Burlesque (2010) 61
Kamis, 10 Feb '11 18:27
Sutradara: Steven Antin
Pemain: Christina Aguilera, Cher, Eric Dane, Cam Gigandet, Julianne Hough, Alan Cumming, Peter Gallagher, Kristen Bell, Stanley Tucci, Dianna Agron, Glynn Turman, David Walton, Terrence J, Chelsea Traille, Tyne Stecklein, Tanee McCall, Blair Redford
Debut film Christina Aguilera. Kembalinya Cher ke layar lebar dari hiatus. Duet penyanyi legendaris dari dua generasi di dalam layar lebar, di sebuah film musikal pula. Siapa yang tidak tergiur? Sayangnya tidak ada yang bisa ditunjukkan oleh Burlesque, sebagai sebuah film, selain showoff kemampuan musikal Cher dan Christina Aguilera.
Tida ada yang baru dari Burlesque, ceritanya hanya mengulang-ulang tentang struggling di show business yang sempat dipopulerkan oleh Cabaret, disatirkan oleh Chicago, dan diporak-porandakan oleh Showgirl. Banyak judul-judul populer lain dari genre ini, mulai dari era yang masih malu-malu sampai dari era yang sudah tidak malu lagi mempertontonkan ketelanjangan di atas panggung.

Dalam debutnya ini, Christina Aguilera berperan sebagai Ali, seorang gadis muda yang berjuang demi keinganannya untuk tampil di panggung Burlesque milik Tess (Cher). Ali adalah tipikal gadis-gadis desa yang berjuang menghadapi segala macam rintangan klise di dunia show business. Melengkapi kekliseannya, Burlesque Lounge yang dimiliki Tess juga terancam keberadaannya (baca: hendak disita). Saya rasa saya tidak perlu bercerita panjang lebar lagi, penikmat film yang ngaku maniak film pasti sudah sangat familiar dengan cerita semacam ini.
Tayangan yang ada dalam film ini lebih mirip striptease ketimbang burlesque. Cher memperkenalkan Burlesque dengan sangat baik - dengan kemampuan vokalnya yang sudah tidak perlu diragukan lagi - melalui lagu "Welcome to Burlesque." Sayangnya tidak terjadi hal-hal yang berarti selanjutnya. Christina Aguilera juga mampu memesona di atas panggung dengan suara soprano-emas-nya, terutama di lagu "Bound to You." Sayangnya di luar panggung, di adegan yang tidak menyanyi, Christina Aguilera tidak bersinar sama sekali. Senasib dengan Christina Aguilera, Burlesque mampu berkilau di atas panggung, namun tampil sangat mengecewakan di adegan-adegan belakang panggung. Burlesque nikmat sebagai konser, tapi menjemukan sebagai film.
Masalah utama Burlesque sudah jelas. Plot datar hasil daur ulang Cabaret dan anak-anaknya, yang jangangkan orisinalitas, dinamis, memesona, bahkan enjoyable pun tidak. Dalam konfliknya, film ini terbagi-bagi menjadi macam-macam plot, ada tentang asmara, ada tentang nasib Burlesque Lounge, ada tentang diva yang iri, tapi tidak satupun tersusun dengan baik. Semuanya tumpuk-menumpuk memaksa untuk tampil di film sekali lewat, tanpa momentum yang berarti. Pada akhirnya, Burlesque hanya menarik sebagai showoff vokal Christina Aguilera dan Cher, tapi tidak sebagai sebuah film.
Tag: film, film musikal
Terkait:
-
Nine (2009)
Selasa, 14 Sep '10 17:38 -
The Cherry Project
Rabu, 2 Mei '12 07:44 -
1208 pengunjung ikut meramaikan Malang Film Festival 2012
Selasa, 10 Apr '12 03:18
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Taruma: Good Take
-
moti: Good Take
-
sabai: Good Take
-
kniwe: Good Take
-
bitterjoy: Good Take
-
Ria Tumimomor: Good Take
-
rohanisyawaliah: Good Take

Komentar:
Kayaknya ini film rada seksis, temen2ku yg cewek banyak yang suka film ini lho. Kok disini para pria mencacinya?
Kalau memang yang dijual suara mereka, kenapa harus repot-repot bikin film fiksi (feature film)?
Yah, tapi gak apa-apa sih. mata saya terhibur kok. haha.
Lebih baik nonton Chicago. musiknya Jempol. Saya sih nungguin La Cage Aux Folles yang dijadiin film. -__-
Permasalahannya sendiri, "film musikal" (fiksi) berbeda dengan "konser." Ada ceritanya. Ada pengembangan ceritanya. Ada pergolakan cerita. Yang kesemuanya itu sebenarnya gak ada bedanya dengan film-film biasanya. Bedanya cima di adegan-adegan musikal yang tentu sesuai dengan pengembangan ceritanya. Bahkan di film-film musikal yang bagus, adegan musikalnya dimanfaatkan dengan baik sebagai sarana penyampaian entah itu konflik, situasi, kondisi, atau sekedar emosi tokohnya.
hahaha. cuman masalah istilah pribadi kok. kategori musik saya cuman pop dan musikal. yang non-musikal saya sebut POP-uler.
Lagipula, telinga saya emang terlalu ketat tuk musik musikal. Dan telinga saya emang gak suka dengan lagu POP. Beda banget feelnya kalau dengerin lagu musikal dengan lagu pop.
Kalo mo contohnya sih yang hampir POP tuh kayak musikal Laskar Pelangi, The Addams Family.
Btw, Musikal Annie bakal dibuat filmnya (lagi) loh.
Am I talking about billion dolars? No. We are talking about film critic aren't we? Isn't that what this website supposed to be? Isn't that what my writing supposed to be?
Never Say Never-nya Justin Bieber juga bisa bikin billonan dolars. Sekedar DVD turnya Jonas Brother juga bisa sukses di pasaran. DVD konsernya Jonas Brother juga ada lagu (sama kan dengan "soundtrack"), stage act, dan penyanyi.
Tapi ada yang membedakan antara "film konser"-nya Jonas Brother dan sebuah "feature film musikal" kan? Sekalipun dua-duanya sama-sama mengedepankan musik. Saya gak bilang cerita adalah segala-galanya dalam sebuah film musikal, kan? Saya cuma mau bilang, mentang-mentang film musikal, bukan berarti harus menyepelekan pembangunan cerita.
FYI. Saya tidak terlalu menyukai "Nine" yang merupakan daur ulang dari "Otto e Mezzo" itu.
Taruma: Saya juga nggak terlalu suka dengan musik pop, itu kalau bicara soal selera. Tapi rasanya nggak adil saja kalau Bang Taruma bilang salah satu kejelekan film ini adalah musiknya yang pop. Genre musik apapun bisa saja dijadikan format sebuah film musikal. "Mamma Mia!" (walau nggak suka filmnnya), pop kan? "Rent," pop juga kan? "Grease," pop kan? Bahkan lagu etnik pun bisa dijadikan musikal di "Opera Jawa." Siapa bilang cuma musik jazz dan blues saja yang bisa teaterikal, tergantung pengemasannya juga kok.
Maksudnya pop disini, adalah struktur lagunya, komposisi, melodi, dan tentunya liriknya. Saya gak ngomong masalah instrumennya loh.
Kalo Mamma Mia! sudah jelas lagu pop karena mereka adaptasi dari musik band (sama dengan American idiot Musical). Tapi yang saya suka dari Mamma Mia! adalah dari Vocal Directingnya yang bener-bener musikal.
Rent? Totally musical. gak ada yang unsur pop musiknya. Saya belum nonton versi filmnya.
Ohyah, semua musikal yang saya maksud diatas referensinya ke versi musikalnya bukan filmnya.
btw, saya gak bilang bahwa film ini jelek karena musiknya. tapi, musiknya yah emang pop. gak jelek kok. cuman gak musikal ajah. Toh, sejak awal, saya tahu kok film ini bukan film adaptasi musikal. Buat film musikal tuh sama susahnya dengan penggarapan broadway musikal (lebih susah musikal sih dibanding film). Jadi, jangan terlalu berharap banyak dengan film non-adaptasi-broadway-musikal.
Yah, contoh baik film musikal tahun 2010 : Tangled.
Dan Om Tarma di atas-atas kan bilang:
"sebenarnya sih saya oke-oke ajah. : p Cuman dari musikalitasnya sih emang pop banget. dan bukan musikal. : p"
Itu reply buat pernyataan Tante Sabai, kalau nggak salah. Jadi ya, itu yang dipermasalahkan (atau yang saya nggak setujui). Nggak adil kalau musik pop disepelekan dalam konteks "feature film musikal." Saya nggak melebar-lebar ke broadway atau drama panggung lo. Please stay focus.
Lagian, kalau mau melebar-lebar ke drama panggung. Singin' in the Rain nggak diangkat dari naskah drama lo. Dan tahu kan popularitas filmnya seperti apa?
Balik ke konteks film musikal. Aku cuma mau bilang ngga setuju aja kalau musik pop (atau sesuatu yang berbau kultur pop) dianggap buruk/tidaksesuai/tidakpantas untuk film musikal. Kurasa bagus tidaknya film itu lebih ke paket keseluruhannya, bukan mentang-mentang film musikal itu berformat ngepop lantas langsung dibilang buruk.
Lagu pop tuh artinya lagu yang TIDAK melakukan MUSIKALISASI Dialog. Itu yang saya maksud dengan istilah "POP". Terserah genrenya mo jazz, blues, klasik, atau apalah.
Apakah setiap dialog yang ada di film musikal harus diiringi dentuman musik, dan diucapkan layaknya nada? Enggak juga. Di Singin' in the Rain ada dialog yang diucapkan secara normal. Di My Fair Lady ada dialog yang diucapkan secara normal.
Apakah lantas bagian-bagian seperti itu bisa serta merta disebut "POP"????
Dialog yang ada di naskah bisa diubah menjadi lagu musikal yang bertujuan menggantikan dialog yang tanpa irama.
Gak harus semuanya dimusikalisasikan. Lagu musikal tuh berfungsi menggantikan dialog menjadi lebih menarik dan mungkin juga memperjelas suasana hati. Kalau pengen dengerin satu karya yang benar-benar dimusikalisasikan semua dialognya coba tonton Rent yang versi Broadway atau American Idiot.
Lagu musikal muncul juga karena dialog ditambah melodi membuat orang lebih mengenal suasana hati yang berdialog.
Dari pernyataan: [Lagu pop tuh artinya lagu yang TIDAK melakukan MUSIKALISASI Dialog.]
Apa semua (SEMUA) dialog dalam sebuah film harus dimusikkan agar bisa disebut film musikal yang baik?
Tolong persempit ruang lingkup pembicaraan. Kita bicara soal film musikal, bukan broadway, bukan drama panggung. Di film seperti Singin in the Rain, My Fair Lady, Chicago, Cabaret, dan contoh lainnya saja masih ada dialog-dialog kecil yang "TIDAK" dimusikkan atau dilagukan. Apa itu bisa disebut "kelemahan" film tersebut sebagai film musikal?
Kalau saya pribadi, lebih menilai bagian "musikal" dari film musikal dari segi sebera besar "posisi," "pengaruh," dan "kesesuaian" musikalnya itu sendiri terhadap keseluruhan filmnya. Ada film musikal yang bagian musikalnya hanya buat showoff -- nggak bakal menganggu kalau tidak ditampilkan (ex: film-film nyanyi-nari India). Ada juga film musikal yang bagian musikalnya memberi pengaruh penting pada kesinambungan keseluruhan filmnya. Chicago contoh gampangnya.
Sebenernya sih, pop yang saya maksud juga sama dengan isitlah pop music yang lazim. cuman males nerangin bagaimana kemiripannya.
btw, boleh lah dengerin lagu referensi yang saya kasih. hehehe.
Apakah perlu sebuah karya musikal semua dialog menjadi musikal? tentu tidak. Contohnya di film Annie. Hanya di beberapa bagian saja. Terus membuat buruk kah? Tentu tidak. Film musikal bisa dibilang sebagai film yang menggunakan aksi musikal untuk memperjelas suasana film atau dialog. Nah, untuk lagunya sendiri, saya mengatakan bahwa lagu musikal adalah konversi dialog sedangkan lagu pop sendiri yang memperjelas suasana film. Dan biasanya lagu pop tidak bisa digunakan untuk mengajak lawan bicara dan tidak seperti berbicara. lebih mengutamakan pengungkapan ekspresi.
