Yours Truly 9

Senin, 28 Mar '11 16:51

 

Citra film horror lokal di mata masyarakat awam sudah tercemar lantaran banyaknya film asal jadi yang mengaku sebagai film horror yang tayang di bioskop. Saat Rumah Dara dirilis setahun silam, sambutannya pun tak seperti yang diharapkan padahal promosinya gencar dan review bagus menyertainya. Rupanya banyak masyarakat yang kadung trauma dan menganggap semua film horror lokal tak layak ditonton. Tentu ini bukan salah masyarakat karena pada kenyataannya memang seperti itu. Jujur, saya sebagai pecinta genre ini merasa sakit hati melihat para sineas tak bertanggung jawab tersebut 'memperkosa' genre horror dengan kasar. Setelah berbagai kecaman demi kecaman dan jumlah penonton yang kian merosot, ternyata sama sekali tak membuat mereka jera dan malah semakin menjadi - jadi. Di saat saya mulai pesimis, hadirlah duo Elvira Kusno dan Ian Salim yang menjadi bahan perbincangan di kalangan para movie blogger lantaran film pendek bikinan mereka, Yours Truly, secara tidak terduga memiliki kualitas yang bagus. Saya pun dibuat penasaran dengan Yours Truly dan langsung mencicipinya. Hasilnya ? Ulalaaaa, para pecinta film horror akan bersorak sorai menyambut mereka seperti halnya ketika The Mo Brothers memulai debut mereka.

Mengusung genre psycho - horror, Yours Truly memulai kisahnya dengan manis dan cenderung menipu penonton. Todi (Todi Pandapotan) adalah seorang pria pendiam dan kaku yang bekerja di toko bunga bernama Yours Truly. Yang unik dari toko ini adalah penerima bunga tidak akan mendapat kartu ucapan yang biasanya disematkan bersama bunga, melainkan sebuah nyanyian sebagai pengganti kartu. Ya, tugas Todi selain mengantar bunga adalah menyanyikan sebuah lagu yang berisi pesan dari sang pengantar bunga. Pekerjaan yang terkesan sederhana namun bagi seorang introvert macam Todi, hal ini sangat sulit untuk dilakukan. Belum lagi dia harus berhadapan dengan sejumlah orang yang memiliki karakter beragam seperti Olive, Anastasia hingga Mince Karmince (Cecep Reza) yang sangat ditakuti oleh Todi. Namun pekerjaan uniknya inilah yang kemudian mempertemukannya dengan seorang gadis cantik yang ramah bernama Kayla (Kyla Pisita White). Saking seringnya mereka bertemu, hubungan antara Todi dan Kayla semakin lama semakin dekat. Bermodalkan tape recorder, Todi mengutarakan isi hatinya kepada Kayla. Akankah Kayla yang cerewet dan selalu mendominasi percakapan menerima Todi yang sangat pendiam ? Ah, itu sama sekali tak penting. Elvira dan Ian mengakhiri Yours Truly dengan cara yang sangat jauh berbeda dari cara mereka memulainya.

 

Poster, judul dan menit - menit awal film ini sungguh menipu. Apa yang terjadi di akhir film sungguh berbeda dengan bayangan saya meskipun sebenarnya ending Yours Truly tidak menawarkan sesuatu yang baru. Ketegangan dibangun dengan perlahan, malahan Elvira dan Ian mencoba mengelabui penonton dengan memasukkan banyak elemen komedi romantis ke dalam film pendek berdurasi 16 menit saja ini. Siapapun yang mengira bahwa ini adalah film romantis yang manis atau film horror slasher yang berdarah - darah tentu akan tertipu. Apa yang sesungguhnya terjadi baru terbaca di 2 menit terakhir. Intinya sih, jangan menilai sesuatu dari permukaannya saja. Rupanya Elvira dan Ian tak hanya menerapkannya pada karakter buatan mereka, tapi juga terhadap film buatan mereka. Jangan percaya dengan posternya. Jangan percaya dengan judulnya. Jangan percaya dengan apa yang dituturkan di 12 menit pertama. Percayai saja bahwa Yours Truly adalah film pendek yang menarik.

