SINETRON INDONESIA MISKIN CERITA 11

Rabu, 12 Jan '11 12:42

Tiga bulan belakangan ini aku mengikuti sebuah sinetron kejar tayang yang ditayangkan di RCTI dengan judul Puteri Yang Ditukar. Awalnya cerita mengalir lancar dan bagus dengan karakter yang tidak biasa, berbeda dengan cerita sinetron kejar tayang yang biasanya silih berganti di televisi, yakni karakter abu - abu yang sangat jarang disentuh penulis sinetron. Konfliknya juga menarik, tidak bertele - tele dengan akting beberapa pemainnya yang lumayan bagus.

 

Tapi pada akhirnya rating dan perolehan iklan berbicara banyak dan mengambil peran yang sangat vital. Vital yang saya maksudkan disini adalah sukses membuat pengikutnya jenuh. Belakangan ini cerita mulai bertele - tele, semakin ajaib, tidak masuk akal dan cenderung bodoh. Setiap karakter di sinetron ini mulai seperti tidak punya kehidupan. Yang mereka lakukan hanya balas dendam, pingsan, koma, buta, masuk rumah sakit, cemburu, jatuh cinta, bingung karena cinta, terungkap rahasia tetapi bertanya - tanya apa penting diungkapkan, kembali balas dendam, pingsan, koma dan dirawat di rumah sakit lagi.

 

Anehnya semua karakter utama di sinetron ini pernah merasakan keadaan koma dan berada di rumah sakit atau kalau cukup beruntung hanya pingsan. Kadang saya berkata dalam hati, seharusnya judul sinetron ini diganti saja, bukan Puteri Yang Tertukar tapi Cerita Rumah Sakit saja. Tapi bukan sinetron kejar tayang namanya kalau kita tidak dibuat cemas, berharap, menggerutu dan berakhir pada pusing akut yang dilengkapi dengan perasaan jengkel.

 

Sinetron Indonesia (terutama yang kejar tayang) sangat miskin cerita, sepertinya para penulis sinetron kejar tayang sangat putus asa dan kehilangan kreatifitasnya atas nama rating dan komersil. Tadi malam saya sempat menonton sebentar sinetron Dia Jantung Hatiku, oh My God, cerita yang saya tonton tadi malam merupakan hasil copy paste dari film The Next Three Days nya Russel Crowe yang masih tayang di bioskop dengan editan minimalis yang membuat saya terperangah. Koq bisa setega itu menjiplak hasil tulis orang lain padahal notabene mereka juga penulis.

 

Saya tidak masalah dengan terinspirasi oleh atau kagum akan dan meniru sebuah cerita dengan hormat. Apa yang dilakukan oleh penulis skenario sinetron tersebut sangat memalukan dan patut dipertanyakan kredibilitasnya. Tidak ada catatan khusus di akhir sinetron ataupun penghormatan terhadap penulis skenario film tersebut. Aatu setidaknya apakah sebuah cerita tidak bisa dikembangkan lagi tanpa ada cerita di rumah sakit, pingsan dan koma? Sangat disayangkan.

 

Saya berharap suatu saat akan ada sinteron kejar tayang yang bermutu, tidak hanya cerita melulu soal cinta, harta balas dendam dan rumah sakit saja. Coba kalau kita perhatikan, saat ini sinetron kejar tayang, Cinta Fitri, Kemilau Cinta Kamila, Taxi masih berkutat dengan hal yang sama, setali tiga uang, cerita yang serupa hanya beda pemeran saja. Karena seusai nonton Glee, Modern Family, Six Feet Under, Nip/Tuck atau serial Friends (my number one fav), aku berandai - andai ada seorang produser yang memiliki idealisme tinggi dan mau memproduksi sinetron yang bagus bukan hanya sekedar FTV atau serial komedi saja.