Kalau untuk musikal india. beda lagi. dia punya jenisnya sendiri yaitu musikal india. dan kebanyakan film musikal india, musiknya sebagai 'imajinasi' dan hiburan.
Yah, kalau istilah film musikal mudahnya film yang menampilkan aksi musikal di filmnya (terserah fungsinya untuk apa). tapi, saya memperjelas lagi karena ada film musikal yang benar-benar musikal atau cuman sekedar kayak video klip doang.
Lagu pop = lagu populer = menggunakan struktur yang bisa dibilang mudah. beda dengan lagu musikal, mayoritas bentuknya beda dari lagu pop karena lebih mengutamakan musikalisasi dibanding menyanyi.
[Apakah perlu sebuah karya musikal semua dialog menjadi musikal? tentu tidak.]
Balik ke pertanyaan saya lagi yang belum dijawab: Apakah lantas bagian-bagian seperti itu bisa serta merta disebut "POP"????
(Dalam konteks POP-nya menurut pemahaman Om Taruma)
waduh, saya kira bisa menyimpulkan sendiri.
Bagian yang mana? anda kurang spesifik. Seperti yang bisa saya sebutkan sejak awal berkali-kali, lagu pop mempunyai struktur lagunya sendiri. baca wiki biar lebih jelas. Dan jelas lagu yang di Burlesque adalah Pop. Dan tidak sesuai dengan selera saya. Dan saya tidak bilang bahwa film ini buruk. tapi bukan selera saya.
Struktur lagu musikal biasanya gak bisa diulang. sekali jalan. jikapun diulang istilahnya reprise. dan biasanya ada pengubahan pada liriknya.
Saya gak mau panjang lebar apa itu musik pop. baca di wiki dulu deh. apa itu pop, bagaimana bentuknya, bandingkan dengan lagu musikal (misal: Annie dengan Burlesque). Percuma muter-muter ngomongin pop, kalau referensinya kurang.
[..... sebenarnya sih saya oke-oke ajah. : p Cuman dari musikalitasnya sih emang pop banget. dan bukan musikal. : p .....]
Dari awal itu yang saya pertanyakan. Itu komentar buat BURLESQUE kan? Dan BURLESQUE itu film musikal. Jelas ada musik dan lagunya, tapi dari awal yang dibahas ya dalam konteks film musikal. Karena memang tulisan ini ya tentang sebuah film musikal.
Lah. Pop menurut saya ya musik populer, seperti yang sering dinyanyikan Justin Bieber, yang dulu dinyanyikan Birney Spears di awal karir. Justru saya yang nggak ngerti POP dalam konteks Om Taruma. Pop yang bagaimana? Sampai disimpang siurkan ke arah broadway dan drama panggung?
Malah Om Taruma bikin pengertian sendiri:
[.... Lagu pop tuh artinya lagu yang TIDAK melakukan MUSIKALISASI Dialog ....]
Maksudnya? Coba kaitkan dengan "lagu Pop" secara lazim. Bagian mana dari lagunya Justin Bieber, Britney Spears, Justin Timberlake dan penyanyi POP lainnya yang tidak "memusikalisasikan dialog"? Bisa lebih ditranparasikan? Kecuali kalau POP yang dimaksud berbeda dengan POP secara lazimnya.
Yah, cukup sampai di situ saja. Saya hargai penerjemahan Om Taruma tentang musik POP atau lagu POP. Makanya saya hubungkan saja pengertian POP menurut Om Taruma ke konteks awal: film musikal -- dalam kasus ini Burlesque.
Saya nggak bertanya tentang struktur POP dan tetek bengek lainnya. Saya nggak sampai sedalam itu. Saya cuma mempertanyakan maksud "pengertian POP" yang Om Taruma tulis, dan kaitannya dengan film musikal.
Kenapa saya ambil kesimpulan bahwa Om Taruma menyepelekan eksistensi lagu Pop di film musikal (gak perlu melebar-lebar, dan saya gak membahas tentang struktur lagu -- simply sekedar posisi genre tersebut dalam film musikal).
Karena Om Taruma menulis pernyataan ini:
[.... sebenarnya sih saya oke-oke ajah. : p Cuman dari musikalitasnya sih emang pop banget. dan bukan musikal. : p ....]
Diikuti dengan pernyataan ini:
[.... Lagu pop tuh artinya lagu yang TIDAK melakukan MUSIKALISASI Dialog. Itu yang saya maksud dengan istilah "POP" ....]
Saya cuma mengait-ngaitkan apa yang pernah ditulis Om Taruma, dan juga mengaitkan langsung ke tema awal: film musikal. Jujur saja, kalau dikaitkan dengan "film musikal" (karena dari awal saya yakin yang dibahas adalah film musikal -- kecuali kalau Om Taruma sudah melenceng kejauhan), saya masih bingung dengan istilah "tidak melakukan musikalisasi dialog."
Makanya saya tanya. Apakah artinya SEMUA dialog perlu dimusikalisasi? Apakah bagian-bagian itu yang lantas membuat Burlesque buruk di amta Om Taruma?
BEGITCHU LOH OM!
Gak usah melebar-lebar pembahasaannya, ribet amat. Dari awal aku nggak pernah bawa-bawa yang lain selain "film musikal."
musikalitas yang dimaksud adalah lagunya/musiknya. saya tanya, lagu yang ada di burlesque pop bukan? Iyah. Terus anda memfeedback, bahwa lagu pop tuh cocok-cocok ajah untuk musikal dengan memberikan contoh yang salah yaitu Rent, Singin' in the rain. Mereka bukan termasuk kategori pop. contoh yang pop: lagu-lagu di High School Musical, Glee, Mamma Mia. Dan saya kira, anda sudah memiliki referensi yang banyak mengenai musik yang musikal dan pop. Sejak awal, feedback anda sudah salah. cuman saya memang ingin berpanjang lebar. hahaha. *my bad. sorry*. Yang saya bahas dari awal adalah musiknya secara tersendiri bukan filmnya. Yang saya bahas dari awal adalah musiknya secara tersendiri bukan filmnya.Yang saya bahas dari awal adalah musiknya secara tersendiri bukan filmnya.
