?: Kemanakah Harmoni itu Pergi? 10

Jumat, 8 Apr '11 13:19

Indonesia, memang adalah sebuah negara yang unik. Negeri kepulauan yang luas terbentang dari Sabang sampai Merauke dengan 230 juta penduduk, 300 suku, 742 bahasa dan dialek yang berbeda-beda, serta 6 agama dan kepercayaan yang diakui negara. Dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika (Unity in Diversity), negara seakan meyakinkan warganya: Perbedaan adalah hal wajar yang tak perlu dipermasalahkan, kita semua adalah satu, yaitu Indonesia.

Saya ingin membuat sedikit metafora menggunakan dunia musik. Sebuah lagu yang hanya terdiri dari satu nada tentu membosankan. Namun apabila digabung dengan nada-nada lainnya, terbentuklah sebuah harmoni yang dapat menggugah pendengarnya. Bahkan, harmoni ini tak perlu datang dari satu alat musik, tetapi bisa dari berbagai alat musik yang berbeda-beda, dan tetap enak didengar. Memang akan memerlukan 'latihan' di antara para pemain alat musik tersebut, tetapi lagu yang dibawakan pasti menjadi lebih bermakna bagi si pendengar.

Film '?' berhasil memukau saya lewat ceritanya yang 'berani' dan karakter-karakternya yang multi dimensi. Didukung penyutradaraan dan akting para aktornya yang mampu menghidupkan semua karakter tersebut, '?' menjadi lebih dari sekadar film, dan menjadi sebuah medium refleksi bagi para penontonnya: apakah semua masalah harmoni kehidupan beragama ini adalah masalah antar pribadi itu sendiri, tetapi manusia membawa-bawa Tuhan ke dalamnya? Apakah iman seseorang akan berubah apabila ia bertoleransi dengan agama lain? Refleksi yang sangat menyentuh realita kehidupan beragama di Indonesia yang sejak dekade terakhir ini banyak diwarnai peristiwa yang tak mengenakkan.

Sebuah quote di film ini membuat saya sangat terkesan:

'Setiap manusia berjalan di jalan setapaknya masing-masing, tetapi semua menuju tujuan yang sama, yaitu Tuhan.'

Menurut saya, ini adalah salah satu film Indonesia terbaik tahun ini. Tapi ini hanya pendapat saya. Tentunya, silahkan menonton filmnya terlebih dahulu sebelum anda menilai apakah film ini bagus atau tidak. Selamat menonton!


Tag: agama, tuhan, Hanung, tanda, tanya, Bramantyo, Iman

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Rijon 0 1 tidak suka |
One of the year best? Film preachy, tendensius, dan "menggampangkan" ini? Oh really?

Ah, lebih baik aku nonton "Nader & Simin, A Separation" (2011, Iran). Lama bener sih keluar DVDnya!!!
john907 0 0
It's my opinion, I've read your opinion, let's agree to disagree.
toRa 1 suka | 0
Rijon: [ Menurut saya, ini adalah salah satu film INDONESIA terbaik tahun ini. ]

[ Ah, lebih baik aku nonton "Nader & Simin, A Separation" (2011, IRAN ]).

Seriously.
john907 0 0
@toRa: Begitulah mas, ada yang nggak menangkap maksud mas Hanung sebenarnya apa. Keyword-nya: "target market." Eh, semuanya dimasukkan ke konteks personal tanpa melihat apa tujuan dan sasaran filmnya sendiri. Nggak nyambung : )
Rijon 0 0
john907: Kalau yang dimaksud itu aku:

Wah yang saya tidak suka dengan film ini nggak ada hubungannya sama "target market" atau "sasaran film" kok. Aku nggak berpikir sampai ke masalah tetek bengek pasarnya. Cuma masalah selera. Kalau Om suka tipikal film ini, ya monggo. Kalau saya sih enggak suka film yang menceramahi (dan menggampangkan). Sesimpel itu.
Rijon 0 0
john907: Kalau yang dimaksud itu aku:

Wah yang saya tidak suka dengan film ini nggak ada hubungannya sama "target market" atau "sasaran film" kok. Aku nggak berpikir sampai ke masalah tetek bengek pasarnya. Cuma masalah selera. Kalau Om suka tipikal film ini, ya monggo. Kalau saya sih enggak suka film yang menceramahi (dan menggampangkan). Sesimpel itu.
john907 0 0
Rijon: Oh kirain kamu mempertanyakan selera saya. Abis saya bilang film ini one of Ind's best this year, kamu bilang 'oh really'? Ternyata bukan ya.
Rijon 0 0
john907: Aku mengomentari selera, tpai nggak menyangkut pautkan ke sasaran film, target marketing, etc, etc. Pure cuma selera. Lagipula, 2011 belum kelar, kan?
Rijon 0 0
john907: Aku mengomentari selera, tpai nggak menyangkut pautkan ke sasaran film, target marketing, etc, etc. Pure cuma selera. Lagipula, 2011 belum kelar, kan?
john907 0 0
Memang belum kelar, makanya saya bilang "one of the year's best", bukannya "the best movie of the year".

Silahkan login untuk memberikan pendapat