The Taking Of Pelham 123 [2009] 6

Senin, 31 Jan '11 11:20

Ekspektasi yang berlebihan kadang menjadi bumerang sebelum menonton film. Apalagi apabila tergoda dengan nama besar dua aktor utama dengan curriculum vitae yang menyilaukan. Film ini menjadi bukti, bahwa dua orang aktor hebat pun tidak mampu mengangkat film yang (sudah terlanjur) mempunyai skrip dan penyutradaraan yang buruk.

The Taking of Pelham 123, bercerita tentang pembajakan dan penyanderaan kereta Pelham 123 yang dipimpin oleh seseorang yang menyebut dirinya sebagai Ryder (John Travolta). Dan disaat bersamaan, ada seorang pengawas lintasan bernama Walter Garber (Denzel Washington) yang kebetulan sedang bertugas mengawasi lintasan dan mengetahui ada yang tidak beres dengan salah satu gerbong kereta tersebut. Ryder menyandera penumpang dan masinis di gerbong tersebut meminta uang dalam jumlah yang besar yang harus disediakan dalam batas waktu tertentu dan bila deadline telah lewat, dia akan membunuh penumpangnya satu persatu. Begitulah kira-kira inti ceritanya, namun dalam film ini justru lebih ditekankan mengenai komunikasi antara Garber dan Ryder, bagaimana Garber mencari-cari suatu topik pembicaraan agar Ryder dapat menunda deadlinenya. Menjanjikan bukan?


Film ini memang sukses membuat saya menontonnya sampai selesai tanpa jeda, namun alasan sebenarnya adalah bahwa saya sedang menunggu sesuatu yang ‘wah' dari film ini. Dan saat menunggu itu saya agak merasa terganggu dengan pengembangan subplot-subplot film ini, apalagi adegan-adegan pasangan yang sedang video-chat di kereta, come on, I don't need another over-melodramatic scene. Bagaimana dengan aktingnya?Jamannya John Travolta sudah lewat, kita tidak akan melihat lagi akting seperti Vincent Vega dalam film ini, yang ada justru akting orang-sok-pintar-yang-akting-marahnya-terlihat-sangat-berlebihan-yang-mirip-personel-Backstreet Boys-yang-menggendut. Denzel?aktingnya memang bagus, namun entah mengapa di film ini tidak ada energi seperti biasanya dia berikan untuk film-film dia sebelumnya, bagus, namun tidak berkesan. Justru akting dari James Gandolfini sebagai walikota yang mencuri perhatian.


Sayang, sutradara sekelas Tony Scott tidak bisa membangun suasana untuk mendukung film seperti ini, dia terlalu terpatok pada dialog-dialog sok pintar dari dua orang ini, terutama Ryder, tanpa bisa menggambarkan secara utuh ketegangan psikologis yang dialami oleh sandera-sandera di kereta api dan orang-orang yang berusaha menyelamatkan mereka. Dan adegan kaburnya justru harus diberi porsi yang lebih banyak, trik-trik dan penyelesaiannya terasa mudah dan terkesan menggampangkan saja. Alhasil, film ini hanya mendompleng nama dua aktor utama dan sutradaranya saja, dan melupakan bahwa film ini harusnya memberi porsi banyak di actionnya.

Eh, posternya mirip film-film Denzel-Tony Scott yang lain ga sih?


Tag: remake, denzel washington, john travolta, Tony Scott

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
aaaahhhh... gue cukup suka dengan film ini kok! memang bukan film luar biasa dan bukan film terbaik sepanjang masa, tapi cukup berhasil membangun cerita, dapet tegangnya dan cukup memuaskanlah... membuat gue jadi kangen London banget!! *eh, subyektif ya?* : D : ))
bitterjoy 0 0
sabai: ceritanya emang cukup bagus mbak,tapi subplotnya itu ganggu,yang si denzel korupsi juga ga ngefek apa2 ke endingnya : D : D
anyway,makasi ya komen ama ratingnya mbak : )
Taruma 0 0
kalau gak salah sih, saya matiin dvdplayer pas menit ke 30. -___- hahahaha.
bitterjoy 0 0
Taruma: saya ga tega kalo gitu,hahaha
MAF 0 0
Ah asik juga ko filmnya, setuju ama mbak Sabai.. ya meskipun cuma ngelewat gitu aja.. alias nonton tadi skrg uda ga da yg bisa dinget2 lagi,, hahaha
bitterjoy 0 0
MAF: haha,emang ni,pantas dilupakan : p

Silahkan login untuk memberikan pendapat