#Sejak awal saya pernah bilang : "cuman masalah istilah pribadi kok. kategori musik saya cuman pop dan musikal. yang non-musikal saya sebut POP-uler" [ http://bicarafilm…comment-7983 ] Dan saya sudah mengulangi hal yang sama di post-post berikutnya.
Betul pop itu seperti JB, Britney. sekarang bandingkan lagu musikal seperti lagu di The Producers, Annie, Rent. Sekarang cari tahu sendiri apa bedanya. Nah sebenarnya sama saja pop yang saya dengan pop yang kamu. bedanya bahwa saya melihat lagu dengan 2 kategori: pop dan musikal. pop tuh yang seperti lagu JB. musikal tuh seperti lagu yang dibawa kan panggung teater broadway. Yang saya tangkap dari anda sesuai post-post sebelumnya adalah anda mengatakan musiknya sebagai suatu genre.
Saya dah bilang berkali-kali. bahwa lagu di Burlesque itu pop. Saya tidak suka pop. memang secara logika, jadinya saya tidak suka burlesque. Tapi tidak, karena ada faktor lain kalau kita bicara film, yaitu Gambar. Kata yang saya gunakan untuk "oke-oke saja" itu untuk gambar/stage act di Burlesque.
Sejak awal saya dah kasih contoh film musikal yang musikal : Tangled tuk tahun kemarin misalnya.
Salahnya kamu, kamu masih mikir ajah bahwa yang kita bicarakan dengan embel-embel filmnya. yang saya respon adalah musik/lagunya gak ada hubungannnya dengan film.
[.....
musikalitas yang dimaksud adalah lagunya/musiknya. saya tanya, lagu yang ada di burlesque pop bukan? Iyah. Terus anda memfeedback, bahwa lagu pop tuh cocok-cocok ajah untuk musikal dengan memberikan contoh yang salah yaitu Rent, Singin' in the rain. Mereka bukan termasuk kategori pop. contoh yang pop: lagu-lagu di High School Musical, Glee, Mamma Mia. Dan saya kira, anda sudah memiliki referensi yang banyak mengenai musik yang musikal dan pop. Sejak awal, feedback anda sudah salah. cuman saya memang ingin berpanjang lebar. hahaha. *my bad. sorry*. Yang saya bahas dari awal adalah musiknya secara tersendiri bukan filmnya. Yang saya bahas dari awal adalah musiknya secara tersendiri bukan filmnya.Yang saya bahas dari awal adalah musiknya secara tersendiri bukan filmnya.
....]
O iya? Salah?
Beberapa lagu di Singin' in the Rain seperti "All I Do Is Dream of You" dan "Fit as Fiddle" bisa dikategorikan POP. Dan sudahkah Anda nonton film Rent? We are talking about movies, Bro!!
Saya menfeedback bahwa lagu POP cocok-cocok saja buat film musikal, karena Anda menulis:
[.....
sebenarnya sih saya oke-oke ajah. : p Cuman dari musikalitasnya sih emang pop banget. dan bukan musikal. : p
....]
Berhubung Anda TIDAK memberikan penjelasan lebih jauh, wajar saja saya menganggap bahwa tulisan itu memberi kesan bahwa salah satu keburukan film ini adalah genre musik Pop dalam filmnya. Sebenarnya kalau Om Taruma jawab simply, "Selera saya bukan lagu POP," TANPA embel-embel lain yang malah memancing pertannya, urusan kelar kok.
Untuk yang ini:
[....
Betul pop itu seperti JB, Britney. sekarang bandingkan lagu musikal seperti lagu di The Producers, Annie, Rent. Sekarang cari tahu sendiri apa bedanya. Nah sebenarnya sama saja pop yang saya dengan pop yang kamu. bedanya bahwa saya melihat lagu dengan 2 kategori: pop dan musikal. pop tuh yang seperti lagu JB. musikal tuh seperti lagu yang dibawa kan panggung teater broadway. Yang saya tangkap dari anda sesuai post-post sebelumnya adalah anda mengatakan musiknya sebagai suatu genre.
....]
Bandingkan dengan yang Anda tulis di sini:
[....
Lagu pop tuh artinya lagu yang TIDAK melakukan MUSIKALISASI Dialog. Itu yang saya maksud dengan istilah "POP"
....]
Bagian mana dari lagu Biebar dan Britney yang tidak memusiklaisasi dialog? Pertanggungjawabkan apa yang ditulis dong.
Dan satu lagi, saya bicara soal musik dalam film musikal. Saya TIDAK bicara soal STAGE ACT dll. Yang saya tanyakan sekedar posisi genre-nya itu dalam film musikal. Simply tentang itu. Karena Om Taruma bilang seolah-olah lagu POP tidak cocok / tidak bagus -- atau apalah -- untuk film musikal.
Yah yah yah, semuanya salah kaprah karena anda salah menangkap maksud saya. Anda malah fokus terhadap argumen saya yang berikan. Anda harus membaca tulisan yang saya post secara keseluruhan lalu simpulkan sendiri pop yang dimaksud. yah, kalau cuman ambil satu bagian, yah jadi sepotong-potong maknanya. Saya gak mungkin menuliskan beberapa macam definisi tentang pop dalam satu post. Mudahnya, lagu bisa SAYA sebut POP disebabkan struktur, tujuan, style, lirik (Jika hampir semua faktor dipenuhi, saya sebut POP BANGET). Dan saya gak bilang bahwa 2 makna pop yang saya sebutkan dari awal sampai akhir itu berbeda-beda, melainkan saling melengkapi.. lagi-lagi kurang spesifik, lagunya yang mana???? tujuannya tuk apa? *pahami baik-baik paragraf ini*
Mudahnya, secara umum musik yang dari film musikal adaptasi panggung merupakan lagu musikal (walaupun. ada juga beberapa yang pop karena strukturnya).
