BLUE VALENTINE : AKTING YANG MEMIKAT (2010) 2

Senin, 31 Jan '11 11:10

"Tell me what should I do, I can do it" Sahdan, cinta butuh pengorbanan, kita sanggup melakukan apapun untuk mempertahankannya. Tapi terkadang cinta bisa terjalin bukan hanya kerena usaha seseorang, tapi butuh dua orang di dalamnya. Bukankah tidak mungkin bertepuk tangan dengan hanya satu tangan saja?

Awal menonton film Blue Valentine, saya tidak memiliki referensi apapun, kecuali Ryan Gosling dan Michelle Williams banyak mendapatkan nominasi penghargaan sebagai aktor dan aktris terbaik di berbagai ajang festival film. Dan menurut pemikiran saya film ini hanyalah film percintaan remaja yang ringan dan sederhana. Saya salah kecuali dalam hal sederhana yang saya sebut sebelumnya.

Film ini bercerita mengenai sepasang suami istri, yakni Dean Pareira (Ryan Gossling) dan Cindy Heller (Michelle Williams). Mereka memiliki seorang anak wanita dan masih cilik, Frankie, hasil hubungan cinta Cindy dan mantannya Bobby (Mike Vogel) sebelum mengenal Dean. Kehidupan rumah tangga mereka bisa dibilang typical keluarga sederhana pada umumnya. Sang suami, Dean, walaupun tidak memiliki pekerjaan yang layak sebagai kepala keluarga tetapi mempunyai segudang cinta dan perhatian terhadap keluarga. Sedangkan sang istri, Cindy, bekerja sebagai perawat dan sedang mendapatkan promosi mengalami kebosanan yang teramat sangat dengan kehidupan rumah tangganya, terutama terhadap suaminya. Dia hanya menjalanakan rutinitasnya sebagai istri hanya karena kewajiban bukan dari hati. Cindy adalah wanita tegar dari keluarga yang kurang harmonis sedangkan Dean pria yang putus sekolah, rapuh, gampang tersentuh (bahkan menangis) dan penuh kasih. Sebenarnya pasangan yang sangat cocok, tapi cocok saja bukan jaminan mutu, butuh usaha untuk menguatkannya.

Cindy lelah untuk tetap tegar setiap saat padahal Dean yang seharusnya dapat menjadi pegangan bagi Cindy, hanyalah seorang pria yang terlalu biasa, sempat Cindy mengatakan kalau Dean tidak cukup jantan sebagai seorang pria dalam pertengkaran mereka.

Ketika akhirnya mereka menutuskan untuk berlibur berdua, itulah ihwal mula perpisahan mereka. Ketika Cindy membeli bekal untuk liburan mereka di sebuah toko, dia bertemu dengan mantannya. Pembicaraan yang singkat dan penuh makna, menambah rasa putus asa yang dia pendam selama ini, memuncak dan meledak pada akhirnya. Pertengkaran tak dapat dihindarkan, emosi yang berbicara dan cerai menjadi ide terbaik untuk Cindy.

Blue Valentine yang disutradarai oleh Derek Cianfrance ini sangat sederhana, bahkan konfliknya sangat klise, banyak film seperti ini yang pernah dibuat sebelumnya hanya saja kelebihan dari film ini adalah akting menawan dari kedua aktornya mampu menghipnotis saya untuk betah dan larut dalam perjalanan emosi mereka. Cerita dengan alur flashback juga bisa membuat kita memahami perkembangan karakter yang ada di film ini.

Sangat menarik memperhatikan akting Ms. Williams dan Mr. Gosling. Michelle bermain sangat total, dia terlihat sangat menyenangkan dan bebas ketika masih remaja tetapi terlihat lelah, memendam emosi dan frustasi ketika terikat dalam perkawinan. Sedangkan Ryan sangat luar biasa dengan transformasi fisik dan emosi yang sangat fantastik, seolah - seolah film ini di ambil ketika Ryan masih muda dan kemudian bersambung ketika Ryan sudah mulai dewasa. Hebat. Akting yang berkesinambungan, kuat dan dalam.

Saya turut tersenyum senang melihat awal percintaan Cindy dan Dean yang sangat romantis dan ikut terenyuh melihat cinta mereka yang mulai retak. Secara keseluruhan film yang sangat sederhana ini sangat menarik untuk disimak, walau sederhana tapi memiliki pesan yang kuat akan arti cinta.

Soal skenario, menurutku sangat jago, dialog - dialog yang muncul bukan hanya ucapan yang biasa tapi enak untuk dinikmati dan direnungkan, tata artistik, tata kamera dan cahaya yang suram mampu menggambarkan hambarnya kehidupan mereka, tata musik yang bagus juga mengantarkan mood saya menjadi gloomy. Seolah - olah Cindy dan Dean adalah teman, tetangga atau saudara saya yang langsung menceritakan masalah mereka kepada saya. Adegan perkelahian mereka di rumah sakit sangat memorable dan outstanding.

Bahkan saya bingung untuk menentukan siapa yang salah atau yang benar. Mereka punya alasan yang kuat untuk melakukan hal menurut mereka benar. Walau jujur saya lebih berempati kepada Dean, mungkin kamu berpendapat beda dengan saya.

For me, film ini adalah studi kasus untuk melihat perkembangan alami akan gejolak emosi. Manusia adalah makhluk yang rapuh, cinta tak pernah abadi dan butuh ketegaran psikologi untuk mengarunginya, halah, maaf kalau definisi saya salah, tapi film ini bukan film percintaan biasa, salut untuk sutradara dan tentu saja pemainnya.

For Hanny R Saputra, ini baru LOVE STORY!

NB. Setelah menonton film ini, saya mengerti mengapa badan sensor Amerika kesulitan menatapkan rating untuk film ini karena banyak adegan - adegan yang menurut saya memang, wow, hehehe. Tidak cocok untuk ditonton anak remaja apalagi anak kecil.

 


Tag: film, Michelle Williams, ryan gosling

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
Jadi akhirnya film ini dapat rating apa di US?
Fu2 0 0
SEharusnya NC-17 jadinya Rated : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat