Tak ada lagi film asing di bioskop kesayangan anda 17
Sabtu, 19 Feb '11 10:25
topik ini sedang hangat-hangatnya dibicarakan di twitter. tapi lebih panas di kepala saya..
sampai harus seperti inikah? saya tak habis pikir, untuk bangsa sebesar ini kejadian yang tak pernah terpikirkan sekalipun dapat terjadi.
ada apa? pada siapa saya harus bertanya? bahwa hak manusia pun untuk mendapatkan sedikit kesenangan harus dikorbankan.
Tag: film
Terkait:
-
The Cherry Project
Rabu, 2 Mei '12 07:44 -
1208 pengunjung ikut meramaikan Malang Film Festival 2012
Selasa, 10 Apr '12 03:18 -
Zhendy Zain: Film Ini Mengubah Hidup Saya
Kamis, 29 Mar '12 15:10
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Taruma: Mencekam
-
sabai: Mencekam
-
kniwe: Keep Rolling
-
bitterjoy: Box Office
-
rohanisyawaliah:
Komentar:
Toko penjual barang bajakan bakal sukses nih.
Yang saya sesalkan sih, tidak ada lagi film 3D.
Semoga dengan begini filmmaker indonesia semakin rajin bikin film yang bagus, buat mengisi bioskop-bioskop kita
tetap gak habis fikir sebab mereka narik filmnya, Indonesia - Indonesia >.
karena Ditjen Bea Cukai melakukan interpretasi "aneh" tentang UU tentang bea masuk uang lama sehingga menaikkan bea masuk film impor. MPA (Motion Picture Associated - distributor film2 AS) jelas engga mau mengedarkan film2nya di Indonesia dengan pajak setinggi itu.
baca ini deh,
http://oase.kompa…Bioskop.Mati
padahal tahun ini film nya dead list banget. scream 4, sucker punch, HP7 part 2. oh no!
gak perlu deh kayaknya ada masalah kayak gini. sialaaaaannnn
aibii: karena deadlist pajaknya ditambahin lagi kali yah. hahaha.
bitterjoy: perasaan semua film asing. film impor. film hollywood tuh cocok banget sebagai pembanding film kita. jadi keliatan maju enggaknya. kalau dikasih film lokal terus. tahu majunya kapan dong? haha..
saya sih, gak begitu suka film non-english. males baca subnya. terlebih lagi, kalau saya sambil ngemil kentang goreng.. hahaha.
Yah, kalau film yang bermakna atau cerita variatif munculnya gak selalu dari HLW. tapi, film yang menghibur selalu datang dari HLW.
Berarti, terakhir nonton film amrik. yah You Again.
Aku tidak terganggu karena aku lebih sering dipuaskan dengan film-film hasil downloadan. Aku bukan penggila film mainstream, aku lebih menikmati film-film besutan Abbas Kiarostami, Aki Kaurismaki,... Jiri Menzel, dan sejenisnya. Notabene film-film tersebut nyaris tidak bisa ditemukan di bioskop di daerahku.
Aku TIDAK tertutup dengan film-film mainstream kok. Hanya saja 21 di daerahku lebih sering memamerkan sampah lokal ketimbang film mainstream yang bagus. Susah nunggu film impor mainstream yang bagus (menurut selera dan pemahamanku) di daerahku. Ketiban nongol, paling Piranha, Tron: Legacy, Skyline, atau Twilight Saga. Kurasa aku nggak perlu repot-repot ke bioskop untuk nonton film semacam itu (yang menurutku tidak akan memuaskanku). Bioskop daerah tidak seberuntung bioskop Jakarta, film mainstream berkualitas semacam Black Swan, The Social Network, dll, gak bakal muncul di sini.
Jadi aku (SECARA PRIBADI) enggak terlalu terganggu dengan regulasi ini.
Dan perlu diketahui, yang diimpor MPAA itu bukan cuma film Hollywood saja, tapi juga film-film asing dari negeri antah berantah.
Silahkan login untuk memberikan pendapat