Saya kan sudah berkali-kali bilang bukan berdasarkan genre. pop dan musikal merupakan kategori yang saya bentuk. -___- Dan saya sudah berkali-kali bilang bahwa film pop bukan berarti tidak cocok untuk film musikal. HEI! ini masalah selera. Apa urusan anda untuk mengubah selera saya? tapi bukan berarti saya memberi rating Burlesque buruk. Saya memberi nilai Burlesque: 2/5 (Karena ceritanya yang ngaayayayal). Dan jangan pernah berharap untuk mengubah pandangan saya apa yang disebut pop.
Jadi, Inginnya anda, saya bilang
"Wah, benar, lagu pop bisa cocok tuk film musikal, contohnya Singin' in the Rain, Rent, Grease. Terima kasih atas sarannya. Maafkan saya, jika selama ini saya melihat pop secara sebelah mata. padahal lagu pop punya potensi untuk menjadi sangat musikal. terima kasih Rijon: "
Puas?
PERTAMA:
Om Taruma tahu permasalahannya sampai diskusi ini berbelit-belit:
[...
pop dan musikal merupakan kategori yang SAYA BENTUK.
...]
Di disukusi terbuka ini, Om menggunakan istilah yang Om bentu sendiri, dengan pengertian sendiri, yang pengertiannya saja mungkin sudah berbeda dari pengertian lazimnya. Salahkah saya bertanya mendetil soal hal itu? Salahkah kalah saya bingung?
Apalagi di awal-awal Om Taruma tidak menjelaskan "PENGERTIAN POP YANG OM TARUMA BENTUK." Jadi wajar saja kalau saya langsung menangka POP itu adalah POP yang dipahami sebagian besar umat manusia secara umumnya.
KEDUA:
Saya masih bingung kenapa Om Taruma bisa mengambil kesimpulan bahwa kita hanya membahas lagu, bukan film musikal. Sejak kapan kita membahas lagu?
Dari pernyataan awal Om Taruma yang jad permasalahan:
[....
sebenarnya sih saya oke-oke ajah. : p Cuman dari musikalitasnya sih emang pop banget. dan bukan musikal. : p
....]
Sejauh yang saya tangkap feedback itu ditujuan untu Burlesque. Siapapun yang baca pasti menangkap itu komentar buat Burlesque. Karena memang tulisan yang saya tulis tentang Burlesque. Dan Burlesque adalah film musikal.
Dan tentunya ini berkaitan dengan filmnya, karena berdasarkan tulsan itu saya menangkap salah satu faktor keburukan Burlesque menurut Om Taruma adalah "POP" musiknya.
Dan itu yang saya pertanyakan. Bukan LAGU POP SECARA KESELURUHAN, BUKAN BROADWAY, BUKAN DRAMA PANGGUNG.
Sebenarnya gampang saja kalau Om Taruma dengan sederhana bilang, "genre musik POP bukan selera saya," TANPA EMBEL-EMBEL LAIN. Saya mengerti. Saya ngga bisa maksa selera.
Saya perjelas lagi:
Sebenarnya gampang saja kalau Om Taruma dengan sederhana bilang, "genre musik POP yang ada di film Burlesque BUKAN SELERA SAYA," TANPA EMBEL-EMBEL LAIN. Saya mengerti. Saya ngga bisa maksa selera.
"... Salahkah saya bertanya mendetil soal hal itu? Salahkah kalau saya bingung? " ~ [ http://bicarafilm…comment-8038 ]
Yah, salahnya anda, anda terus tidak mengerti perbedaan lagu pop dan musikal yang saya maksud. -__- Saya yang berkecimpung didalam komposisi musik jadi tahu bagaimana lagu pop atau musikal bentuknya.
Biar lebih gampang, coba sebutkan lagu musik yang menurut anda musikal atau pop. Kalau berbeda sih saya oke-oke ajah.
"... POP yang dipahami sebagian besar umat manusia secara umumnya. " ~ [ http://bicarafilm…comment-8038 ]
dan sebagian besar umat manusia menyadari bahwa opini orang tuh berbeda-beda, terlebih dalam bidang musik. Genre musik tuh sebenernya lebih kompleks dari genre film dan lebih relatif.
"... karena berdasarkan tulsan itu saya menangkap salah satu faktor keburukan Burlesque menurut Om Taruma adalah "POP" musiknya. " ~ [ http://bicarafilm…comment-8038 ]
Terserah saya dong, saya mau bilang lagu pop itu jelek atau tidak. terserah saya dong, film musikal ini pop banget atau enggak. Terserah saya dong, kalau film musikal ini tidak terlalu musikal. Dan terserah saya dong, kalau film musikal ini jelek di aspek ini itu.
Kamu juga bilang :
"Kebebasan berpendapat sih Om. Buat yang suka, ya suka. Yang nggak suka, ya silahkan nggak suka. .... " ~ [ http://bicarafilm…comment-8001 ]
Jadi, harusnya sih kamu oke-oke ajah kalau saya bilang saya gak suka lagu pop.
"... Sebenarnya gampang saja kalau Om Taruma dengan sederhana bilang, "genre musik POP yang ada di film Burlesque BUKAN SELERA SAYA," .... " ~ [ http://bicarafilm…comment-8039 ]
lah, DARI AWAL, saya kan dah bilang lagu pop bukan selera saya. -_____-
"... Cuman dari musikalitasnya (musik Burlesque) sih emang pop banget... " ~ [ http://bicarafilm…comment-7977 ]
dan
"... Lagipula, telinga saya emang terlalu ketat tuk musik musikal. Dan telinga saya emang gak suka dengan lagu POP ..." ~ [ http://bicarafilm…comment-7983 ]
Masa sih gak bisa ambil kesimpulan dengan logika anda :
" ... (musik Burlesque) sih emang pop banget. " (RESPON ke-1) terus ada argumen " Dan telinga saya emang gak suka dengan lagu pop " (RESPON ke-2)
Jadi kesimpulannya "saya emang gak suka dengan lagu Burlesque". -___- Terus kenapa? gak boleh gak suka?
Kalau kamu tanya, "kalo gitu kenapa saya ngomong panjang lebar?" Dikirain anda sudah mengerti bahwa saya kurang menyukai lagu Burlesque perihal pop dan tujuannya, makanya saya mau memaparkan ide lagu musikal dan lagu pop.
ups ampe ada yang lupa.
