Step to Write a Skenario, Studi Kasus: Medley 4

Senin, 14 Mar '11 22:04

Adegan berawal dari rutinitas Aditya (Yossi Project Pop) di kantornya, kemudian datang rekan kerja wanita yang mencoba menggodanya padahal Aditya sudah beristri dan memiliki satu orang anak, disinilah terjadi point of attack, dimana ada sesuatu yang mengguncang rutinitas tersebut, sehingga terciptalah dialog yang secara tidak langsung membawa kita pada konflik yang sedang dihadapi oleh si tokoh utama ini, seperti dialog ‘tapi aneh yah, yang kaya gini kaya gini datengnya selagi kita dah merried yah, kemana aja waktu kita jomblo'? Dialog itu cukup membantu kita menemukan satu kata tema dari film ini, yaitu ‘Penyesalan'. Problem dalam cerita ini semakin jelas dan kuat ketika kita melihat salah satu rekan kerja Adit yang ikut mengeluh tentang rumah tangganya.
Dalam scene selanjutnya kita melihat bagaimana sang tokoh utama mulai mengalami benturan-benturan (He denied the fact), seperti Adit yang ingin memiliki jam tangan mewah, Adit yang membanding-bandingkan jabatannya sebagai unit manager dengan Gatot sahabat lamanya yang kini telah menjadi vice presiden, Adit yang mulai membayangkan dirinya menikahi Dian, cinta monyetnya dulu yang kini telah menjadi seorang model, Adit yang membayangkan dirinya mengambil beasiswa sekolah seni ke Belanda bersama dengan Viona mantan pacarnya dulu, Adit merasa stress dan puncaknya adalah ketika Gatot secara tiba-tiba menutup telepon saat Adit coba menghubunginya, Adit semakin kesal karena dirinya merasa tidak dihargai dan semakin rendah diri dengan jabatannya sebagai unit manager. Problem mulai naik ketika Adit dipanggil oleh atasannya Pak Waluyo karena penjualan asuransi terendah yang baru kali ini terjadi sepanjang sejarah perusahaan.
Si tokoh utama Aditya ini akhirnya menemukan cara gampang menemukan solusi saat Adit membayangkan dirinya menikahi Viona, dalam dunia barunya ini Aditya muncul sebagai orang kaya sukses dan mempunyai istri cantik Viona, seperti yang pernah Ia bayangkan sebelumnya. Tokoh-tokoh yang menemani Adit dalam kehidupan nyatanya pun kembali hadir dalam kehidupan barunya, seperti Gatot dan Pak Waluyo namun dalam kehidupannya kini bersama Viona, Gatot bukan lagi sebagai seseorang vice presiden perusahaan terkenal dan Pak Waluyo bukan lagi sebagai atasannya Aditya.
Sampai disini cerita akan masuk pada titik mid point, titik dimana sang tokoh utama Aditya tidak bisa kembali lagi ke dalam dunia nyatanya (there is not point return), disinilah akhirnya karakter utama Aditya akhirnya mencapai tujuan kebendaan, mempunyai istri cantik seperti Viona, mendapat hadiah ulang tahun jam tangan yang pernah dia impikan, berkesempatan mengendarai mobil mewah dan juga tinggal di rumah mewah bersama Viona.
Kehidupan Aditya bersama Viona terhenti ketika Aditya mendapati Viona selingkuh bersama pria lain, Aditya kesal dan mulai membayangkan seandainya dirinya menikahi Dian cinta monyetnya dulu, dalam scene selanjutnya kita melihat Aditya berada dalam ruang psikolog, mungkin dari tempat itu kita bisa menebak bahwa apa yang dialami Aditya dalam kehidupan barunya bersama Dian, tak seindah dengan apa yang pernah dia bayangkan sebelumnya.
Dian yang seorang model dan artis itu ternyata memiliki pribadi yang mudah meledak-ledak, pemarah dan pencemburu besar, sifat Dian itu ternyata membuat Aditya sadar dan berharap bisa kembali pada kehidupannya bersama Maya, istri Aditya dalam kehidupan nyatanya, disinilah sang tokoh utama harus mencari taktik baru untuk menemukan solusi.
Sosok Pak Waluyo yang diperankan dengan sangat baik oleh Alex Komang adalah salah satu planting yang membantu Aditya menemukan kehidupan yang sesungguhnya, Pak Waluyo sebagai atasan Aditya adalah pemimpin bijaksana yang banyak sekali memberikan petuah dan nasehat pada Aditya, seperti dialognya tentang pohon kehidupan, "Apa yang kita dapat dari kehidupan ini? Buahnya, pengalamannya, itu adalah bentuk rasa syukur, karena kita dianugerahi berlimpah warna kehidupan tapi tidak untuk kita nikmati sendiri, orang lain juga perlu menikmati, ingat pohon yang tidak berbuah pasti akan kita tebang, apa yang kamu peroleh tentang buah kehidupan ini?" Tanya Pak Waluyo pada Aditya, selain Pak Waluyo ada juga Maya, istri Adit yang diperankan dengan sangat baik oleh Rachel Maryam, Maya yang perhatian, Maya yang penyayang, Maya yang penyabar, Maya yang teliti adalah sosok yang tanpa Aditya sadari ternyata mampu memberikan apa yang sebenarnya Aditya butuhkan. Kedua karakter tersebut menjadi planting yang membantu Aditya dalam memecahkan masalahnya.
Di akhir film kita akan menemukan resolusi salah, pada saat adegan Aditya yang akhirnya harus mati tertabrak mobil (this movie go to end), lalu kemudian kita dibawa pada twist yang akan merubah resolusi salah tersebut menjadi resolusi benar, Aditya terbangun dari lamunannya dan akhirnya kembali bisa berada dalam kehidupan nyatanya. Cerita film ini diakhiri dengan sangat cepat, Aditya memutuskan untuk tidak berangkat kerja dan kembali pulang ke rumah, sesampai di rumah Aditya langsung memeluk dan mencium Maya, mereka akhirnya bisa berkumpul kembali, suasana rumah yang menyenangkan, adegan penutup yang manis.


Tag: film, Indonesia, skenario

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

dienan_silmy 0 0
wah..nice info banget kak buat yg mau belajar penulisan skenario : )
sabai 1 suka | 0
"Sosok Pak Waluyo yang diperankan dengan sangat baik oleh Alex Komang..." nggak salah nih kak?

IMO Alex justru sangat tidak perform di film ini : )
Deli Putra 0 0
wah thanks sabai, kamu membaca dengan detail : ) iya mungkin karena karakternya memang dibuatnya seperti itu : ) sabai:
Joko Triyono 0 0
sederhana tapi mengena 'masuk banget'

Silahkan login untuk memberikan pendapat