The Way Back 11

Rabu, 2 Feb '11 00:34

 

Apa jadinya bila 7 orang pria, ada yang muda, tua, dan rabun ayam, harus berjalan kaki melintasi padang salju Siberia hingga Mongolia, lalu melewati gurun pasir hingga Tibet dan terus menyeberangi punggung Himalaya sampai India? Apalagi mereka tidak bisa berjalan dengan tenang di tempat terbuka karena mereka adalah pelarian dari sebuah penjara di tengah padang salju Siberia, dan tersedia hadiah uang bagi siapapun yang menemukan jejak mereka.

Terinspirasi dari kisah nyata di tahun 1938 inilah, film The Way Back dibuat. Kala itu di Soviet komunis masih berkuasa dan semena-mena menahan orang-orang yang tidak sepaham maupun yang dicurigai sebagai mata-mata, tanpa proses pengadilan. Itu yang terjadi pada pria muda tokoh utama kisah ini. Dia dipenjara karena tuduhan mata-mata, dan nekad kabur bersama beberapa napi lain.

Mereka pun mulai mengatur strategi melarikan diri, menyimpan roti kering untuk bekal dan nekat kabur saat badai salju mendera. Maka sisa film ini adalah kisah perjalanan mereka diterpa ganasnya alam, mulai dari badai salju hingga gurun pasir yang kerontang. Oya, di tengah jalan seorang gadis muda bergabung dengan mereka.

Hal paling menarik dari road movie macam ini adalah panorama elok yang tak ada habisnya. Dengan sinematografer yang piawai, keelokan alam sepanjang film ini ditampilkan secara ekstrim. Misalnya saat mereka kehausan dan kelelahan berjalan kaki melintasi gurun pasir, visualnya dibuat dengan warna yang hangat sehingga tampak sedemikian panas. Lalu ditampilkan mereka berjalan berjauhan di gurun luas dan tanpa musik sama sekali, sehingga penonton turut merasakan betapa kesepiannya mereka.

Berhasilkah mereka mencapai India? Pertanyaannya bukan hanya itu. Tapi juga konflik yang terjadi sepanjang jalan, soal ideologi, prioritas, dan persahabatan. Menikmati film yang sangat indah dan kontemplatif ini, emosi saya turut dibawa naik-turun saat mereka gembira, bertengkar dan bergulat menghadapi maut. Pendek kata, film ini sangat recommended dan sangat perlu untuk ditonton di bioskop agar dapat meresapi sensai emosinya yang sangat mencekam.

 


Tag: film, adventure, ed harris, Road Movie, Peter Weir, the way back, collin ferrel

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

angrynerdrock 0 0
saya setuju banget soal panorama elok yang tak ada habisnya, road movie biasanya gambarnya keren2, tapi kalo dari segi ceritanya engga tau kenapa blm ada road movie yang bener2 saya suka : (

tapi tetep dong, The Way Back harus di coba, blm nonton nih hehe...
warm 0 0
jadi penasaran euy
fileminmymind 0 0
hmmh trima kasih untuk ulasan the way back, senang bisa melihat kembalinya Colin Farrel semoga tetap prima seperti pada penampilan2nya sebelumnya...
tentang filmnya, untung banget di tengah perjalanan kelompok ini bisa ketemu cewek yaaa kalo gak, bakalan jadi gersang nih fim buat kaum cowok wkwkwkwkwkwk
moti 1 suka | 0
asik yah ngeliat aktor-aktor asal Inggris yang bisa melafalkan aksen eropa timur dengan lancar : D
sabai 0 0
moti: yes, aksennya dapet banget!
warm: nontonnya harus di bioskop Om, biar suasananya dapet....
fileminmymind: hahahaha... si cewek mmg bisa menghidupkan suasana. cuma saya nggak yakin di kisah aslinya cewek itu beneran ada.

angrynerdrock: justru itu! The Way Back adalah salah satu dari sangat sedikit road movie yg ceritanya mantep!
bitterjoy 0 0
@moti: coba maen COD mas,Gary Oldman ngisi suara tentara Rusia,mantep abiss *ganyambung*
Rijon 0 0
Lebih suka filmnya Peter Weir yang Picnic at Hanging Rock.
fileminmymind 0 0
sabai : saya yakin 80% di cerita aslinya sosok "cewek" itu pasti gak ada, sosok "cewek" sengaja dihadirkan biar " the way back " gak sepi penonton cowok : D
Niee 0 0
wah, tertarik neh buat nonton filmnya.
apalagi ada iming2 tentang panorama alamnya yang luar biasa. aku suka banget dengan film perjalanan seperti ini : )
imajife 0 0
wuah belum sempet ntn nih aku mba ....
baca ulasan mba jadi ga sabar ke bioskop today : )
aibii 0 0
nggak mau baca dulu, spoiler gak hehe... film yg bagus jarang gue baca reviewnya

Silahkan login untuk memberikan pendapat