that power factor, in this case, Jack Sparrow, anything goes! Masih ingin bukti betapa persentase penilaian negatif itu takkan mempengaruhinya? Belum lagi masuk ke minggu ketiga masa putarnya, instalmen awal trilogi baru Jack ini sudah mengantongi kocek hampir melampaui worldwide box office film pertamanya dulu! (dan)

 

 

 


Tag: Johnny Depp, Penelope Cruz, Geoffrey Rush, pirates of the caribbean on stranger tides, jerry bruckheimer, rob marshall, ian mcshane, richard griffiths, kevin mcnally, sam claffin, astrid berges-frisbey, mermaid assault, tim powers, jack sparrow, fountain of youth, blackbeard

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

moti 0 0
saya kok malah kurang suka dengan instalmen keempat, sekaligus awal dari trilogi baru ini. Trilogi yang lama sudah terlanjur luar biasa dan bagus, namun sekuel keempat ini rasanya seperti "reboot" dari berbagai ciri khas franchise ini yang dibangun sejak awal. Mungkin memang keinginan para pembuat film, tapi instalmen yang ini sangat sederhana dan linear dalam tutur cerita - tidak seperti trilogi pendahulunya yang selalu membuat penonton memutar otak akan ceritanya.

Well, tapi memang film ini cenderung lebih fokus pada karakter Jack Sparrow saja (sementara trilogi sebelumnya lebih fokus pada Will-Elizabeth). Tapi ada yang aneh juga dengan karakter Jack Sparrow dalam film ini, terlihat tidak se-egois dan se-tipu muslihat dari trilogi sebelumnya bukan? Perbaikan karakter mengingat ia akan menjadi jangkar dalam trilogi baru?

Terlepas itu semua, film ini tetap menghibur kok : D
danieldokter 0 0
like the first installment dari trilogi pertama, kan jg lebih linear dibanding Dead Men's Chest dan At World's End yg melebar kemana2. bisa dimaklumi kalau di trilogi I itu mereka masih segan mencuatkan Jack Sparrow yg serba unlikely hero menjadi satu2nya dayatarik dan mencoba mengangkat tema Will-Elizabeth yg lebih akrab dgn pasar, tp nyatanya setelah instalmen kedua, karakter Jack Sparrow justru yang jadi kartu AS-nya, dan seakan penonton tak perduli lg dgn ritme part Will-Elizabeth yg dianggap menurunkan intensitas porsi aksinya, aint it right? so I believe if some of the audience found that Jack's character is a bit lighter here, alasannya ya krn itu. ke depannya, dia bakal terus jadi kartu As yang dijual untuk franchise ini : ). and as I said, once we've fallen to his character, lebih kurangnya tak akan banyak berpengaruh : )
Erwin 0 0
asyik ketemu om jack sparrow lagi
Fu2 0 0
Kalau menurut aku, installment ke empat ini sangat membosankan, joke - joke nya sangat basi, bahkan kekonyolannya tidak selucu tiga film sebelumnya. Yang mengsankan cuma musiknya saja, sisanya bikin ngantuk.

Silahkan login untuk memberikan pendapat