The Man From Nowhere (Ajeossi) [2010] 5

Senin, 11 Apr '11 00:24

Ajeossi atau paman adalah panggilan dari So-Mi, seorang anak kecil kepada Tae-Sik, tetangga apartemennya yang juga tukang gadai yang sering dikunjunginya. Seorang pria pendiam dengan kehidupan yang misterius. Tetapi situasinya berubah ketika ibu So-Mi mencuri obat-obatan terlarang dari sebuah kelompok gangster yang ditaruh di sebuah tas kamera yang digadaikan kepada Tae-Sik. Dan ketika kelompok tersebut mengetahuinya, mereka mendatangi kontrakan Tae-Sik,menggeledah dan mengambil kembali barangnya, namun Tae-Sik tidak tinggal diam ketika dia tahu kalau ada orang yang mengobrak-abrik dan sempat membunuh satu orang dari komplotan itu. Akhirnya mereka menculik So-Mi dan ibunya, dan begitu tahu kalo Tae-Sik bisa diandalkan, mereka memberikan Tae-Sik sebuah misi sebagai syarat untuk membebaskan keduanya, sebuah misi untuk menjebak dia dan seorang bos besar mafia agar ditangkap polisi.

Dan dari sinilah petualangan Tae-Sik dimulai, semua pihak mengejarnya, dari bos besar mafia sampai polisi. Dalam upayanya menyelamatkan tetangganya itu, perlahan-lahan Tae-Sik membuka tabir tentang segala macam kegiatan bawah tanah Korea Selatan, seperti perdagangan obat-obatan terlarang, perdagangan organ tubuh dan eksploitasi anak di bawah umur. Dan di sisi lain, polisi yang mengejarnya perlahan-lahan juga membuka tabir kemisteriusan Tae-Sik yang tidak memiliki catatan di kepolisian dalam rentang waktu tertentu.

Alur cerita yang sangat klise, sudah sangat sering diangkat dalam sebuah film, meskipun dengan rasa yang berbeda. Sebut saja Leon: The Professional, Taken maupun film-film thriller buatan Korea Selatan yang belakangan banyak dibuat. Mau gak mau, saya terpaksa membandingkan film-film tersebut dengan film ini. Banyak adegan yang mirip dengan film-film yang sudah saya sebut di atas, contoh saja adegan makan bareng So-Mi dengan Tae-Sik yang mengingatkan pada Leon dan Mathilda, atau aksi mantan agen yang berusaha menyelamatkan anak perempuannya yang sedang berlibur di Paris. Namun itu semua dapat ditutupi dengan aksi laga yang cukup memukau dan sinematografi dan juga tata kamera yang ga kalah sama Hollywood, apalagi ada di satu adegan yang bikin saya sempat loncat dari kursi karena saking hebatnya *lebay*.

Satu yang disayangkan adalah bagaimana Won Bin mendapat peran sebagai Tae-Sik di film ini, bukan aktingnya yang saya permasalahkan, aktingnya sangat bagus, namun nama besarnya sebagai bintang pop yang menurut saya cukup membuat ending film ini menjadi sangat datar, tidak se-emosional Leon ataupun A Bittersweet Life-nya Lee Byung-Hun. Yah, mungkin sang sutradara atau scriptwriter film ini ingin menjaring penonton lebih banyak lagi dengan ending seperti itu, buktinya saja film ini menjadi salah satu film dengan pemasukan kotor terbesar di Korea Selatan tahun 2010. Yah, buat saya cukup untuk dijadikan hiburan di kala senggang :D.

 


Tag: thriller, Won Bin, korean, Lee Jeong-Beom

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
lho, masa nama besar aktornya sebagai bintang pop bisa membuat ending film ini datar?
yg bikin endingnya gimana bukannya sutradaranya yah kak? : D
bitterjoy 0 0
sabai: iya sih,maksud saya kalo aktornya bukan won bin mungkin saja endingnya bisa beda,haha..
bitterjoy 0 0
sabai: oya,tambahan,endingya terlalu melodramatis : D
Ando 0 0
film ini punya ending yang sangat-sangat khas film Korea Selatan dan sering diperlihatkan di drama TV produksi Korsel. Agak membosankan sih endingnya kalau sering nonton film Korea.
Tapi kalau dilihat secara keseluruhan, film ini masuk kategori bagus. Fight Choreography-nya keren, gak kalah jauh sama film2 Hongkong yang dibintangi Donnie Yen. Sinematografinya jg suka mengambil angle2 kamera yang menarik.
bitterjoy 0 0
Ando: yup,berantemnya mantep,kameranya apalagi..ikut ngerasain 'whoa' ga pas adegan yang "itu"?: p

Silahkan login untuk memberikan pendapat