" Saya masih bingung kenapa Om Taruma bisa mengambil kesimpulan bahwa kita hanya membahas lagu, bukan film musikal. Sejak kapan kita membahas lagu? ... " ~ [ http://bicarafilm…comment-8038 ]
karena saya bilang :
"... Cuman dari musikalitasnya (musik Burlesque) sih emang pop banget... " ~ [ http://bicarafilm…comment-7977 ]
Dan musikalitas [ http://en.wikiped…i/Musicality ] itu berpacu pada musiknya. Dikirain ngerti maksud musikalitas. -___-
Yah, kalau kamu dah capek bales komenin komen orang. saya bilang MAAF terlebih dahulu untuk pihak yang dibuat bingung.
Tapi, kalau mau lanjut sih, saya siap ajah. menarik kok diskusi pointless ini. hahaha.
I
"Lagu Pop" yang saya tangkap dari pernyataan Om Taruma, ya "Lagu Pop" dalam artian yang dipahami orang-orang awam pada umumnya. PADA UMUMNYA. Saya nggak bicara soal spesifik? Mau pop itu strukturnya begini KEK. Begitu KEK. Begono KEK. Yang saya tanyakan di postingan-postingan saya ya pengertian "Lagu Pop" yang dimengerti khalayak ramai.
Saya nggak nanya Lagu Pop dalam pengertian mendetail seorang komposer hebat seperti Om Taruma.
II
[ ....
Terserah saya dong, saya mau bilang lagu pop itu jelek atau tidak. terserah saya dong, film musikal ini pop banget atau enggak. Terserah saya dong, kalau film musikal ini tidak terlalu musikal. Dan terserah saya dong, kalau film musikal ini jelek di aspek ini itu.
....]
Kalau begitu Om Taruma seharusnya SIMPLY balas pertanyaan saya dengan jawaban: "Genre LAGU/MUSIK POP bukan selera saya." Kalau sudah begitu, ya saya juga paham.
Nggak perlu panjang lebar bertele-tele simpang-siur ke broadway dan tetek-bengek lainnya yang sama sekali gak nyambung dan malah membuat pertanyaan-pertanyaan baru.
III
Aduh. Begini ya, Om. Saya nggak tahu apakah pengertian musikalitas versi saya dan versi Om itu SAMA. Tapi berhubung yang dikomenari jelek karena lagunya ngepop itu adalah BURLESQUE, dan BURLESQUE adalah sebuah film musikal. Ya saya hanya mengaiktannya dengan kualitas film secara keseluruhan.
Makanya di awal-awal saya nanya:
Apa hanya karena musik-musiknya cenderung NGEPOP, lantas FILM BURLESQUE langsung dianggap buruk? Apa TIDAK ADA faktor-faktor lain yang juga jadi penilaian film tersebut? BEGITCHU LOH!
Sebenarnya hal ini sederhana saja kok, balik lagi ke point (II), kalau saja Om Taruma nggak perlu bertele-tele, mancing-mancing topik lain yang nggak perlu dibahas.
IV.
Tolong hargai orang lain ya kalau dalam diskusi. Saya nggak pernah merasa memojokkan Om Taruma dengan kata-kata seperti:
[ Dan musikalitas [ http://en.wikiped…i/Musicality ] itu berpacu pada musiknya. Dikirain ngerti maksud musikalitas. -___- ]
pengetahuan kalian hebat !!
*angkat dua jempol*
IV. Waduh, sayangnya saya merasa terpojok. jika anda merasakan hal yang sama, saya minta maaf.
III. Aduh, baca post sebelumnya lagi, saya kan dah bilang di post sebelumnya. bahwa saya bicara kan musiknya. Dan saya juga bilang film musikal juga gak bergantung sama musiknya doang tapi tampilannya juga. tapi, namanya juga musikal, poin pentingnya yah di musiknya. silakan baca lagi dari atas. cari sendiri, males ngutip-ngutip lagi. -__-
II. Ngapain saya jawab lagi. Jelas-jelas dari awal saya sudah mengatakannya, di [ http://bicarafilm…comment-7983 ] (duh dibaca gak sihhhh). tuh dipost sebelumnya juga dah saya kutip. dan saya bilang bahwa pop bukan selera saya sebelum saya panjang lebar ke broadway lohh. kamu terpancing saja dengan komen saya mengomentari pop dan musikal.
I. Aduh, saya sampai sekarang masih bertanya-tanya apa sih pop menurut kamu dan umatmu?
Nih saya kasih definisi pop secara umum. berdasarkan wiki dan referensi lainnya.
pop tuh popular music, bentuknya bisa rock, hip-hop yang tujuannya untuk didenger rame-rame sama publik. kalau mau bicara genre gak akan ada habisnya. lagian ini musik loh. gak kayak film. semisal nonton film Rindu Purnama, jelaskan genrenya tuh Drama. Kalau musik? lebih kompleks. Kalau kamu mencoba review sebuah karya musik pasti beda dengan orang lain. Kenapa? karena penilaian musik itu bersifat subjektif dan itu bergantung musikalitas seseorang.
Intinya, kalau saya bilang lagu A, POP. belum tentu kamu bilang POP juga. Kalau kamu anggap Singin' in the rain, Rent, pop. It's okay. Saya gak ada masalah. kalau saya bilang itu musikal, masalah tidak? Yang tahu sebenernya itu pop atau musikal yah yang buatnya musik itu sendiri.
Ini seperti ngomongin arti musik klasik. -____- hahaha,
Begini ya OM TARUMA. Kalau memang saya SALAH PAHAM sejak awal mengira komentar Om Taruma yang ini:
[....
sebenarnya sih saya oke-oke ajah. : p Cuman dari musikalitasnya sih emang pop banget. dan bukan musikal. : p
...]
Okelah, kalau memang saya "salah paham" menangkap komentar tersebut diarahkan pada "film Burlesque," padahal kenyataannya hanya lagu-lagunya (bukan filmnya).
