Rare Exports : A Christmas Tale ( Finlandia, 2010) 4
Sabtu, 19 Feb '11 12:17
Review By : Apatis Vian
Sutradara : Jalmari Helander
Penulis : Jalmari Helander
Pemain : Jorma Tommila, Peeter Jakobi , Per Christian Ellefsen
Masih percaya dengan sosok Santa Claus?
Bagaimana sosok Santa Claus dalam benak Anda?
Seorang kakek berjenggot putih, memakai pakaian serba merah, ramah terhadap anak-anak, serta suka memberikan hadiah kepada anak-anak di kala Natal?
Tunggu sampai Anda menyaksikan film ini, niscaya template tentang sosok Santa diatas mungkin akan berubah selamanya...
Koryatunturi, tempat pengeboran di pegunungan es di Finlandia, Para pekerja disana menemukan keanehan tentang 'sesuatu' yang mungkin terkubur di dalam pegunungan es itu. Disaat yang sama rusa-rusa ditemukan mati, mengundang kecurigaan Seorang anak bernama Pyetari, yang memang memliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan ayahnya beserta beberapa teman ayahnya sesama pemburu, untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di dalam gunung es itu. Yang tak kalah mengejutkan mereka juga tidak sengaja menangkap seorang kakek misterius yang menggiring mereka ke fakta yang sebenarnya tentang sejarah kelam Santa Claus yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Film ini merupakan extended version dari film pendek dengan judul yang sama yang rilis tahun 2003. Film pendeknya sendiri banyak mendapatkan pujian dan penghargaan, karena ide-nya yang memang sangat brilian dan unik sekali. Tapi baru setelah 7 tahun berlalu, Jalmari Helnder, sang sutradara ahirnya memutuskan untuk membuat versi feature filmnya.
Untuk yang sudah menonton versi film pendeknya mungkin sudah tahu garis besar ceritanya ( termasuk arti dari judulnya sendiri) yang tidak bisa saya jabarkan disini, karena pasti akan spoiler sekali.
Dilihat dari kisahnya sendiri, tidak bisa dipungkiri "Rare Export : Christmas Tale" merupakan sebuah film Anti-Chrismas yang mungkin akan menuai kontroversi karena keberaniannya untuk menjungkir-balikkan cerita, khususnya untuk sejarah dan sosok Santa Claus dan para 'kaki tangan' Santa yang digambarkan 180 derajat dari kisah yang sudah dikenal.
Film ini dengan cerdik mengantarkan kisah tentang "The Truth of Santa" tersebut dari seorang anak bernama Pyetari, sehingga walaupun hanya dijelaskan sekilas melalui potongan cerita dari buku yang dibaca oleh Pyetari, tapi penotnon sudah bisa mencerna kisah Santa tersebut tanpa perlu penjabaran panjang melalui adegan-adegan yang bertele-tele ataupun flashback.
Sebagai pengembangan dari film pendeknya, eksekusinya berjalan mulus. Tidak mudah memang mengembangkan film aslinya yang hanya berdurasi 7 menit menjadi sebuah film panjang berdurasi 90 menit. Untunglah sutradara film pendeknya sendiri yang langsung turun tangan untuk men-direct dan sekaligus juga menulis skrip feature-film nya ini, sehingga ia sudah tahu betul akan dibawa kemana versi panjangnya ini. Jalmari mampu mengembangkan kisah unik di film pendeknya, menjadi lebih menarik disini, solid, tanpa terasa di panjang-panjangkan.
Film ini memang menceritakan tentang Natal, tapi ini bukanlah tipikal film Natal yang aman ditonton bersama keluarga. Di beberapa adegan terasa begitu horror, yang mungkin akan terlalu mencekam untuk ditonton anak-anak. Belum lagi disalah satu adegan, saat serangan puluhan peri (elf) yang digambarkan tanpa busana disini. Tapi jangan senang dulu, Elf disini bukanlah elf-peri-bersayap-yang-cantik-dengan-senyum-menggoda pada umumnya. Elf di Rear Exports adalah kakek tua, berjenggot, bersenjata kampak, dengan tatapan yang sangat sadis dan... telanjang! Mengerikan bukan ? :D
Tunggu sampai Anda melihat scene pamungkas film ini, apa yang dilakukan oleh Ayah Pyetari dan teman-teman nya dengan membangun bisnis dari para 'kaki-tangan' Santa Claus ini. Sungguh menggelitik dan mengejutkan yang sekaligus juga menjelaskan arti dari judul film ini sendiri.
Rare Export adalah pengalaman menonton film Natal yang benar-benar berbeda, penuh kejutan, dan kisah Natal yang mungkin belum pernah terbayang dalam benak penonton sebelumnya. Saya tidak menyarankan film ini ditonton oleh anak-anak, karena bukan tidak mungkin setelah menyaksikan film ini, mereka tidak akan pernah lagi mengharapkan Santa Claus untuk datang kerumah saat Natal... atau mungkin bukan hanya mereka yang akan trauma dengan Santa Claus... tapi Anda juga? :D

MY GRADE : 8 out 10
Tag: horror, apatisvian, christmas
Terkait:
-
The Innkeepers (2011) - Sebuah Petualangan Horor Yang Tanggung
Sabtu, 24 Mar '12 13:35 -
Review : Carrie (1976)
Senin, 28 Nov '11 21:17 -
The Walking Dead New Season
Kamis, 27 Okt '11 09:09
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sabai: Good Take
-
kniwe: Good Take
-
raditherapy: Box Office
-
bitterjoy: Good Take
-
Taruma: Good Take
-
I wrote SYN not Tragedies: Informatif

Komentar:
bukan perkara gampang lho utk ngejaga agar tetap menarik... well done!
You ruin my childhood
konsep pria tua ndut berjanggut yang ramah dengan nama santa claus... emang kayanya peru sedikit di refresh
ahh tim burton pulaks
ho ho ho
you're dead!
Silahkan login untuk memberikan pendapat