Trailer 7 Hati, 7 Cinta, 7 Wanita 5

Jumat, 25 Mar '11 18:16

Bosan menyaksikan film Indonesia yang aneh-aneh? Nah, kini waktunya untuk menyaksikan film Indonesia yang bermutu. Siap-siap untuk menyambut 7 Hati, 7 Cinta, 7 Wanita di bioskop kesayangan Anda. Lewat film ini, Happy Salma dinobatkan sebagai Pemeran Pembantu Wanita FFI 2010 dan Jajang C. Noer dinominasikan sebagai aktris terbaik.

Sinopsis:

Sebagai ginekolog, Kartini (Jajang C. Noer) menemui beragam pasien perempuan dari latar belakang yang berbeda tapi sama-sama jadi korban figur lelaki dalam hidup mereka. Ia melayani remaja yang hamil di luar nikah, istri yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan pekerja seks yang menderita kanker rahim. Kartini sendiri mencoba mengubur hubungan masa lalunya yang penuh masalah dengan beberapa lelaki berbeda. Inilah sebabnya Kartini selalu skeptis terhadap makna cinta dan karenanya iapun segan menikah.

Anton (Hengky Solaiman), seorang dokter lain, mengungkapkan perasaan tulusnya terhadap Kartini dan melamarnya. Meski teman dan keluarganya mendorong, Kartini bertahan pada sikap segan dan ragunya tentang masa depan pernikahan. Segalanya berubah ketika ia bertemu seorang ginekolog junior yang eksentrik tapi bersahabat, Rohana (Marcella Zalianty).
  • Produser: Intan Kieflie, Revi Budiman
  • Sutradara: Robby Ertanto Soediskam
  • Penulis: Robby Ertanto Soediskam
  • Pemeran: Jajang C Noer, Marcella Zalianty, Olga Lydia, Hengky Solaiman, Tamara Tyasmara, Happy Salma, Rangga Djoned, Tegar Satria, Verdi Solaiman, Bombom Gumbira, M Zaky, Intan Kieflie


Tag: Film Indonesia, Olga Lydia, Jajang C Noer, 7HCW, Marcella Zalianty, Hengky Solaiman, Happy Salma, Verdi Solaiman

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

dienan_silmy 0 0
ini dia yg di tunggu2, film indonesia yg berbobot dan di sutradarai sutradara muda berbakat : )
sabai 0 0
Jajang C Noor sebagai dokter?
Pasiennya ternyata berhubungan dengan hidupnya?
Mengingatkanku pada Berbagi Suami : )
FikryAyubRaka 0 0
Wah Ada Mbak Jajang C Noor Kayaknya Patut Di Tonton Ini : )
FikryAyubRaka 0 0
Trailer film 7Hati 7Cinta 7Wanita release at Blitz Megaplex Grand Indonesia, Teraskota and Paris Van Java on April,20th,2011
jim96 0 0
Seperti judul dan angkanya, film ini terasa panjang. Sentralnya memang ada di dsog alias bu dokter kandungan kartini. RCTI menayangkan film ini barusan mungkin menghormati hari ibu tanggal 22 Desember esoknya. Jadwal tayang mulai ajaib kayak sctv yg tiba2 nyetel film nasional menjelang tengah malam.

Ada banyak cerita (plus stereotipe) atas masalah umum terkait wanita, poligami, kanker serviks, kdrt, hamil pra nikah, prostitusi. Terlalu banyak yg ingin diceritakan sehingga film ini tidak banyak bercerita, hanya sekedar mengumpulkan fragmen2 dari para tokoh yg ditampilkan.

Editingnya juga tidak berbeda jauh, melompat sana sini dan seringkali menayangkan terlalu singkat utk dipahami penonton, adegan tadi maksudnya apa yaaa?

Dari akting, memang jajang c noer menjadi sentral dengan segala beban mental sebagai perawan tua dan semangat memperjuangkan eksistensi wanita. Menonjol, tapi tidak terlalu membekas. Meskipun mbak sabai kuatir karakternya terlalu mirip dengan perannya di berbagi suami, kayaknya nggak deh. Meskipun gaya jajang c noer yg keibuan dan mengayomi menjadi ciri khas, tapi di sini jajang berjuang berakting utk kebalikan perannya di berbagi suami, tak punya anak hingga umur tua, tak berkeluarga, dan melayani pasien sebaik2nya meskipun menangkap basah pelaku poligami.

Utk happy salma, wajar kalo aktingnya menonjol. Dia begitu nyaman memerankan psk yg ingin keluar dari jeratan bisnis kelam dan mengeksploitasi kecerdasannya utk modal keluar dari bisnis prostitusi. Tentu saja harus dilengkapi dengan kesengsaraan berupa kanker serviks (oh begitu teknis disebut supaya kalangan medis tidak protes gara2 salah istilah) meski masih ada tukang ojek yg setia dan mencintainya.

Dengan peran sentral pada dr kartini sebagai dokter spesialis kandungan yg praktek setiap hari di sebuah rumah sakit, adegannya tentu saja didominasi oleh suasana rumah sakit dan tindakan medis. Keliatan masih gagap mengarahkan para pemeran di sana sini utk melakukan akting tindakan medis. Ada stereotipe dokter yg memasukkan kedua tangannya ke jas putih yg dikenakannya, dua dokter spesialis kandungan yg keluar dari ruang operasi dan berjalan bak pahlawan armageddon menyongsong keluarga pasien, atau detil2 suasana cek kehamilan.

Ah sudahlah jangan ikut berpanjang2 pula. Barangkali akan lebih baik jika film ini dimulai dari ide sederhana yg dieksekusi dengan detil2 yg ingin disampaikan supaya kesan pemaksaan titik temu 7 karakter ini tidak terlalu kentara (eh, emang yg nulis ini udah jago bikin pelm?).

Olga Lidya yg berusaha maksimal memerankan wanita yg mengalami KDRT dan masih juga percaya bahwa kekerasan yg dialaminya bukan masalah besar, menjadi kikuk berekspresi ketika harus difoto oleh dr kartini sebagai bahan laporan ke polisi (untungnya di sini polisinya cukup baik utk mau menerima laporan dan menangkap pelaku setelah dipanggil dr kartini ketika olga lidya kritis mengalami pendarahan hebat akibat dipukuli di rumah).

Satu prestasi lain film ini adalah keberhasilan mendapatkan bayi yg masih fresh utk ikut adegan melahirkan. Setidaknya sang bayi yg anteng di bawah sorotan lighting ini pantas menjadi bayi baru lahir.

Komentar ini bisa jadi review tersendiri yak : p

Silahkan login untuk memberikan pendapat