[Review] No Strings Attached: Seks Tanpa Cinta, Mungkin Nggak Ya? 11
Selasa, 8 Feb '11 16:55
No Strings Attached dibuat berdasarkan satu pertanyaan dasar: mungkinkan berhubungan seks berkali-kali tanpa melibatkan emosi? Apakah friends with benefit (bahasa kasarnya f**k buddy) merupakan konsep yang benar-benar applicable atau omong kosong belaka?
Well, karena ini komedi romantis Hollywood, apalagi dibintangi oleh Natalie Portman dan Ashton Kutcher, what do you think the answer would be?
Film dibuka dengan adegan kilas balik 15 tahun yang lalu. Adam dan Emma remaja (Dylan Hayes & Stefanie Scott) sama-sama mengikuti perkemahan musim panas. Mereka mengobrol dengan canggung. Sedih karena orangtuanya akan bercerai, Adam menangis. Dengan canggung, Emma berusaha menghiburnya.
Sepuluh tahun kemudian, mereka bertemu lagi dalam sebuah pesta piyama. Emma sudah jadi Natalie Portman, mahasiswi MIT yang datang dengan baju tidur tertutup dari leher hingga kaki di antara para mahasiswi lain yang berpakaian tidur seronok. Adam sendiri sudah berubah jadi Ashton Kutcher dan kelihatannya bagian dari mahasiswa yang dianggap penting.
Beberapa kali kebetulan mempertemukan kembali pasangan yang sudah terlihat saling suka tapi masih malu-malu kucing ini. Sampai pada suatu hari ketika Adam mengetahui mantan pacarnya, Vanessa (Ophelia Lovibond), mencampakkannya demi ayahnya (Kevin Kline), bintang sitkom yang masih mabuk akan kejayaannya. Merasa terpukul, Adam pun mabuk-mabukan sambil berkeluh kesah kepada dua teman seapartemennya, Eli (Jake Johnson) dan Wallace (Ludacris).
Keesokan harinya ia terbangun dan menemukan dirinya - telanjang bulat - di atas sofa apartemen Emma.
Dan tak lama kemudian, di atas tempat tidur Emma.
Seks kilat itu berlanjut dengan beberapa seks kilat lain di tempat-tempat yang mereka sepakati. Adam, produser TV kelas B berhati lembut itu mulai berubah sikap kepada Emma. Ia menjadi lebih mesra, layaknya kekasih. Emma, sebaliknya. Dokter residen sebuah rumah sakit di Los Angeles itu tidak nyaman dengan kemesraan Adam. Ia pun menawarkan kesepakatan untuk kebaikan mereka berdua. Sex yes, romance no. Alasannya, sebagai dokter magang dengan jam kerja yang sadis, ia tidak punya waktu untuk cinta-cintaan.
Buat saya, Natalie Portman tipe aktris yang sangat pas bermain dalam komedi romantis tapi, entah dengan alasan apa, tidak pernah menjajalnya. Wajahnya yang manis dan sosoknya yang petite itu sebenarnya belongs to romantic comedy. Tapi, tidak. Alih-alih mengambil jalur ketenaran yang aman, ia (dan agennya, tentu saja) memilih naskah film yang akan dibintanginya dengan cermat. Mulai dari Leon The Professional, Star Wars I-III, Garden State, Closer, Mr. Magnerium's Wonder Emporium, The Other Boleyn Girl, Brothers, hingga Black Swan, seleranya tidak ada yang tipikal.
And for that, I respect her even more.
Tapi, tetap saja, sudah lama saya menantikan Portman menjajal genre kesayangannya saya ini. Beberapa dari Anda mungkin beranggapan, sebagai calon kuat Aktris Terbaik Oscar 2011 lewat Black Swan, keputusannya untuk bermain dalam No Strings Attached adalah kesalahan. Apa sih yang dia lakukan di film 'secemen' ini, mungkin begitu pertanyaan yang ada di kepala Anda. Jawaban saya, bersenang-senang. Tapi karena dia Natalie Portman, bersenang-senang pun dilakukannya dengan penuh gaya.
Portman bermain komedi romantis seolah genre itulah yang selama ini dilakukannya. Aktingnya begitu natural sampai tidak terasa berakting. Dipasangkan dengan Kutcher, chemistry kedua mahluk rupawan itu begitu benderang di layar. Setiap adegan yang memasangkan mereka berdua begitu menghibur dan menyenangkan untuk ditonton. Lagi dan lagi. Serta dikutip dialog-dialognya. Tunggu saja sampai Anda bertemu dengan adegan di mana mereka berkelahi -- literally -- di antara deretan lampu ("You can't fight me, you're a miniature!" -- "You fight like a hamster!"). Atau ketika mereka berbagi milkshake ("What are you doing?" - "We're drinking it in one glass"). Ketika mereka makan malam bersama ayah Adam dan kekasih berondongnya ("There's no need to have a baby because you two still act like a baby"). Atau ketika untuk pertama kalinya mereka sarapan berdua ("No wonder you never wanna have breakfast with me, you eat like a baby dino." - saya suka semua dialog di adegan ini!).
Gosh, they just look cute together.
Speaking of Ashton Kutcher, tentunya suami Demi Moore ini sudah tidak asing lagi dengan genre yang satu ini (Just Married, Valentine's Day, Killers, What Happens In Vegas). Karenanya, karakterisasinya yang tengil-tengil bad boy itu sudah terasa biasa. Tapi di sini, he is the goodie goodie guy sementara si mungil Portman adalah evil-nya. Dan itu, bila diistilahkan, seperti icing on the cake. Very cute.
Secara keseluruhan, No Strings Attached komedi romantis yang enjoyable to watch. Disutradarai oleh Ivan Reitman (Junior, Dave, Six Days Seven Night), alias bapaknya sutradara Juno, Jason Reitman, memang sih beberapa adegan tidak digali lebih dalam. Seperti misalnya apa yang menyebabkan Emma begitu takut dengan komitmen, bahkan nyaris fobia dengan pelukan. Tapi bolong-bolong minor itu tidak terlalu mengganggu kenikmatan cerita. Me very likey. 4/5.
Tag: Natalie Portman, komedi romantis, no strings attached, ashton kutcher
Terkait:
-
NEW YEAR'S EVE : HAVE A HAPPY NEW YEAR!!
Sabtu, 7 Jan '12 04:13 -
THOR : AND ONE MORE LEFT FOR NEXT YEAR'S DREAMTEAM!
Sabtu, 28 Mei '11 03:19 -
Life as We Know It (2010)
Sabtu, 5 Mar '11 23:49
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sabai: Informatif
-
moti: Good Take
-
warm: Good Take
-
AndriaGutama: Box Office
-
Taruma: Good Take
-
kniwe: Good Take
-
kucingsapi™: Informatif
-
bitterjoy: Good Take
-
boby hendrawan: Box Office
-
Mikhael Tarigan: Keep Rolling
-
john907: Good Take
-
the ordinary shitavinsca: Informatif

Komentar:
tapi gue baca ulasannya rada lompat2 *maaf ya*, abis kurang suka kalo tau terlalu banyak tentang jalan ceritanya ;p
tapi memang film ini sudah ada dalam playlist gue, blom nongol nih disini.
No String Attached belum rilis dibandung. -___- bete.
jadi bingung sendiri deh... :-D
Tapi kenapa gue tetep suka ya hehehe.
Salam kenal!
Lagian kalau film drama sih, meskipun tahu ceritanya sampai terakhirnya, masih bisa dinikmati tontonannya.
Kayaknya bentar lagi muncul di bioskop bandung.
Silahkan login untuk memberikan pendapat