Review: Superstars (Thailand, 2008) 4

Sabtu, 12 Mar '11 11:12

Ini dia film Thailand favoritku. Pokoknya dijamin lucu deh. Ceritanya tentang 2 orang sahabat, Tom dan Teung. Karena lagi dikejar2 sama rentenir, Tom terus numpang di rumah susunnya Teung. Disana, Teung nunjukin lagu yang dia bikin (lagunya lumayan enak loh.. kalo mo coba dengerin, silahkan download di halaman Soundtrack). Nah, pas si Teung lagi tidur, Tom iseng2 mainin laptopnya Teung (buset dah, tinggal di rusun tapi punya laptop..). Dia nyalain kamera laptop dan nari2 sambil lipsync lagunya Teung. Abis itu, dia pasang rekaman videonya di internet. Eh, emang dasar rejekinya ya, ternyata video tadi dapat respon yang positif dari orang2. Tom bahkan langsung berhasil ngedapetin banyak fans, terutama dari para remaja cewek, secara tampangnya memang sangat mendukung: tinggi, putih, dan ganteng. Sayangnya, para fans itu gak ada yang tau kalo sebenernya Tom itu punya satu kekurangan: suaranya kecil kayak orang perempuan!! Wkwkwkwk...

Sementara itu, Double Dream ~perusahaan rekaman yang hampir bangkrut~ lagi kebingungan cari artis baru untuk diorbitin. Satu2nya artis mereka yang tersisa (aku lupa namanya, pokoknya cewek..^^) malah memutuskan kontrak secara sepihak, dan menggandeng label lain. Saat itulah tiba2 muncul dewi penyelamat, anak temennya pemilik Double Dream yang lagi dititipin untuk bantu2 (yang ini lupa juga namanya.. hehe.. maklum nontonnya uda lama banget^^), yang tiba2 bawa CD rekaman suaranya Tom (padahal itu aslinya suara Teung). Karena yakin lagunya Tom bakal jadi penyelamat perusahaan, akhirnya owner Double Dream langsung mengontak Tom.

Tom pun langsung datang bareng Teung. Mereka udah terbiasa lipsync sejak kecil. Jadi Teung yang ngomong, tapi mulutnya Tom yang umik2. Hehehe.. Seringnya siy teknik ini selalu berhasil, tapi berhubung bosnya Double Dream gak bisa dikibulin, jadi ketauan deh. Tom diminta untuk jadi artisnya dan pura2 bisa nyanyi di depan semua orang. Sementara Teung, dia diminta untuk bantuin Tom lipsync di belakang panggung. Tadinya siy mereka berdua menolak untuk melakukannya, tapi setelah diancam masuk penjara dan diacungin pistol (ohoho, coba deh kalian liat gimana kagetnya 2 anak ini pas si bos ngeluarin pistol..), akhirnya mereka mo nurut juga.

Seperti yang sudah diduga, lagu Tom jadi booming, dan wajahnya langsung nongol dimana2. Masalah mulai muncul ketika Tom harus mengadakan konser. Tom, yang awalnya tegang banget, ternyata begitu menikmati ketika dia dielu2kan sama penonton. Sebaliknya, Teung mulai merasa kalo ini semua gak adil. Semua lagu itu dia yang ciptain, tapi kenapa yang dielu2kan malah Tom? Kenapa dia harus di belakang, sementara Tom di depan? Pada saat yang sama, mantan penyanyi Double Dream yang hengkang tadi mulai curiga kalo ada apa2 dengan suara Tom. Dia terus nantangin Tom untuk nyanyi di depan dia. Tom jelas aja langsung kelabakan, apalagi si Teung lagi gak ada di dekat dia. Beruntung anak temennya bos Double Dream (haduuh, sapa to namae?) tiba2 nongol untuk kasih bantuan.

Sepulang dari peristiwa itu, Tom dan Teung bertengkar hebat. Nah, apakah persahabatan Tom dan Teung akan bisa kembali seperti sedia kala? Akankah penyanyi rival tadi berhasil membuktikan kalo suara Tom itu palsu? Dan akankah publik mengetahui apa yang sebenarnya terjadi? Jawabannya cuma ada di filmnya. Penasaran? Coba liat trailernya dulu di bawah:

Oia, film ini judul Thailand-nya adalah Super Hap. Itu sebabnya susah banget cari info film ini kalo kita pake keyword Superstars. Tapi judul internasionalnya sendiri memang Superstars kok. Film yang rilis di Thailand taon 2008 ini dibintang oleh Rattapoom Tokongsap dan Kiatisak Udomnak.


Tag: thailand, komedi, rattapoom tokongsap

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Rijon 0 0
Nggak terlalu suka film ini. Film Thai favoritku ya: "Syndromes and a Century," "Unreal Forest," "Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives," "Mysterious Object at Noon," "Butterfly and Flowers" (film Thai tahun 1985). Aku cenderung lebih suka film realis, sosiokultural, atau malah surrealis, ketimbang film-film "sekedar hiburan" dari Thailand. Alasannya, film-film "sekedar hiburan" Thailand cenderung cheesy dan campy.
nuccas 0 0
semuanya film lama ya, mas? susah carinya, jd blm pernah nonton..
sabai 0 0
nuccas: kalo kak Rijon sih master, jadi referensi filmnya dari yang lamaaaa sampe masa kini komplit! : D : D
Rijon 0 0
nuccas: & sabai: Cuma Butterfly and Flowers yang terbitan di bawah 2005 kok. : )

Kalau film-film yang "cuma buat hiburan" doang, aku lebih percaya sama film-film Eropa. : p

Silahkan login untuk memberikan pendapat