 

Semoga (berdialog dengan diri sendiri dalam hati seperti para karakter di televisi kalau memikirkan sesuatu, hehe)

 


Tag: tv, SinemArt, RCTI

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Niee 0 0
haha, saya udah beberapa tahun belakangan ini lebih memilih nonton k-drama dari pada sinetron.
pertama karena sinetron gak jelas kapan selesainya, beda banget dengan k-drama yang kita udah tahun akan selesai pada episode berapa.
kedua tentu jalan cerita yang memang gak ada bagus-bagusnya. Kadang banyak juga mereka yang mencontek secara terang-terangan dari film/drama luar negeri.
Sudah saatnya kali ya sinetron di reformasi, terasa sangat membosankan dan tidak memiliki pesan yg baik untuk ditiru.
kniwe 0 0
Hee beberapa hari yang lalu juga sempat ada sinetron Pacarku Bodyguard yang *plekketiplek dengan film The Bodyguard, tapi kelaminnya ditukar. Eh maksudnya, yang bodyguard jadi cewe dan yg superstarnya cowo.
AndriaGutama 0 0
Saya emank gk pernah nonton sinetron : D Kalo serial gini cuma nonton K-Drama atau JDorama atau serial barat kyk Glee dan sejenisnya....
Say no to sinetron Indonesia
Gambliz 0 0
Malaysia mau nge-klaim Punjabi, Shanker, dll tuh ga ya? Biar mereka tidak menancapkan kukunya lagi di dunia pertelevisian Indonesia. Kanker tuh orang-orang... : D
Ria Tumimomor 0 0
hihihih... Kita mau ngomong kayak gitu mah sama penggemar sinetron suseh deh... Wong ada orang buta bisa mimpin perusahaan... Padahal, apa yang bisa ia liat kalau lg ttd surat2 penting? Itu gak valid di mata hukum...
Tapi yaaah, produsen kan alasannya banyak org suka terbukti dr rating... Jadi buat kita2 yg gak demen ya cm bisa kabur dari ruang tamu pas ada yg ntn... : (
nonaney 0 0
bukannya gak nasionalis,tp kl emang kaya gini terus sinetron indonesia,mendingan nnton series" diluar kaya glee,csi,castle,dll deeeh..lebih bermanfaat + seru juga gitu
Matt Zammy 0 0
Menonton sinetron bisa bikin kita seperti tidak punya kehidupan, yang kita pikirkan hanya balas dendam, pingsan, koma, buta, masuk rumah sakit, cemburu, jatuh cinta, bingung karena cinta, terungkap rahasia tetapi bertanya-tanya apa penting diungkapkan, kembali balas dendam, pingsan, koma dan dirawat di rumah sakit lagi. Atau kalau cukup beruntung hanya pingsan.
onet 0 0
Haha.. Iya gan.. Ane jg gregetan.. Tp anehnya tetep aja di tonton tuh sinetron jd di perpanjang deh critanya yg udah makin mendangkal : p ibarat sebuah tanah di tanami padi, panen, tanem lg, panen lg, tanem lg panen lg ampe gak ada JEDA buat merefresh tuh tanah? Apa bisa subur kalo gt trus? Kwalitasnya jg? : p
jhoni 0 0
wkwkwkwkw...........dirumah saya anti sinetron......semua tokoh karakter yang dibangun dalam sinetron indonesia adalah karakter orang bodoh.

para pembuat sinetron seolah-olah beranggapan bahwa yg nonton adalh orang bodo, jadi bikin cerita seenaknya dan bodohl!!!
Taruma 0 0
Format sinetron indonesia yah memang begitu, kalau yang mau lebih baik yah jangan sinetron.

Satu hal yang saya benci dari sinetron adalah musiknya yang sangat mengganggu dan mengarahkan kameranya.

Jangankan mengikuti ceritanya, tanpa cerita pun saya sudah mau menyingkir dari layar televisi. hahaha. : )
VJ Narsius 0 0
menurut saya, sinetron/ film serial indonesia itu pada mencari harta bukan karya. saya sih bukannya ga suka dengan sinetron, saya cuma ga suka cara kerja nya.

mereka mengutamakan kejar tayang dengan jalan cerita yang kacau n buru2, terlebih mereka melupakan titik poin film maker, yaitu shot. shot yang mereka berikan hanya Close Up, jika begitu berarti tanpa seorang DOP pun bisa melahirkan sinetron.
apa mereka ga pernah membuat storyboard ato malas.??
"hanya tuhan yang tahu"

Silahkan login untuk memberikan pendapat