Tak ada lagi film asing di bioskop kesayangan anda 17

Sabtu, 19 Feb '11 10:25

topik ini sedang hangat-hangatnya dibicarakan di twitter. tapi lebih panas di kepala saya..

sampai harus seperti inikah? saya tak habis pikir, untuk bangsa sebesar ini kejadian yang tak pernah terpikirkan sekalipun dapat terjadi.

ada apa? pada siapa saya harus bertanya? bahwa hak manusia pun untuk mendapatkan sedikit kesenangan harus dikorbankan.

sumber

 


Tag: film

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Taruma 0 0
Tak ada film asing di bioskop. tak ada juga alasan untuk pergi ke bioskop.

Toko penjual barang bajakan bakal sukses nih. : )

Yang saya sesalkan sih, tidak ada lagi film 3D. : (
lala lili 0 0
balik ke layar tancep saja kalo mau kaya gini, ga usah bikin bioskop, cafe and loungenya.... : (
sabai 0 0
Selamat kembali ke era awal 2000 dimana dvd bajakan meraja lela : )

Semoga dengan begini filmmaker indonesia semakin rajin bikin film yang bagus, buat mengisi bioskop-bioskop kita : )
Niee 0 0
film indonesia belum banyak buat memenuhi bisokop2 yang udah ada.. ujung2nya ya pasti banyak bioskop yang tutup yak! : (

tetap gak habis fikir sebab mereka narik filmnya, Indonesia - Indonesia >.
moti 0 0
Niee: sebab mereka narik filmnya,
karena Ditjen Bea Cukai melakukan interpretasi "aneh" tentang UU tentang bea masuk uang lama sehingga menaikkan bea masuk film impor. MPA (Motion Picture Associated - distributor film2 AS) jelas engga mau mengedarkan film2nya di Indonesia dengan pajak setinggi itu.

baca ini deh,
http://oase.kompa…Bioskop.Mati
aibii 0 0
gue merinding
padahal tahun ini film nya dead list banget. scream 4, sucker punch, HP7 part 2. oh no!
gak perlu deh kayaknya ada masalah kayak gini. sialaaaaannnn
bitterjoy 0 0
moti: yang ga ada itu film hollywood,bukan film asing. Dan yang dirugikan sebenernya pihak 21 yang diduga memonopoli distribusi film di Indonesia
bitterjoy 0 0
gue malah seneng kalo pelem hollywood jadi ga ditayangin disini lagi,yg ada malah kita dikasi pelem2 dari luar hollywood atopun dari luar amerika.IMHO
Taruma 0 0
Niee: jangankan bioskop. majalah seperti cinemagz juga bakal gak ada yang mau beli. Toh, filmnya kan gak tayang. hahaha. lagipula di cinemagz kan isinya kebanyakan film hollywood semua. : )

aibii: karena deadlist pajaknya ditambahin lagi kali yah. hahaha.

bitterjoy: perasaan semua film asing. film impor. film hollywood tuh cocok banget sebagai pembanding film kita. jadi keliatan maju enggaknya. kalau dikasih film lokal terus. tahu majunya kapan dong? haha..

saya sih, gak begitu suka film non-english. males baca subnya. terlebih lagi, kalau saya sambil ngemil kentang goreng.. hahaha. : )
bitterjoy 0 0
Taruma: kan saya bilang film non-hollywood,bukan film non-english.film amerika banyak juga kan yang non-hollywood?: )
bitterjoy 0 0
oya,ini ada bacaan http://bataviase.…/node/114192 => 'Itu menggambarkan potensi film Hollywood di Indonesia belum dikelola dengan baik, karena ada kesalahan sistem peredarannya." : D
Royeczku 0 0
Kalo sampe distributor film HLW ga nayangin film mereka di bioskop Indo, kanya mereka bakal gigit jari deh, pendapatan gros pilem US kan lumayan sebenarnya meskipun pajak tinggi. tapi seperti kata kawan diatas, gpp deh, biar pilem far east, middle east and europe bisa kita akses, selama ini susah nyari pilem ini di bioskop, hanya ada di festival pilem tok, padahal film non HLW dari sisi cerita lebih variatif dan bagus sebagai 'food for thought' daripada made HLW yang umumnya jual peran actor-actrist nya aja.
Taruma 0 0
bitterjoy: film hollywood kan sebagai pembanding teknologi film. yah kalau film bagus sih gak selalu datang dari hollywood ajah. : ) tapi setidaknya film hollywood selalu menghibur. : D

Yah, kalau film yang bermakna atau cerita variatif munculnya gak selalu dari HLW. tapi, film yang menghibur selalu datang dari HLW. : ) CMIIW. : )

Berarti, terakhir nonton film amrik. yah You Again. : ) haha
Rijon 0 0

Aku tidak terganggu karena aku lebih sering dipuaskan dengan film-film hasil downloadan. Aku bukan penggila film mainstream, aku lebih menikmati film-film besutan Abbas Kiarostami, Aki Kaurismaki,... Jiri Menzel, dan sejenisnya. Notabene film-film tersebut nyaris tidak bisa ditemukan di bioskop di daerahku.

Aku TIDAK tertutup dengan film-film mainstream kok. Hanya saja 21 di daerahku lebih sering memamerkan sampah lokal ketimbang film mainstream yang bagus. Susah nunggu film impor mainstream yang bagus (menurut selera dan pemahamanku) di daerahku. Ketiban nongol, paling Piranha, Tron: Legacy, Skyline, atau Twilight Saga. Kurasa aku nggak perlu repot-repot ke bioskop untuk nonton film semacam itu (yang menurutku tidak akan memuaskanku). Bioskop daerah tidak seberuntung bioskop Jakarta, film mainstream berkualitas semacam Black Swan, The Social Network, dll, gak bakal muncul di sini.

Jadi aku (SECARA PRIBADI) enggak terlalu terganggu dengan regulasi ini.
Rijon 0 0
Tambahan, bukannya yang Eropa, Manadrin, India juga sudah mengambil langkah yang sama dengan MPAA. Regulasi pajak itu bukan cuma buat Hollywood, tapi buat "semua film asing."

Dan perlu diketahui, yang diimpor MPAA itu bukan cuma film Hollywood saja, tapi juga film-film asing dari negeri antah berantah.
Royeczku 0 0
betul2 semua pilem asing yang kena pajak rupanya ...hiks...
bitterjoy 0 0
Rijon: gatau kalo gitu beritanya,tapi yang pertama muncul kan MPAA..tapi sekarang lagi digodok tuh,mudah2an ada solusi..tapi tetep,saya paling ga setuju monopoli distribusi film : p

Silahkan login untuk memberikan pendapat