Menyinggung masalah teknis, untuk ukuran film debut sudah cukup bagus. Tidak ada yang mengganggu secara signifikan, masih dalam batas kewajaran. Sementara dari akting, acungan dua jempol layak diberikan kepada Todi Pandapotan dan Kyla Pisita White yang bermain menawan disini. Dua nama yang memulai karir di panggung hiburan sebagai model ini tak dinyana berhasil menghidupkan karakter Todi dan Kayla, chemistry yang terjalin pun cukup believable. Rasanya begitu menyenangkan dan memuaskan melihat sebuah film indie pendek berbujet rendah dari sutradara debutan yang berhasil membuat para dedemit buatan sutradara populer bertekuk lutut. Meskipun tanpa mengumbar tubuh seksi para pemain dan setan - setan narsis yang menyebalkan, Yours Truly tetap enak dinikmati, malah berkali - kali lipat lebih bagus dan terlihat lebih profesional ketimbang Pocong Ngesot dan kawan - kawannya yang digarap super ngawur itu. Semoga saja ini bukan one-hit wonder dari Elvira Kusno dan Ian Salim serta makin banyak sineas muda yang mengikuti jejak mereka. Amin.

Bagi yang ingin menonton Yours Truly, silahkan kunjungi Official Website film ini. KLIK.

Exceeds Expectations

   

 


Tag: film pendek, horror, bagus, Romance

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

itsmaudy 0 0
waaaaw!!! jadi tertarik... penasaran. mau liat ah. btw, ini aku kira film korea/hongkong gitu lo dari posternya. pas baca reviewnya, eh ternyata indonesia toh : D
Taruma 0 0
Saya malah gak ngira film ini film tipikal horror psycho. hahaha. saya nikmatinya sebagai drama. haha. : )

Orang gak menonton film lokal bukan karena stigma bahwa film lokal tuh jelek loh, yah memang gak nonton pada saatnya.

Saya sih gak suka pas bagian di cafenya. terlalu gamblang dibilangin ini-itu. -__- malah monolog. : p Tapi, so far, dengan kualitas HD yang TOP, saya tak rugi menonton film pendek ini secara gratis. : ) hehe. : )

*SPOILER ALERT*
Ah, menurut saya aktingnya, dataaarr banget. pas adegan berantemnya ajah "jaga jarak". hahaha. tapi, saya suka pas adegan si cowoknya nyanyi, mengingatkan saya ke seseorang. hahaha. klo ngomongin naskahnya, kok dialognya masih terlalu "translate" yah. Yah, ini mungkin pengaruh lingkungan sayanya juga sih. : )

saya sih pribadi, gak mau bandingkan film pendek dengan film panjang. Yah, film pendek ini belum tentu bagus kalo dibuat durasinya lebih panjang (mis. 2 jam). Tapi, kalau bisa sih bagus seperti SAW. : )

4/5 dari saya. : )
Gea Rexy 0 0
bagus kok..

walau di tengah sedikit terasa membosankan (karena monolognya), tapi alur cerita bagus
moti 0 0
film ini adalah secercah harapan dan telaga di tengah kancutnya film-film horor Indonesia. btw gue suka dengan sinematografinya yang menarik. walaupun setuju dengan Taruma bahwa aktingnya rada datar, khususnya si Kayla. : D
kniwe 0 0
Kalo gw tidak tertawan dengan aktingnya sih. Malah gw nilai, itu salah satu titik lemahnya. Padahal peran Todi dan Kayla kan gak perlu diperankan supermodel, cukup orang biasa yg bisa akting, mungkin akan lebih hidup karakternya...
Sintamilia Bachtiar 0 0
Komentar pertamaku ttg film ini adalah.. film ini well made. atau istilah di sini: good take. Cinematography & soundnya bagus. Ada special appearence dari Cecep Reza (ga nyangka itu dia sampe saya baca credit titlenya, hehe

*SPOILER ALERT*
yang tidak aku sukai dari film ini adalah, bahwa film ini di awali dengan memperkenalkan Todi sebagai tokoh utama. Tapi di akhir film Kayla-lah yg jadi peran utama.
aneh aja rasanya..
Taruma 0 0
kniwe: dah biasa sih, kalo orang yang gak bisa akting ikut akting. sama halnya dengan nyanyi, dah tau gak bisa nyanyi, malah nyanyi. -__-
itsmaudy 0 0
udah nonton film ini... agak ga suka sama aktingnya, terlalu datar (terutama buat Kayla) setuju sama Taruma: adegan berantem itu terlalu "jaga jarak" jadi ngeliatnya kurang meyakinkan.
tapi untuk ukuran debut film pendek, udah baguslah.

i give 3.5/5
Taruma 0 0
itsmaudy: pribadi, yang bikin saya kasih 4/5 adalah kualitas gambarnya, bukan kualitas isinya. hahaha. : ) layak tonton. : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat