SCREAM 4 :: HARUSNYA TAK PERLU ADA 10

Senin, 18 Apr '11 20:51

Setelah sukses menjadi film slasher remaja pertama di era 90 an yang kemudian dilanjutkan oleh dua sekuel dan melahirkan film-film pengikut bertema sejenis seperti urban legend dan I know what you did last summers, si pembunuh ghostface kembali beraksi pada sekuel ketiganya. Disutradarai oleh wes craven berdasar naskah olahan Kevin Williamson yang sempat berhenti menulis untuk babak ketiga. Lalu apa yang ditawarkan oleh sekuel ketiga ini tak ubahnya hanya sebuah proyek franchise maksa yang harusnya nggak perlu ada karena menurut gue seri keempat ini merusak apa yang sudah tertanam baik dibenak penonton trilogy scream.

Cerita dibuka dengan prolog pembunuhan yang berbeda dari seri 1-3 lalu disusul dengan kedatangan Sidney ke kampung halamannya, Woodsboro, untuk mempromosikan buku yang ditulisnya. Disini pula dia bertemu dengan gale dan dewey yang sekarang sudah menikah dan tentunya tante Sidney yang mempunyai anak bernama jill, gadis labil usia belasan. Nah dari sinilah pembunuhan kembali terjadi. Diawali dengan ditemukannya foto Sidney yang berlumuran darah didalam bagasi mobil, dan korban-korban pun mulai berjatuhan.

Seperti yang udah gue singgung diatas, film ini maksa banget. Dari pengenalan beberapa karakter diawal yang segitu banyaknya cuma niat untuk dikorbankan tanpa adanya kesan seperti seri-seri sebelumnya karena si pembunuh begitu nafsu (mungkin karena udah 10 tahun absen dari dunia pembunuhan haha...), jadi nggak terlalu suka main kejar-kejaran seperti yang sudah jadi ciri khas. Belum lagi terlalu banyak dialog-dialog hampir sepanjang film yang sama sekali nggak membawa intensitas ketegangan apapun selain untuk memperpanjang durasi.

Jelas banget ekspetasi tinggi gue langsung hilang tanpa bekas. Karena selain durasi yang cuma seuprit, film ini terkesan terburu-buru untuk berakhir. Padahal jelas sebagai formula comeback, mungkin penonton ingin dimanjakan dengan jualan seperti pada seri terdahulu. namun sayang creven dan williamson enggan melakukan hal itu. Apalagi bintang-bintang baru yang dihadirkan dan digadang-gadang bakal melajutkan perjalanan sang pembunuh ke sekuel berikutnya nampak sia-sia. Mungkin bagi yang udah nonton bakal ngerti apa maksud kesia-siaan itu.

Beruntungnya, para pemain lama (yang udah nggak eksis lagi kayaknya di layar lebar) seperti neve campbell, david arquatte dan courtney cox cukup bermain lumayan meski muka mereka kayak udah ketuaan untuk beraksi melawan si pembunuh yang senang menikam dengan pisaunya itu. Tapi seenggaknya karakter mereka dibuat lebih dewasa. Seperti Sidney yang tampak tough melawan ghostface yang mana di tiga seri sebelumnya suka main lari-larian. Tapi disini dia lebih berani bahkan menghampiri sang calon pembunuh.

Sebagai penonton yang sudah fanatic menunggu bagaimana kehidupan mereka pasca seri ketiga mungkin akan kecewa. Karena pada seri keempat ini, semua yang tersaji sangatlah biasa saja dan dibuat-buat untuk berlanjut (kalo di indonesia kayak formula tersanjung gitu deh). gue harap sih cukup sampai disini saja. Nggak usah menambah-nambah daftar angka seperti 5 atau 6 setelah kata scream.

rating 5/10


Tag: thriller, sequel, Bloody, ghostface

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

kniwe 1 suka | 0
Hehe review yang menarik. Meskipun gw tetep akan nonton film ini. Emang sih, gw juga agak-agak gak yakin bahwa film ini bisa menghibur gw seperti jaman dulu. Terutama karena masalah usia. Lucu aja ngebayangin Ghostface killer yang dulu ngejar-ngejar anak SMA, sekarang ngejar tante-tante gitu...
aibii 0 0
sebagai fan fanatik sejak umur 6 pas jaman scream 1 lagi booming pada tahun 1996 dan mengikuti dua sekuelnya, entah kenapa ekspetasi gue langsung drop melihat seri 4 ini. dari segi menakuti okelah, tapi adrenalin gue biasa aja tuh. gak ada momen2 kayak pas casey mati di film pertama yang you know how. haha... sangat gak berkesan.

tapi bolehlah kalo emang curious. gue gak mau bacot dulu secara filmnya belum nongol di indo. katanya sih bulan ini (seperti yang tercantum di 21).
toRa 1 suka | 0
So, it's...

- SCR3AM

- SCRE4M

And next it's gonna be:

- 5CREAM (?)
warm 0 0
penasaran euy : D
yufan 0 0
penasaran sih kelanjutannya....tetep pngen ntn.. : )
Rijon 0 0
Baru nonton Scream yang pertama, dan gak minat nonton selanjut-selanjutnya. Aku gak bisa bilang Scream termasuk film yang bakal kupuji-puji kebagusannya. Gak pula bakal kusandingkan dengan deretan film-film favoritku. Tapi film pertamanya berhasil jadi guilty pleasure buatku. Yah, termasuk bagus untuk tipikal genrenya.
aibii 0 0
toRa: oh no, enough haha..

Rijon: eh kenapa gak minat jon. gasuka yang model kayak gini, ato karena kebanyakan percakapan?

warm: yufan: tapi masih gatau kapan rilis di indo
Rijon 0 0
aibii: Kok bisa gak suka kebanyakan percakapan? Lebih dari sebagian drama yang kutonton berbasis percakapan kok.

Emang segala jenis slasher (mulai dari yang teen flick sampai gore) bukan tipe film yang bakal kusuka.
dez 0 0
wah, scream 3 saja sudah mengecewakan karena sudah terlihat kesan maksa nya, jd saat pertama mendengar scream 4 ini, saya sudah ga berharap. scream 1 yg paling pas.
aibii 0 0
Rijon: yah kirain hehe

dez: IMO, scream 3 tetep suka. baru yang kali ini, overall, maksa

Silahkan login untuk memberikan pendapat