Review – I’m Here (2010) 3

Jumat, 11 Mar '11 17:46

” A Love Story In An Absolute World “

Dalam I’m Here, film pendek berdurasi  kurang lebih 30 menit ini, Spike Jonze, sutradara yang pernah menukangi film-film ‘unik’ seperti, Where The Wild Things Are (2009), Adaptation (2002) dan Being Jhon Malkovich (1999) mengajak penontonnya untuk menyaksikan sebuah febel tentang  pahit manisnya cinta serta arti sebuah pengorbanan tanpa batas bagi orang yang kita sayangi. Perkenalan, Sheldon (Andrew Garfield). Ia adalah sebuah robot humanoid sekaligus pustakawan penyendiri yang terjebak dalam kehampaan rutinitas kesehariannya yang menjemukan. Sheldon juga tidak mempunyai teman untuk berbagai tawa dan duka. Sampai suatu hari sebuah robot wanita bernama Fransesca (Sienna Guillory) memasuki kehidup Sheldon, mewarnai hari-harinya yang kosong, sekaligus mengajarkannya banyak hal tentang makna cinta, berbagi dan sebuah pengorbanan.
Tema cinta seakan-akan menjadi sebuah slice of life yang tidak akan pernah habis-habisnya untuk selalu diangkat ke dalam pita seluloid, tidak peduli seberapapun klisenya premis tersebut. Dan I’m Here bisa jadi adalah salah satu tipikal sebuah love story konvesional, dimana seorang pria bertemu wanita kemudian jatuh cinta. Namun bukan Jonze namanya jika tidak menghadirkan sesuatu yang tidak biasa di dalam ke-klise-an premisnya. Ya, alih-alih menjadikan manusia sebagai subjek utamanya, Jonze menggantinya dengan dua robot humanoid dalam setting sebuah dunia alternatif dimana manusia dan robot hidup berdampingan.
Plot boleh terlihat simple, tipikal cerita cinta kebanyakan, tapi sekali lagi Jonze membuktikan kapasitasnya sebagai sutradara handal yang mampu meramu momen-momen sederhana menjadi penuh arti dengan sentuhan-sentuhan visual cantik  serta penggambaran karakter yang tidak berlebihan tanpa banyak mengumbar spesial efek. Seperti kebanyakan karya-karya Jonze sebelumnya, Soundtrack juga mengambil peranan penting dalam memberikan emosi dalam setiap momennya. I’m Here juga menampilkan studi karakter menarik yang bisa didapati dari dua karakter utamanya. Karakter Sheldon yang dibawakan oleh Andrew “Spidey” Garfield digambarkan dengan sederhana, mata sayu dan senyum canggung lengkap dengan kepala  besar berbentuk CPU usang. Apartemen Sheldon yang nyaris kosong menggambarkan potret  kesendirian dan kesepiannya. Sedangkan Francesca adalah karakter yang bertolak belakang dari Sheldon. Ia adalah robot modern, liar dan menyenangkan namun juga sangat ceroboh. Chemistry kuat keduanya kemudian bertemu dah menghasilkan perpaduan sempurna dan menjadikan kisah cinta  unik ini menjadi terasa jauh lebih hidup.
I’m Here, sebuah bittersweet love story 30 menit dari Spike Jones yang banyak mengajarkan penontonnya tentang makna sebuah cinta sejati dan bagaimana mempertahankannya keutuhannya meskipun itu harus dengan melakukan pengorbanan luar biasa. Ya, I’m Here mungkin terlihat aneh, namun bagaimana Jonze membuatnya menjadi ‘senormal’ mungkin dengan balutan kisah manis nan menyentuh, itulah yang menjadikannya sangat berkesan.


Tag: Romance, Spike Jonze, short film

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Haris Fadli 0 0
agak2 kurang doyan spike jonze hehehe
ditapelawi 0 0
waw another andrew garfield??? baru denger ttg film ini...
wajib nonton klo mr.garfield yang main..hehehe
thx for the article =)
ditapelawi 0 0
waw another andrew garfield??? baru denger ttg film ini...
wajib nonton klo mr.garfield yang main..hehehe
thx for the article =)

Silahkan login untuk memberikan pendapat