Review: Evil Dead (1981) 8
Kamis, 24 Feb '11 19:50
Lima orang remaja berencana untuk menghabiskan liburannya di sebuah kabin terpencil di tengah hutan. Awalnya liburan mereka tampak menyenangkan hingga ...jeng...jeng...jeng semuanya pun berubah menjadi sesuatu yang mengerikan. Mereka nggak tahu ada misteri yang terpendam di dalam kabin terisolir itu. Ash dan Scotty menemukan sebuah rekaman di ruang bawah tanah kabin, dan memainkan rekaman itu. Rekaman itu ternyata adalah rekaman mantra pemanggil Setan dan tanpa disadari para setan pun mulai bangkit. Disinilah hal buruk mulai menimpa mereka.
Satu persatu hal aneh mulai terjadi. Cheryl terhipnotis oleh rekaman setan itu berjalan sendiri di tengah hutan dan disana pun dia mulai diganggu oleh pohon-pohon yang tiba2 begerak dan mencoba untuk memperkosanya. Cheryl pun ketakutan dan meminta Ash, kakaknya untuk segera keluar dari kamp ini. Tapi ternyata jembatan yang sebagai satu-satunya jalan untuk keluar dari tempat itu putus. Mau tak mau, mereka pun harus menunggu pagi.
Kejadian mulai semakin menjadi-jadi, Cheryl kesurupan arwah dan berganti wujud menjadi makhluk jadi-jadian berupa ZOMBIE! Begitu juga dengan Linda, Scotty, dan Shelly, semuanya berubah menjadi zombie. Ash pun tidak punya pilihan selain membunuhi satu persatu teman mereka. Malam liburan Ash pun dilewati dengan pesta yang tidak dia harapkan, penuh darah dan jeritan-jeritan teman-temannya yang sudah jadi zombie... hihihihihihihi (loh, kok jadi Kuntilanak..hehehe)
film kelas B memang film jelek, murahan tapi jangan salah meski film kelas B, banyak juga lho orang-orang yang nyari film-film seperti. Contohnya yah film ini, The Evil Dead yang disutradari Sam Raimi (siapa sih yang nggak kenal sutradara yang bikin trilogi Spiderman ini). Nggak nyangka yah, orang yang bikin si manusia laba-laba pernah bikin film kelas B. Film-film horror di tahun 80-an memang selalu membuat saya sedikit merinding melihatnya, film The Evil Dead ini juga memberikan kengerian yang sama. Baru mulai saja, The Evil Dead sudah memberikan atmosfer yang creppy. Shot kamera yang bergerak di atas danau dengan asap-asapnya yang jadi ciri khas film-film horror jadul memberikan suasana yang mengerikan, ditambah dengan musik latar yang semakin menambah efek ngerinya....wohoooohoooo... (SFX Serigala melolong :D ). Suasana keadaan kabin yang terisolasi pun terlihat cukup mengerikan, dengan hutan-hutan gelap, ranting-ranting kering, hujan plus temannya sang petir dan tentu saja asap-asap gaibnya.... hihihihi (SFX Kuntilanak...)
Oh yah, saya belum bilang kalau film ini hanya berbudget $375,000. Dengan budget segitu tentu saja makeup-makeup setan disini jeleknya minta ampun. Sumpah saya aja jijik ngelihat tampang-tampang zombie disini saking jeleknya. Nah, justru jeleknya make up inilah yang bikin saya suka sama film ini, toh nggak apa-apa make upnya jelek, emang ada zombie-zombie tampangnya cakep :D . Yah walaupun tampang-tampang zombie disini jelek tapi tetap mengerikan dan menjijikkan kok. Sam Raimi juga nggak lupa membanjiri filmnya ini dengan darah dan adegan-adegan gore nya. mau pilih adegan apa? Adegan kaki ditusuk pensil sampai kakinya bolong terus darahnya muncrat kemana-mana, adegan memenggal kepala tanpa ampun, muka dicakar sampai bentuk mukanya nggak karuan, anggota tubuh yang bertebaran terburai sampai kepala yang meledak, seperti quote TOSERBA.... semuanya ada disini. Brutalll dah pokoknya.
Plot filmnya klise habis, tapi saya nggak pernah mementingkan plot kalau memang film itu menyajikan horrornya secara SEMPURNA (bergaya seperti Demian). Jadi, saya nggak lihat deh plot ceritanya nikmatilah saja Ash membantai teman-temannya yang sudah jadi zombie. Akting pemaennya seperti apa? Aktingnya nggak bagus-bagus amat sih, payah kalau saya bilang. Tapi sumpah, saya ngeri aktor-aktor disini meranin zombie-zombienya. Suara zombie si Linda itu ganggu banget, kalah dah Kuntilanak, suaranya plus tampangnya sukses bikin saya merinding, belum lagi zombie-zombie yang lainnya. Beberapa adegan pun bisa bikin saya ketawa walau saya tahu sih tujuan Sam Raimi buat nakut-nakutin tapi beberapa adegan-adegannya tetap konyol. Apalagi adegan terakhir waktu si zombie tiba-tiba berubah bentuk, darahnya kemana-mana dan konyolnya darahnya nggak merah tapi warna-warni...konyol dah pokoknya.
Sekonyol-konyolnya film The Evil Dead yang sempat berjudul Book of the Dead ini tetap bisa membuat saya merinding dengan suasana creepy plus zombie-zombie disini dan ngilu ngelihat darah, potongan tubuh yang disajikan apik oleh Sam Raimi. Dan film ini memang layak mendapat predikat film cult klasik terbaik. Jadi buat kalian yang ngaku-ngaku fans horror sejati, film ini wajib kalian tonton. Kapan lagi coba, lihat cewek di tengah-tengah hutan sepi berlari-lari diperkosa sama setan akar belukar... wkwkwk
Rate: 4,5/5.
Review bisa dibaca di www.sigilahoror.com




Tag: zombie, Evil Dead, Sam Raimi, Bruce Campbell, Ellen Sandweiss, Betsy Baker, Hal Delrich, Theresa Tilly
Terkait:
-
Dawn of the Dead (2004)
Minggu, 6 Mar '11 21:19 -
The Loved Ones
Sabtu, 12 Feb '11 00:02 -
The Last Man On Earth [1964]
Minggu, 6 Feb '11 21:59

Komentar:
harap dijawab #nanya mulu gak di twitter gak di BF
setau gw pada jaman dahulu kala istilah film kelas B itu cuma untuk menyebut film - film berbudget rendah karena dana nya sedikit makanya dari jaman dulu disebut "murahan" pdhl ga semua film kelas B murahan contohnya ya evil dead ini biar dana nya sedikit tp hasilnya menjadi film yg sangat menghibur. segitu yg bisa gw jawab mungkin yg lain bs menambahkan
Silahkan login untuk memberikan pendapat