THOR : AND ONE MORE LEFT FOR NEXT YEAR'S DREAMTEAM! 3

Sabtu, 28 Mei '11 03:19

THOR : AND ONE MORE LEFT FOR NEXT YEAR'S DREAMTEAM!

Sutradara : Kenneth Branagh

Produksi : Paramount Pictures & Marvel Entertainment, 2011

         Tak ada rencana sinematis yang lebih hebat dari usaha menggabungkan tokoh-tokoh superhero Marvel dalam The Avengers yang sudah digagas sejak lama dengan kecermatan ekstra oleh para kreatornya. Gegap gempita yang sudah dimulai sejak Iron Man tempo hari kini tinggal menunggu Captain America : First Avenger untuk kolaborasi mereka di 2012. Tapi jelas ada batu sandungan berkaitan dengan trend realisasi yang ada di produk-produk adaptasi superhero sekarang, dimana tokoh-tokoh itu harus bisa berpijak di atmosfer yang lebih nyata ketimbang hanya sekedar komikal seperti animasinya.

        Thor dan Captain America agaknya dua yang agak sulit untuk bisa disandingkan begitu saja dengan yang lain, karena latarnya yang sedikit berbeda. Selagi Captain America ada di timeline jauh ke belakang, Thor adalah anak dewa yang sering di-metafora-kan seolah Tuhan bagi mitologi kuno. Tapi bukan Hollywood namanya kalau tak bisa meracik ide sedemikian rupa apapun tantangannya. And so, Thor yang kita saksikan sekarang, membelokkan sedikit latar mitologinya ke peradaban makhluk yang berbeda. Ada sedikit keraguan kala seorang Kenneth Branagh, yang banyak dianggap sebagai the next Laurence Olivier dan banyak bermain di wilayah literatur klasik itu digagas sebagai sutradara Thor menggantikan draft pertama dengan Sam Raimi. But don't be skeptical sebelum Anda menyaksikannya. Walau brewok itu sama sekali menyalahi tampilan komik aslinya, adaptasi ini tak kehilangan banyak unsur asli tadi, I'd assured you.

         Bukan lagi anak dewa, Thor (Chris Hemsworth) adalah makhluk dari planet Asgard yang terusir oleh sang raja sekaligus ayahnya, Odin (Anthony Hopkins) tepat menjelang saat naik tahtanya sebagai suksesor. Pasalnya, ambisi Thor untuk mengalahkan pemberontakan kaum Frost Giants pimpinan Laufey (Colm Feore) mengacaukan segalanya. Odin yang murka atas arogansi Thor menentang kebijaksanaannya kemudian mencabut kekuatan Thor dan membuangnya ke Bumi, berikut juga martil raksasanya, Mjolnir, yang kini tak lagi berguna. Kehadiran Thor di bumi lantas tak hanya menarik perhatian ilmuwan Dr. Erik Selvig (Stellan Skaarsgard) bersama dua asistennya, Jane Foster (Natalie Portman) dan Darcy Lewis (Kat Dennings), namun juga agen-agen S.H.I.E.L.D yang sedang mengembangkan proyek manusia-manusia super dibalik tujuan mereka. Sementara, kehidupan di Asgard bukan juga menjadi aman sepeninggal Thor. Saudaranya, Loki (Tom Hiddleston) yang merasa ambisinya selama ini terhalang baru saja menguak rahasia adopsinya oleh Odin sudah merancang kudeta bersama Laufey, sekaligus menginvasi bumi untuk menghabisi Thor. Tapi pengawal setia Asgard, The Warriors Three ; Volstagg (Ray Stevenson), Fandral (Joshua Dallas) dan Hogun (Tadanobu Asano) juga tak tinggal diam menyusul ke bumi. Maka Thor yang sudah terlanjur jatuh cinta pada Jane pun harus berjuang menyelamatkan bumi sekaligus planetnya, Asgard dari kegilaan Loki.

         Adalah suatu ketakjuban luarbiasa melihat Kenneth Branagh ternyata punya visi fantasi luarbiasa untuk membesut sebuah adaptasi superhero. Kepiawaiannya menggagas film-film epik ternyata bisa masuk ke wilayah yang sedikit banyak dimiliki Thor dalam komik aslinya. Sebagian dialognya mungkin tetap menyiratkan metafora relijius dalam penggambaran Asgard yang diset sebagai pengganti mitologi Nordik aslinya, namun keseluruhan gambaran Branagh adalah kerajaan planet lain dengan segala masalah dan set yang benar-benar tampil seru dan fantastis, berikut juga kisah Mjolnir-nya Thor yang muncul tak hanya sekedar lewat.

        Pemilihan castnya juga secara tak terduga bisa terlihat benar-benar pas hingga ke karakter-karakter sampingan yang berarti termasuk The Warriors Three yang jadi highlight action menarik sampai Stellan Skaarsgard yang bakal tampil lagi nanti, plus tentunya Natalie Portman yang menarik sekali memerankan love interest Thor tanpa harus mentok sebagai penghias tanpa otak. Dan diatas semua, tentulah gelaran efek spesial dan cameo berikut clue pada kolaborasi besar di 2012 nanti (selain Jeremy Renner sebagai Hawkeye, jangan lewatkan bonus scene di akhir kreditnya). Dan lebih lagi, masih ada dua hal yang sangat patut dicatat dari Thor. Pertama, meski rata-rata superhero Marvel punya love interest penting, meninggalkan penontonnya setelah klimaks fantastis di adegan akhir dengan felt romance sekuat ini, benar-benar terasa tak biasa, dan kedua, theme song 'Walk' dari Foo Fighters yang muncul paling menggebrak dibandingkan franchise-franchise saudaranya, juga luarbiasa. So we had seen that Kenneth Branagh mengerti sekali franchise aslinya secara luar dalam, dan itu yang terpenting dari sebuah adaptasi. Not only you'll have to hug the fans, but invite more others, too. Semoga satu lagi yang tersisa sebelum kolaborasi besar itu, Captain America, akan sama dahsyatnya dengan yang satu ini. (dan)

 

 


Tag: review, anthony hopkins, Natalie Portman, marvel, thor, kenneth branagh, chris hemsworth, idris elba, tom hiddleston, jeremyu renner, ray stevenson, colm feore, stellan skaarsgard

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
film ini nggak masuk indonesiaa....sebel to the max!
AndreasSG 0 0
=.= hanya bisa berharap akan masuk kesini
Victor 0 0
...terpaksa nonton DVD bajakannya : (

Silahkan login untuk memberikan pendapat