The Secret In Their Eyes (2010) 0

Jumat, 4 Mar '11 00:13

 

'The Secret in Their Eyes' atau 'El Secreto de Sus Ojos' adalah film peraih anugerah Oscar untuk Film Berbahasa Asing di ajang Oscar ke 82 tahun lalu. Diangkat dari novel 'La Pregunta de Sus Ojos (The Question in Their Eyes)' karya Eduardo Sacheri, film Argentina ini bercerita tentang sebuah kasus pembunuhan-pemerkosaan yang berimbas tidak hanya kepada kerabat sang korban, akan tetapi juga beberapa orang tertentu yang justru bertugas untuk menyelidiki kasus tersebut. Kedengarannya seperti sebuah thriller yang biasa saja. Lantas apakah istimewanya film ini?

Keistimewaanya mungkin terletak pada bagaimana Juan José Campanella, sang sutradara, mereka filmnya tidak melulu dalam sebuah thriller-suspense, namun lebih cenderung memilih pendekatan drama yang bergerak dalam alunan paceyang berayun, namun tetap fokus untuk mengajak kita, sang penonton, turut larut dalam intrik ceritanya.

Kisah dimulai dengan upaya seorang pensiunan agen federal bernama Benjamin Espósito (Ricardo Darin) dalam menulis novel pertamanya. Namun tampaknya ia menemui kebuntuan untuk mengembangkan ceritanya. Lantas ia menemui Hakim Irene Menéndez-Hastings (Soledad Villamil), atasannya dulu. Kemudian mereka mengenang tentang kasus yang melibatkan seorang pria bernama Ricardo Morales (Pablo Rago), dimana istrinya diperkosa dan kemudian dibunuh dengan kejam.

Morales begitu mencintai istrinya, Liliana Coloto (Carla Quevedo) sehingga ia nyaris tidak mempunyai semangat untuk hidup lagi setelah peristiwa tersebut. Tergerak oleh perasaan kasihan kepada Morales, Benjamin, dibantu teman sekaligus asistennya, Pablo Sandoval (Guillermo Francella), pun melakukan penyelidikan dengan tekun, sampai ia menemukan tersangka yang bernama Isidoro Gomez (Javier Godino). Bermula dari foro-foto sang istri yang ditunjukkan Morales kepada Benjamin, dari sorot mata Gomez yang ditujukan kepada Liliana di foto-foto tersebut, Benjamin sangat yakin jika Gomezlah sang pelaku.

Irene ragu dengan argumen Benjamin, jika sorot mata saja bisa membuktikan jika Gomes sebagai pelaku. Namun Benjamin yakin betul. Sampai pada akhirnya mereka berhasil menangkap Gomez dan dengan bertemu langsung dengan dirinya, Irene pada akhirnya meyakini Gomez sebagai pelaku. Namun sesuatu terjadi.  Gomez dibebaskan. Bukan itu saja, Sandoval ditemukan terbunuh. Kecewa pada sistem, juga dirinya yang tidak menepati janji kepada Morales, Benjamin memutuskan untuk meninggalkan Buenos Aires.

Berpuluh tahun kemudian, Benjamin kembali lagi. Kini ia menemui Irene dan menanyakan pendapatnya soal novel yang ditulisnya. Meski telah lama beralalu, namun Benjamin tidak bisa membohongi dirinya jika ia masih sangat menyintai Irene yang telah berkeluarga ini. Terdorong oleh perasaan sentimentilnya, Benjamin memutuskan untuk mencari Morales dan kalau bisa menuntaskan kasus yang telah lama terpendam ini.

Plot mungkin materi yang sangat sesuai bagi sebuah melodrama yang melankolis. Akan tetapi syukurlah film bukan melulu melodrama yang menguras perasaan dengan mempermainkan emosi penonton atau memanipulasi narasi untuk itu. Alur yang bergerak maju-mundur sebenarnya berjalan secara pararel dalam menceritakan esensi yang sama, hubungan antara Benjamin dan Irene, masa dulu dan masa sekarang.

Sebagai sebuah thriller, film juga sangat intens bercerita. Latar belakang Campanella beberapa kali bertindak sebagai sutradara beberapa episode serial terkenal Amerika Serikat, Law and Order, tentu membuatnya faham benar bagaimana merangka struktur suspensi yang menarik, mengikat serta memetakan jalinan plotnya dengan presisi yang matang. Meski bersimpul namun tidak berbelit-belit melainkan lugas dan straight to the point tanpa menganaktirikan ketegangan sebagai pelengkapnya.

'The Secret in Their Eyes' bukanlah film yang kompleks, akan tetapi ia bercerita tentang banyak hal. Drama humanis, kisah cinta, suspensi, pembalasan dendam, sekaligus kritik sosial yang bernas. Untuk poin yang terakhir, Dengan berlatar belakang dunia hukum, film seolah menegaskan kepada kita bahwa supremasi hukum mungkin bersifat menekan demi memeroleh kebenaran dan keadilan, akan tetapi orang-orang yang berada dibelakangnya dan menggerakkan roda hukumlah yang patut dicurigai mempecundangi sistem. Tidak heran jika beberapa orang yang dirugikan secara hukum justru melakukan perlawanan terhadap sistem dengan memberlakukan hukumnya sendiri.

Menilik wacana diatas, berarti kelebihan dari 'The Secret in Their Eyes' adalah film yang dibangun dengan stuktur yang rapi, memadukan setiap unsurnya dengan padu dan menghasilkan narasi yang lancar bercerita. Yang paling penting emosi yang dihasilkan terasa sangat nyata bagi kita yang menyimak jalan ceritanya. Sehingga, mau tidak mau kita pun terlibat didalam jalinannya.

Yes, this is an impressive film with a lot of credits taken from its ability generated sympathy to its characters.  This kind of film, with its story line, acting, directions that simply mesmerized and captives our attention boldly. Really worth that Oscar statue.

Artikel ini terdapat juga di blog SayaBicaraFilm


Tag: thriller, oscar, argentina

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat