Flickering Light (2011) : Cinta di atas Hemofilia 4
Jumat, 4 Mar '11 22:10
FIKSI | 28 MENIT | BAHASA INDONESIA (ENGLISH SUBTITLE) | 89 Project
Talent : Fuzia Syukuri, Mutya Rochandy
Produser : Robby Prasetyo
Manager Produksi : Laila Ramdhini
Penulis naskah : Bicky Perdana Putra
Sutradara : Bicky Perdana Putra
DOP : Fadhli Ahmad
Art Director : Yuki A. Nagarani
Editor : Robby Prasetyo
Sinopsis :
Sepasang kekasih yang telah sangat sempurna, namun ternyata masih tersimpan satu rahasia diantara mereka. Rahasia yang membuat mereka berpikir, hilang arah, lalu mencari.
***
Tama dan Adhel telah berpacaran selama 3 tahun. Walau begitu Tama masih menyimpan rahasia besar, bahwa ia penderita hemofilia. Suatu ketika Adhel memperlihatkan sepasang cincin yang serupa dengan inisial nama mereka terukir di bagian luar.
Seketika terjadi dilema besar dalam diri Tama. Ia merasa tidak adil jika ia masih menyimpan suatu yang sangat krusial disaat Adhel telah mempercayainya begitu dalam. Tama pun memutuskan melakukan pengakuan kepada Adhel, bahwa ia penderita hemofilia. Saat itulah semua berubah, dunia serasa berbalik 180 derajat. Keputusan besar di tangan Tama. Berjuang mengembalikan Adhella dengan cara-cara yang outstanding atau harus merelakan Adhella pergi untuk selamanya.
Catatan Sutradara :
Flickering Light adalah film pertama saya dalam ranah keseriusan. Dimana saya bekerja dengan orang-orang yang sangat serius menangani apapun yang mereka sentuh dan rasakan. Orang-orang yang menaruh harapan-harapan yang serius kepadanya.
Walau bukan film pertama, Flikering Light adalah "anak pertama" saya. Dimana saya menebar obsesi-obsesi, pikiran-pikiran, dan memanjakan otak kanan saya. Ditemani dan dimanjakan pula oleh asisten yang begitu banyaknya, keluarga 89 Project. Sehingga pada akhirnya pembuatan film ini pun persis seperti proses melahirkan; berkeringat, menguras tenaga, berteriak, lalu muncul sebuah tangis, dan diakhiri dengan senyuman semua orang.
Ini bukan film yang ditujukan untuk membuat anda terkesima dan berakhir dengan sebuah standing applause. Flickering Light adalah pesan dari teman-teman saya. Pesan dari teman-teman penderita hemofilia, pesan dari keluarga mereka, pesan dari orang-orang di sekitar mereka, dan pesan dari semua kru 89 Project.
Jika pun saat ini, kita semua di ruangan ini, mengaku mampu menikmatinya, itu adalah efek samping dari kerja keras teman-teman saya.
Apa yang real dalam film ini, adalah mereka benar-benar ada, teman-teman penderita hemofilia yang butuh perhatian dan sangat butuh dipahami. Tidak sekedar untuk diketahui, lalu anda pergi.
Walau film ini pun tidak memuat sebegitu banyaknya informasi yang anda butuhkan untuk dapat memahami hemofilia. Tapi saya harap film ini dapat memancing kita semua untuk mencari. Seperti Tama dan Adhella yang mencari satu sama lain.
Catatan Produser :
Flickering Light bukanlah film dengan cerita standard festival film, bukan juga untuk mencari uang. Flickering Light (FL) adalah cara kami selaku independent filmmaker untuk berbakti ke masyarakat dalam ranah keidealisan berkarya.
Meski FL mengambil perspektif fiktif namun seluruh konten cerita merupakan hasil riset yang panjang. Tidak hanya berdasar literatur belaka, Kami juga melakukan riset dan sharing bersama penderita. Ini tentu jadi tantangan tersendiri dalam membuat karya film, dimana harus tetap menarik secara cerita namun benar secara fakta.
89 Project sebagai kelompok penggagas mendedikasikan penuh untuk "sosialisasi alternatif hemofilia" ini. Masih jauh dari kesempurnaan, masih jauh dari ideal namun segenap usaha telah Kami kerahkan untuk FL agar dapat diterima sebanyak-banyaknya penonton di sebanyak-banyaknya tempat.
PRESS RELEASE - 89 Project
Hemofilia mungkin tak banyak orang tahu, bahkan masih kalah popular dengan kelainan darah lain seperti Leukemia atau lupus. Padahal jumlah penderita Hemofilia di Indonesia bila mengacu rasio World Federation of Hemophilia sebesar 1:10.000 (1 hemofilia dari 10.000 kelahiran) mencapai kisaran 23.000. Sedangkan di Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia Pusat (RS. Ciptomangunkusumo - Jakarta) sebagai lembaga tingkat nasional yang mengurusi masalah ini hanya mencatat sekitar 1.200 orang saja, tentu masih sangat jauh dari harapan.
Hemofilia sendiri adalah salah satu kelainan darah di mana darah penderita sulit untuk membeku jika terjadi pendarahan (sel darah keluar dari pembuluh darah, baik terjadi di dalam tubuh maupun keluar tubuh). Sederhananya, jika pada umumnya seseorang terluka akibat terkena pecahan kaca, maka proses penyembuhan hanya dalam hitungan jam atau bahkan menit. Namun bagi hemophilic (sebutan bagi penderita hemofilia), secara umum lukanya baru akan tertutup setelah berhari-hari.
Melihat fenomena di atas maka lahirlah 89 Project, kegiatan produksi film pendek berlatar belakang hemofilia. Diinisiasi oleh beberapa filmmaker muda independent UNPAD dari berbagai program studi, yang di mana memiliki komitmen untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi sesama. Latar belakangnyapun beragam, ada yang sudah membuat berbagai karya film, ada juga yang baru kali pertama.
Misi kami adalah memberikan kontribusi alternatif sosialisasi hemofilia dalam bentuk film fiksi pendek berjudul "FLICKERING LIGHT", dengan menayangkannya di berbagai tempat agar dapat menjangkau target audience seluas mungkin. Target audience kami adalah masyarakat umum yang masih awam terhadap hemofilia.
Kenapa fiksi? Mungkin itu yang banyak dipertanyakan. Dalam pandangan kami, film fiksi memiliki daya tarik yang lebih kuat terhadap penonton. Ini menjadi penting karena sosialisasi bertujuan "meraup" penonton sebanyak mungkin. Setelah berhasil mendatangkan orang untuk menonton, barulah informasi dasar hemofilia disampaikan dalam balutan film, sehingga penonton tidak merasa "tergurui" atau seperti orang yang sedang melihat penyuluhan yang membosankan. Meski film kami fiksi, riset yang mendalam disertai sharing bersama hemophilic telah dilakukan dari jauh-jauh hari, sehingga apa yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan.
Ide kecil ini muncul pada bulan Desember 2009 yang kemudian ditindaklanjuti dengan riset pustaka dan mencari berbagai literatur dan referensi tentang hemofilia. Pada bulan Februari 2010 dimulai riset lapangan yaitu dengan menjalin komunikasi dengan Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) Pusat di RS. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Banyak data yang diperoleh dari riset lapangan ini, mulai dari hemofilia secara lengkap, kisah-kisah para hemophilic hingga problematika yang dihadapinya. Berbekal data yang diperoleh tersebut, 89 Project mulai terbentuk di penghujung bulan April 2010. Proses pembuatan film pendek pun dimulai hingga akhirnya selesai dan akan tayang premiere yang berkerja sama dengan LFM ITB pada tanggal 5 Maret 2011.
89 Project memang hanya sebuah langkah kecil, tapi Prof. Djajadimangatot SpA. (K) selaku ketua unit pelayanan terpadu hemofilia RS. Cipto Mangunkusumo, berhasil meyakinkan kami dengan mengatakan bahwa jumlah penderita hemofilia semakin hari semakin bertambah bukan karena secara fisik bertambah individunya, namun karena banyak penderita yang baru aware, sehingga dengan demikian sosialisasi sekecil apapun akan sangat membantu angka hemophilic yang terselamatkan.
Satu harapan sederhana kami adalah melalui karya 89 Project, hemofilia dapat disosialisasikan ke sebanyak-banyaknya orang di sebanyak-banyaknya tempat. Tidak hanya di lingkungan kami sendiri, tapi kami juga berharap dapat menyebarluaskannya ke seluruh nusantara bahkan dunia. Sudah tentu harapan yang harus ditebus dengan kerja keras bersama.
Check out -->
89-project-film.blogspot.com
facebook.com/89Project
@89Project
untuk cerita & informasi lengkap tentang 89 Project & Flickering Light!
Terkait:
-
City Island (2009)
Selasa, 26 Okt '10 00:39 -
Adam (2009)
Senin, 5 Apr '10 17:16 -
Transamerica (2005)
Senin, 5 Apr '10 11:13

Komentar:
Tayang pedanan untuk umum hari ini, Sabtu 5 Maret 2011 @ R. Bioskop 9009 ITB Bandung jam 15:30 WIB
Nah 19 Maret nanti kita ada di Jepara (maap lokasinya lupa, pokonya di salah satu universitas aja..heheheh)
Salam ...
Silahkan login untuk memberikan pendapat