The Green Hornet 16
Senin, 7 Feb '11 09:58
Menurut wawancara dengan The Hornet di salah satu majalah anak muda, Rogen menyebut tentang membuat film Super Hero yang tidak biasa. Katanya, suntikan komedi akan lebih banyak dibandingkan film Super Hero biasanya. Saya pikir, ya... memang begitulah Rogen. Selain penasaran akan sentuhan Gondry dalam film aksi Super Hero dan duet maut, Rogen-Chou, dorongan menonton film ini lebih karena bosan dengan deretan film yang kurang bagus akhir-akhir ini di bioskop.
Baru saja film dimulai, saya diingatkan satu alasan lagi yang mengharuskan saya menonton: Christoph Waltz. Nazi keji ini kembali menjadi villain yang berusaha keras terlihat menakutkan, karena konon katanya wajahnya yang mirip Sinterklas terlalu lucu untuk gembong mafia yang menguasai LA. Bagi saya, sekali lagi ia berhasil. Dengan pistol laras ganda dan wajah datar, ia membuat adegan pembunuhan menjadi tidak berarti tapi sesudahnya Anda sakit perut. Okay, I just love him! Sorry...
Sentuhan Gondyr tidak terlihat sampai akhirnya adegan aksi dimulai. Meski awalnya sentuhan aksinya mirip Guy Ritchie di Sherlock Holmes, tapi ternyata Gondry menyimpannya untuk klimaks. Film aksi Hollywood seakan mendapat angin segar dengan sentuhannya. Bukan Gondry kalau tidak melakukannya secara maksimal.
Film yang sudah direncanakan sejak tahun 1990 ini memang menjadi sangat maksimal. Tidak tanggung-tanggung, Seth Rogen memiliki 3 peran sekaligus, Screenplay writer, Producer, dan aktor. Selain dia juga diet ketat agar terlihat lebih mewakili Britt Reid dan bukan laki-laki tambun dalam The 40-year-old Virgin. Gondry juga berhasil menumbuhkan love and hate relationship antara Britt dan Reid sehingga semuanya terasa natural.
Overall, saya suka bagaimana semuanya terlihat maksimal! Kesimpulannya hanya satu: AWESOME!!!
Terkait:
-
Scott Pilgrimm vs the World: Sebuah Film Konyol
Rabu, 14 Mar '12 11:28 -
Madame X - Superhero Dendong
Rabu, 9 Mar '11 22:19 -
RED - Resensi Film: Aksi Keren Bintang Gaek
Senin, 15 Nov '10 12:31
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sabai: Informatif
-
kniwe: Good Take
-
Ria Tumimomor: Good Take
-
Taruma: Good Take
-
kucingsapi™: Good Take
-
moti: Informatif
-
AndriaGutama: Good Take
-
Gadis Coklat: Good Take
-
vivi ikayati: Informatif
-
I wrote SYN not Tragedies: Box Office

Komentar:
Kan kalo kemarin 3Dnya pake yang Dolby 3D. Tadi, saya nonton pake RealD 3D. Dan tahu tidak?
15 menit pertama, saya langsung keluar studio. PUSING nontonnya. -___- gambarnya burem, kayak nonton dvd bajakan dirumah.
saya nonton RealD 3D (Blitzmegaplex) pake Clip-On 3D. Jadi lebih nyaman ajah make dengan kacamatanya.
Kalo yang Dolby3D sih, gak jauh beda dengan RealD 3D. Cuman, klo urusan suara, saya lebih suka Dolby.
3D terburuk tahun ini (menurut saya).
To the DVD stall we go!
entah kenapa kok gue kurang nyaman ya sama film ini. terlebih, ga rela aja ngeliat Christoph Waltz yang memainkan karakter yang cukup "lemah" di segi naskah.
memang rada aneh dari segi film super hero,
tapi mungkin dia memang segaja untuk menjadikan ini film super hero yang komedi.. gak tahu juga
gw suka aktingnya jay chou...cool bgt menurut gw
seperti saya
ni pelem emang... MUANNTAFF!!!!
lah kapan lagi liat sidekick bisa lebih jago dari superheronya yang sumpah..tolol banget
one of a kind lah pokoknya
harusnya ni pelem dapet nominasi award apaan kek, oskar ato apa lahh
dan soal komedinya...
yah mungkin karena selera juga, saya ngakak ga abis abis sampe akhir pokoke....
pelem asoy yang oke diawal tahun 2011 ini lah pokoke
wakakakakaka...
Silahkan login untuk memberikan pendapat