6 things about Source Code (2011) 14
Rabu, 11 Mei '11 23:10
---- SPOILER ALERT ----
Hari ini pukul 18.45 di XXI-Grand City saya menonton Source Code, yang memang baru pertama kali tayang di Indonesia hari ini. Film ini adalah wish-watch-list film yang paling saya tunggu-tunggu, menempati urutan ketiga setelah film Super 8 dan Hanna (karena kedua film ini bertemakan kehidupan anak remaja, yang pertama adalah film sci-fi-movie-maker yang kedua adalah intellijen).
1. Source Code: bahasa
Sebuah judul film, tidak akan jauh-jauh dari cerita film itu sendiri secara garis besar. Misalnya Mission: Impossible yg menceritakan misi-misi yang impossible, Independence Day yang menceritakan hari kemerdekaan ID4July, Trilogy Bourne yang menceritakan pria bernama Bourne, dan lain sebagainya (kecuali film Elephant oleh Gus Van Sant, saya tidak tahu mengapa film itu diberi judul "gajah").
Sudah lama saya melihat trailer Source Code di You Tube. Dan kisahnya menceritakan tentang "mesin" yang membawa ke masa lalu. Lalu mengapa film ini tidak dinamakan Time Machine? karena sudah ada yang memakinya duluan. Mengapa tidak berjudul Back To The Future? karena juga sudah ada film ini tahun 85an. Mengapa tidak berjudul Time Traveler's Wife? Karena memang yang memerankan bukan Eric Bana dan film ini tidak menceritakan drama percintaan lintas-waktu. Nah, saya bertanya-tanya, mengapa film ini berjudul Source Code, lalu saya menemukan artikel ini di Wikipedia:
In computer science, SOURCE CODE is text written in a computer programming language. Such a language is specially designed to facilitate the work of computer programmers, who specify the actions to be performed by a computer mostly by writing source code, which can then be automatically translated to binary machine code that the computer can directly read and execute. Aninterpreter translates to machine code and executes it on the fly, while a compiler only translates to machine code that it stores as executable files; these can then be executed as a separate step [link]
Jadi "source code" adalah bahasa pemograman komputer. Saya pernah belajar sedikit sewaktu saya belajar Visual Basic. Di film ini, ternyata source code diartikan sedikit berbeda. Si ilmuwan, mengatakan bahwa source code adalah sebuah tempat, dimana dari tempat itu bisa membawa subjek ke jejak-jejak-otak masa lalu. Bukan mengendalikan waktu pergi ke masa lalu, tetapi "me-resignment the time", atau menugaskan kembali waktu. Di masa lalu waktu telah bertugas manjadi A, kemudian dg source code, waktu dapat dirubah tugasnya. Nah tugas yang berbeda ini yang masih saya bingungkan, tetapi yang saya pahami, tugas yang berbeda ini dapat dilakukan di dimensi yang berbeda.
2. Moon
Saya masih ingat betul nonton film Moon bersama sahabatku Franky Romantika, di kontrakannya, saat itu hujan deras, saking bengong dan konsentrasinya kita lihat film ini sampe nggak nyadar, ada air hujan masuk lewat pintu depan dan air menggenang saking derasnya. Intinya, film Moon itu adalah gaya pendekatan HRM (Human Resource Management) gaya baru. Dimana perusahaan yg mampu dan bisa menerapkan gaya HRM di perusahaan di film Moon ini, mereka akan menghemat biaya: rekrutmen, seleksi, training, dan development. Akan tetapi sistem HRM itu pasti ada kelemahannya, yaitu: eksistensialisme, dimana manusia pasti mencari "kebenaran". Lihat reviewku ttg film Moon [disini].
Jadi film Moon bercerita ttg seorang yang bernama Sam (diperankan oleh Sam Rockwell, one of my favorite actor, terutama saat dia menjadi narapidana di film story by Stephen King: The Green Mile), yang menjaga stasiun pertambangan di bulan, sendirian. Nah, thanks to pembaca di Bicara Film.com, karena artikel Moon yang saya buat berjudul, "Moon by Sam Rockwell", seharusnya berjudul "Moon by Duncan Jones". Karena Sam Rockwell bukan si sutradara, melainkan Duncan Jones.
Film Moon adalah film pertama Duncan Jones, dan Duncan Jones membuat film ke dua, yaitu Source Code, yang telah saya tonton sejam yang lalu. menurut www.IMDB.com, Moon mendapatkan rating 8.0, sedangkan Source Code mendapatkan rating 7.8. Moon lebih baik 0.2 poin daripada Source Code, dan saya yakin biaya pembuatan Moon jauh lebih murah. Kenapa? Pendapat pribadi saya, dibandingkan dg Source Code, Moon benar-benar mengeksplorasi sisi psikologis si tokoh utama, Sam. Benar-benar kental dengan suasana depresi, stress, enlightment, man-search-for-meaning (ala Victor Frakl) dan konflik internal subconsiousness yang dialami oleh Sam sendiri, mungkin karena "social issue". Bahkan robot yang bernama Grety pun saya menangkan "dia adalah robot yang beremosi seperti emosi robot manusia". Ini yang membuat film ini sangat patut untuk ditonton !
3. Duncan Jones
Pria ini kelahiran tahun 1971, lebih muda 1 tahun dari pada Christoper Nolan, 20 tahun lebih muda dibandingkan dg Zemeckis, dan 8 tahun lebih muda dibandingkan Tarantino . Nanti saya ceritakan mengapa kok saya menyebutkan nama Nolan, Zemeckis, dan Tarantino. Menurut sumber dari imdb, tenyata dia baru membuat 3 film. Film pertamanya adalah film pendek berjudul Whistle, kedua adalah Moon, ketiga adalah Source Code. Dari dua film terakhir yang telah saya tonton, saya tidak sekedar memberikan 4 jempol kepada Duncan Jones, tidak sekedar standing applause, tidak sekedar teriakan "bravo ! bravo !". Dia membuat film-film yang sangat berbeda dg sutradara besar lainnya. Yang menjadi sangat menarik dari Duncan Jones adalah dari ide cerita, bagaimana dia menggiring penonton dengan alur yang terus bercabang, lalu kembali finish di jalur utama, plot yang sangat hebat, eksploitasi karakter yang sangat mendalam (terutama Sam di film Moon), klimaks yang panjang (seperti di film Source code), dan ending film yang sangat "such un-forgetable moment", tidak sekedar "happy ending", tetapi "over-expected-delight-outsanding-ending". Dua film Duncan Jones yang saya tonton, kedua film ini memiliki ending yang sangat berkesan, seolah-olah seperti pulang berlibur, tak disangka si pemandu wisata memberikan souvenir yang sangat bagus, seperti itu perumpamannya.
Jika film-film Quentin (my opinion), there's no main actor, tidak ada tokoh utama. Sangat berbeda di film-film Duncan Jones, dia benar-benar mengeksplotasi satu tokoh, di film Moon dia mengeksplotasi Sam, di film Source Code, dia mengeksploitasi Colter si pilot. Jika Nolan, di film terakhirnya, mengenai manupulasi pikiran, Source Code juga film tentang itu. Sepertinya Nolan mulai mendapatkan pesaing di film seperti ini. Tapi dua-duanya masih sangat hebat di mataku. Nah, Zemeckis. Melihat Source Code 1 jam lalu, saya langsung berfikir mengenai Zemeckis, karnea dia adalah sutradara Back To The Future, sebuah film fantastis! tentang mesin waktu dan time travel to the past, to change the future. Source code bergenre sama, ke masa lalu, untuk masa depan. Itulah hubungan dari Jones-Tarantino-Nolan-Zemeckis.
4. Jake Gyllenhaal (JG) and Michelle Monaghan (MM)
Mendengar kata JG, langsung terlintas di kepala saya almarhum Heath Ledger (Joker; Dark Knight). Karena JG dan Ledger memerankan sebagai cowboys homo di film garapan orang asia jenius Ang Lee (Crouching Tiger Hidden Dragon, Sense and Sensibility, Hulk) film yg membuat bulu kudukku berdiri ketika melihat adegan "itu..tu...", berjudul Brookeback Mountain. Kepiawaan JG menjadi seorang aktior sudah sangat terbukti dari salah satu film yang membuat namanya besar: Donnie Darko. Dia memeranakan seorang anak SMA weirdo, yang punya kelainan mimpi dan tidur berjalan. Film lain yang menjadi favoritku yang diperankan JD menjadi si tentara stress di Iraq, Jarhead. Lalu dia juga memerankan sebagai karikaturnis yang ambisius terhadap kisah serial-killer, Zodiac. Pendapat pribadi, saya paling kecewa saat JG memerankan "pangeran dari persia", dia bukan tipe akor yang menjadi pahlawan hebat, lalu mendapatkan gadis cantik, ceksi, dan dada besar. Di film Source Code, dia memerankan seorang veteran pilot helikopter bernama Colter Stevens. Duh, maaf saya tidak ingin bercerta banyak tentang Stevens ini, tapitnya spoilernya akan semakin kental dan pekat di artikel ini. Kalau begitu saya akan membahas MM.
Sejujurnya saya masih belum akrab dg nama MM, hingga saya membuka imdb (lagi-lagi), dan tenryata dia adlaah yang memerankan ibu awesome bernama Rachel di film Eagle Eye. Dan dia tenyata juga menjadi Hunt's Girl (bukan Bond's Girl) benama Julia di Mission Impossible III (directed by JJ Abrams, saya sangat menantikan film bapak ini yang berjudul Super 8). Tagline yang tidak pernah aku lupakan di film Source Code dikatakan oleh gadis bernama Christina Warren (diperankan oleh MM) adalah : "I TAKE YOUR ADVICE".
5. Source Code by Duncan Jones
Opini saya, film ini semacam film dg ide orisinal-menantang, dengan gaya komersial. Berbeda dg Moon, tidak beredar di bioskop-bioskop Indonesia, Source Code ini, Duncan Jone sudah level up membuat film yang elegan untuk ditaruh di poster-poster besar berjejeran di bioskop. Saya suka bumbu-bumbu psikologis yang ditawarkan di film ini. Apa itu bumbu psikologis? saya juga tidak bisa menjelaskan dengan detail, akan tetapi yang menarik adalah bagaimana permainan/dinamika emosional tokoh-tokoh yang ada di film ini. Biasaya untuk dinamika emosional seperti ini yang jago adalah Clint Eastwood (misalnya Two Million Dollar Baby), Ron Howard (A Beautiful Mind). Tentu saja Duncan Jones bisa disejajarkan dengan mereka.
Film ini juga menyajikan scene-scene yang tak terlupakan. Seperti film The King's Speech oleh Tom Hooper. Terutama saat kereta meledak, api menghampiri Cotler dan Cristina, saat-saat kamera menyorot wajah kemudian keluar air mata, dan (yang seperti saya bilang tadi), ending dengan kleimaks panjang. Coba deh perhatikan di ending film ini, saat semua orang ...bla...bla....bla......bla..... (spoiler) dg membeku, sangat hebat adegan scene itu !!! Pokoknya membuat saya sebagai penonton merasakan kembali cinematic-orgasms, saya belum pernah merasakan hal ini sejak menonton King's Speech beberapa bulan yang lalu.
Ada yang sedikit mengganjal dan mengenai akting beberapa tokoh di film ini. Dan sepertinya keanehan ini sengaja disajikan di film ini dengan alasan yang belum aku ketahui. Dua tokoh itu adalah Goodwin dan Dr. Rutledge. Saya pernah melihat gaya akting seperti merka, entah dimana. Ada satu perilaku Dr. Rutledge yang sangat kahs, smaa dnegan perilaku nya John Nash (Russel Crowe) di film A Beautiful Mind. begitu juga dengan Goodwin, sepertinya di film Source Code dia adalah seorang wanita berseragam militer, tteapi tidak menunjukkan kepribadian militer sama sekali.
6. "This is not time travel. This is time re-assignment" (source code)
Selamat menonton
Have an awsome day
Tag: moon, Duncan Jones
Terkait:
-
SOURCE CODE : QUANTUM PHYSICS AIN'T NEVER MISSED!
Kamis, 12 Mei '11 04:36 -
Welcome To The Dark Side Of The Moon
Rabu, 22 Des '10 18:40 -
SOURCE CODE (2011) : AN INTERESTING MOVIE SO FAR THIS YEAR
Senin, 4 Apr '11 09:46
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
jim96: Good Take
-
jamur: Informatif
-
venus: Good Take
-
Mahasiswa Sibuk: Good Take
-
Taruma: Informatif
-
kniwe: Good Take
-
sabai: Informatif
-
AndriaGutama: Box Office
-
oksbangs: Good Take

Komentar:
http://tarumainfo…2/sourcecode
ima an: posting terus ya, kita tunggu!
@all: thanks atas komentarnya.. saya jadi banyak belajar untuk menjadi penulis/reviewer yg lebih baik.. ganbatte !!
kalau mau buat sci-fi sih, gampangnya tinggal tambah elemen "alien". beres deh.
Sci-fi yang saya suka sekarang sih Mass Effect, game sih. tapi katanya mo diadaptasi jadi film.
Silahkan login untuk memberikan pendapat