TAPI SAYA MENOLAK KALAU LANTAS KESALAHPAHAMAN SAYA ITU SERTA MERTA DIBEBANKAN PADA SAYA SECARA KESELURUHAN -- kalau memang yang saya tangkap itu "salah."
Karena bisa dilihat sendiri, pernyataan pertama (yang jadi asal-muasal diskusi ini) Om Taruma itu ambigu, TIDAK ada bagian yang menegaskan bahwa Om Taruma HANYA membicarakan soal lagu di dalam film Burlesque, bukan filmnya.
Jadi kalau lantas saya mengira komentar ITU ditujukan untuk film Burlesque secara keseluruhan. Apakah itu sepenuhnya kesalahan saya?
Ketimbang memberi penjelasan yang JELAS, Om Taruma malah berpanjang-panjang dengan pernyataan yang lebih ambigu lagi. Misal:
I
[....
tapi, musiknya yah emang pop. gak jelek kok. cuman gak musikal ajah.
...]
Muncul ambiguitas lagi. Yang saya bingungkan, apa lantas karena musiknya pop film ini jadi tidak musikal?
Pengertian MUSIKAL menurut KBBI:
mu·si·kal n cerita untuk pentas yg seringkali jenaka dan sentimental, menggunakan nyanyian, tari, dan dialog [http://pusatbahas…i/index.php]
Pengertian itu saja sudah bertolak belakang dengan pernyataan Om Taruma.
II
Contoh lain yang lebih bikin ambigu:
[...
Lagu pop tuh artinya lagu yang TIDAK melakukan MUSIKALISASI Dialog. Itu yang saya maksud dengan istilah "POP".
...]
Itu pengertian musikal yang ditulis Om Taruma.
****
The thing is: please kalau feedback, please bikin yang terarah. Dan jangan ambigu dan nyimpang sana-sini yang malah bikin makin ambigu.
Kalau memang menurut Om Taruma saya salah paham, ok saya salah paham -- menangkap maksud Om Taruma. Tapi SAYA MENOLAK kalau 100% kesalahan tersebut dilimpahkan pada saya. NOPE!
BACA BAIK-BAIK!
"... cuman saya memang ingin berpanjang lebar. hahaha. *my bad. sorry*. ..." perlu ditranslate? "... cuman saya memang ingin berpanjang lebar. hahaha. *SALAH SAYA. MAAF*. ~ [ http://bicarafilm…comment-8028 ]
"... Terima kasih atas sarannya. MAAFKAN SAYA, jika selama ini saya melihat pop secara sebelah mata... " ~ [ http://bicarafilm…comment-8031 ]
"... saya bilang MAAF terlebih dahulu untuk pihak yang dibuat bingung..." ~ [ http://bicarafilm…comment-8042 ]
"... jika anda merasakan hal yang sama, saya MINTA MAAF. " ~ [ http://bicarafilm…comment-8050 ]
Paham?
Saya dah klarifikasi tentang masalah selera saya dengan pop. saya sudah klarifikasi juga tentang kenapa saya panjang lebar ke broadway, saya juga sudah klarifikasi tentang pop umum dan saya.
Sekarang ditambah lagi dengan anda meng-counter-attack definisi "musikal", kesalah pahaman. Mau panjang lebar lagi? Hayuk ajah saya mah.
" POP YA MUSIK POPULER. Sperti yang dinyanyikan JB dan Britney. ..." ~ [ http://bicarafilm…comment-8053 ]
? ? ?
" TIDAK ada bagian yang menegaskan bahwa Om Taruma HANYA membicarakan soal lagu di dalam film Burlesque, bukan filmnya. ..."
Ya tuhan, dari awal saya bilang :
".. Cuman dari musikalitasnya sih emang pop banget.. " Musikalitas = bicara musik. yah jelas lagunya lah. -__- emang ada film yang pop? adanya tuh film yang drama, horror, komedi.
".. Muncul ambiguitas lagi. Yang saya bingungkan, apa lantas karena musiknya pop film ini jadi tidak musikal? "
Saya dah bilang di post sebelumnya (cari sendiri deh).
Jangan suka membandingkan definisi orang dengan kamus. -___- definisi musik tuh gak cuman satu ada ribuan dan tiap orang beda. sama halnya dengan musikal, pop, dll. musik pop juga definisinya berbeda tiap orang.
Ini musik, bukan film. kalau film dibilang genrenya Horror. Yah, semua orang juga bilang horror. beda kalau musik, kalau musik ini dibilang pop. Belum tentu semuanya bilang pop.
".. The thing is: please kalau feedback, please bikin yang terarah. Dan jangan ambigu dan nyimpang sana-sini yang malah bikin makin ambigu. "
The thing is: kalau opini saya berbeda, hargai. kalau saya bilang tidak suka, ya tidak suka. kalau saya suka, ya saya suka.
KALAU ANDA MAU, SAYA SAJA YANG SALAH 100%. SILAHKAN. SAYA TERIMA SAJA.
=============================
"Dengan ini saya menyatakan, bahwa saya menanggung kesalahan yang terjadi di diskusi ini 100%"
=============================
Dosa anda sudah ditransfer ke rekening tabungan dosa saya.
SINGKAT SAJA!
Om Taruma menggunakan istilah MUSIKALITAS di tulisan tentang FILM MUSIKAL. Lebih spesifiknya Om Taruma mengkomentari MUSIKALITAS tentang sebuah FILM MUSIKAL.
Saya rasa saya nggak perlu menjelaskan lagi film seperti apa sih FILM MUSIKAL itu. Komposer pastinya lebih paham dari anak 18 tahun.
Masalahnya, orang awam seperti saya bisa saja menangkap tulisan Om Taruma yang membawa kata MUSIKALITAS itu menyangkut tentang FILM MUSIKAL sendiri (berhubung MUSIKAL di FILM MUSIKAL tentu saja berkaitan dengan kuat film, is it not?). Am I wrong?
Kalau memang Om Taruma ingin bilang HANYA tentang lagu-lagunya, seharusnya diberi penjelasan: HANYA LAGU-LAGUNYA!!!
The thing is: kalau opini saya berbeda, hargai. kalau saya bilang tidak suka, ya tidak suka. kalau saya suka, ya saya suka.
Kan sudah saya bilang, Andai saja Om Taruma simply bilang "Yang saya maksud di atas CUMA lagu-lagunya, BUKAN filmnya. Dan saya TIDAK SUKA lagu POP."
Kelar.
Tanpa perlu panjang lebar, memberi penjelasan tambahan yang makin ambigu sana-sini. Ya saya bertanya saja.
Apakah saya pernah memaksa Om Taruma buat suka sama musik Pop? Di postingan mana? Yang saya tanyakan kan cuma posisi musik pop di film musikal, karena: [1] Postingan Om Taruna (yang pertanya) TIDAK menjelaskan kalau itu selera pribadi, dan [2] postingan Om Taruna memberi kesan seolah-olah film musikal yang menggunakan lagu-lagu POP BUKAN film musikal -- yang menurut Om Taruma salah paham karena yang dimaksud Om Taruna bukan tentang film, tapi simply lagunya (karena ambiguitas tadi).
Sesimple itu saja kok.
ADUH, SAYA DAH MALAS DENGAR PERTANYAAN RETORIS ANDA. terus saja bertanya tanpa menyimpulkan post saya sebelumnya. pertanyaan seperti itulah yang fungsinya memojokkan orang. Entah disengaja atau tidak. belum lagi anda menyalahkan orang karena anda tidak mengerti dan saya akui, saya salah membiarkan komentar saya dibaca oleh anda dan 'orang awam'-mu atau umatmu. Sekarang kasusnya bukan masalah tulisan saya yang salah kek, ambigu kek, atau gak nyambung. ini masalahnya di kamu.
Saya sih, gak mau buang-buang waktu memperjelas kesalahan posting orang. -__-
Saya merasa salah, saya sudah minta maaf. anda? terus saja membahas kesalahan posting saya yang solusinya dah jelas-jelas ada di post sebelumnya. ingin membuat saya merasa bersalah? Saya acungi jempol karena anda sukses melakukannya.
jamur: Hahaha. iyah nih. dah lama gak nulis-nulis sepanjang ini. Melepas penat kuliah. Saya sih, have fun loh nulis beginian. gak tau kalo dia.
Saya cuma ingin benar-benar menuntaskan dan meluruskan masalahnya, sejelas-jelasnya. Gak 1/2 jalan. Makanya: "Saya sih, gak mau buang-buang waktu memperjelas kesalahan posting orang. -__- "
Saya sendiri sudah akui kalau memang saya salah paham? Toh itu postingan Om, yang tahu saya salah paham atau tidak pastinga ya Om Taruma, wong yang nulis Om Taruma, bukan saya.
Saya, cuma mau diskusinya berakhir sejelas-jelasnya -- setidaknya biar tidak ada pihak yang merasa tidak puas.
Kalau saya "have no fun" saya tidak akan menulis sepanjang ini.
"Bola itu bulat."
*Huah. dah malem nih. nonton Helen (2009) dulu ah*
baiklah saya nimbrung
menurut saya yang bagus tuh...
MUSIKAL LASKAR PELANGI
suwerr
bagusss!!!
*menghindari lemparan sendal*
ntar juni-juli mo nonton musikal laskar pelangi.
Kalo dari lagu sih. -___- masih ngepop. keliatan gaya musik dari erwin gutawa.
Lohh, ONROP! musical dikemanain dong? hehehe.
percaya deh sob...
Musikal Laskar Pelangi
WAJIB DI CICIPI!!!
ga nyesel deh pokoknya, saya aja yang ga ngerti seni teater aja kagum terlongo longo
*apa karena ga ngerti ye..makanya kagum melongo
niat yang awalnya 100% pengen lihat (tahun kemarin). eh, pas denger Original Cast Recordingnya. -__- jadi turun jadi 40%.
Kalo yang barat, saya dah pernah lihat Guys & Dolls (Revival 2009) sama The Addams Family (2010).
wogh turun 40%
anti di beberapa musiknya?
anti gimana?
terlalu pop ya?
woghhh...
*terpesona*
saya baru liat drama musikal ya musikal laskar pelangi itu... that was my first time
jadi belom ada bandingannya, perasaan mah udah fenomenal aja si tu musikal laskar pelangi
ditunggu kalo gt repiyu yang laennyanya sob...
euh repiyu laskar pelanginya juga deh klo situ dah nuntun...
euh the adams family...
ini yang felem brutal itu ya? diangkat jadi musikal?
*mikir*
Yang masih saya kasih toleransi cuman "Anak Pelangi", "Sahabat Alam", "Mahar & Alam".
Sebenarnya kan sebelum musikal laskar pelangi kan masih ada kan musikal yang diadaptasi dari tokoh-tokoh di majalah Bobo.
Kalau di jakarta tunggu aksi "Jakarta Broadway Team". Tahun lalu kan manggung "Dreamgirls". Naskahnya didapat dari panggung broadway. termasuk bahasanya (pakai bahasa inggris). belum nonton sih, tapi, kalau mau tahu bandingannya lihat aksi JBT.
Brutal. Keluarga "horror", iyah. hahaha. Yup. diangkat jadi comedy-musical. walaupun lagunya juga ngarah kepop. tapi, aransemennya bikin asik.
okeh kalo soal musikal dan teater, saya nyerah deh
kudu nambah referensi dolo...
*semoga ada drama musikal green hornet atau robocop*
aih.. inget jaman dolo ...
Teater musikal Google V
wakakakakaka
*merasa tua*
btw, Spiderman kan ada Musikalnya lohh. tahun ini Opening.
spiderman.. musikal?
serius? dimana kapan?
*lah terus efek spiderman menclok2nya diatas panggung gemana?!?!?!*
*ikut penasaran
Previewnya baru tahun kemarin. opening nightnya entar maret.
adohhh....
jangan jadikan duit suatu masalah
seni itu gak bisa dinilai dari harga tiket dan akomodasinya!!!
*liat dompet*
i think.. I'll skip it bro
maybe next time..
or....
never!
Emang, hiburan orang-orang berkelas.
kalo gitu saya nunggu ampe jadi orang berkelas dolo deh
abisan kalo mo nabung ...kelamaan
Silahkan login untuk memberikan pendapat