Despicable Me (2010): Superbad, Superdad! 0
Kamis, 23 Des '10 02:47
Filmnya bercerita tentang seorang Dr. Gru yang bercita-cita untuk menjadi The Great Villain ever. Dia adalah seorang ilmuwan yang genius. Dia menciptakan banyak robot-robot kecil bermata satu dan dua yang digunakannya untuk mewujudkan keinginan terbesarnya: MENCURI BULAN. Ya... Dr. Gru berniat untuk mencuri bulan karena beberapa waktu belakangan ini muncul seorang penjahat yang tidak diketahui namanya, telah mencuri Piramid di Mesir. Dr. Gru berencana mencuri bulan, tetapi dia butuh uang untuk membuat sebuah roket. Akhirnya dia mendatangi sebuah Bank yang memang khusus untuk para penjahat untuk meminjam uang sebelum melakukan kejahatan. Dia melakukan presentasi mengenai rencananya mencuri bulan dengan menggunakan sebuah alat semacam senter pengecil milik Doraemon. Sayang sekali presentasi mengagumkan Dr. Gru ditolak oleh Perkins si direktur Bank karena Gru belum memiliki alat pengecil itu. Akhirnya Dr. Gru menyusun rencana untuk mencuri alat pengecil itu dari sebuah laboratorium rahasia milik seseorang yang tidak disebutkan namanya. Ketika dia sudah mendapatkan alat pengecil itu, sayang sekali alat itu justru dicuri oleh seseorang bernama Vector yang ternyata adalah orang yang mencuri piramid itu.
Vector juga ingin mencuri bulan, seperti halnya Gru karena dia juga ingin menjadi The Great Villain. Akhirnya mereka berdua menjadi saingan. Gru berusaha untuk mengambil alat pengecil itu dari rumah Vector, hanya saja rumah Vector dilindungi oleh peralatan-peralatan canggih yang dikontrolnya dengan sebuah remote control. Bahkan ruang televisi Vector berlantai kaca dan di bawahnya ada sebuah akuarium berisi ikan Hiu.
Suatu hari, Dr. Gru memergoki tiga orang anak perempuan yang tinggal di rumah yatim piatu berjualan kue ke rumah Vector dan ternyata Vector sangat menyukai kue-kue itu. Gru yang sangat kesulitan untuk masuk ke kediaman Vector tercengang melihat anak-anak itu dengan mudahnya masuk ke rumah Vector dan menjual kue. Akhirnya Gru mendapat ide. Dia memutuskan untuk mengadopsi anak-anak itu dengan rencana bahwa mereka akan dimanfaatkan untuk menjual kue ke rumah Vector. Kue itu sendiri adalah kue robot yang dibuat sendiri oleh Gru dan seorang professor sahabatnya. Kue robot itulah yang membantu Gru mendapatkan alat pengecilnya.
Kehadiran anak-anak perempuan itu di rumah Gru membuat suasana berbeda. Gru yang pada masa kecilnya selalu diremehkan oleh ibunya, tidak pernah dihargai karyanya, membuat dia agak kasar dan sedikit jahat ke anak-anak itu. Tapi sebenarnya jauh di dalam hatinya dia adalah laki-laki yang sensitif, yang selalu sedih jika mengenang masa kecilnya. Gru tidak pernah suka anak-anak itu mengganggu hidupnya, bahkan dia mengadopsi merekapun hanya karena ingin memanfaatkan mereka. Tapi pada hari dimana Gru berhasil mendapatkan alat pengecil itu, anak-anak perempuan yang pada awalnya tidak menyukai Gru karena tidak pernah bertindak sebagai ayah yang baik, mengajak Gru untuk mengunjungi sebuah taman bermain. Di sana, Gru memiliki rencana untuk meninggalkan mereka dan melepas tanggung jawabnya sebagai ayah angkat, tetapi dia gagal. Dan ada satu adegan di mana Gru berjuang mendapatkan sebuah boneka Unicorn untuk anak paling bungsu, dan itu membuat anak-anak itu menyukai Gru dan simpati pada ayah angkatnya.
Ketika Gru sudah mendapatkan alat pengecil itu, dia kembali melakukan presentasi pada Perkins di pemilik Bank Kejahatan untuk mendapatkan pinjaman uang agar bisa membuat roket. Perkins terkejut sekali ketika tahu Gru memiliki alat pengecil itu. Tapi dia tidak mengabulkan permintaan Gru. Perkins yang ternyata adalah ayah Vector, menyuruh Vector mencuri alat pengecil itu dan melanjutkan misi Gru untuk mencuri bulan dan menjadi The Great Villain ever.
Gru tahu dia sudah tidak punya uang lagi, sudah tidak ada lagi biaya untuk membuat roket. Tiba-tiba anak paling bungsu (sumpah gue baru nonton tapi gue lupa namanya) ngasi celengan babi ke Gru dan disana ada uang beberapa dolar berbentuk koin. Akhirnya dengan semangat dari anak-anak itu, robot-robot bermata satu dan dua ciptaan Gru juga menyumbangkan uang-uang mereka, Gru bahkan menjual apapun yang ada di rumahnya agar dia bisa mewujudkan impiannya membuat roket dan mencuri bulan. Sejak saat itu, Gru menjadi lebih perhatian pada anak-anak angkatnya. Dia bahkan membacakan dongeng sebelum tidur untuk mereka yang sebelumnya tidak pernah dia lakukan. Gru memasak sarapan dan melakukan apa yang seharusnya seorang ayah lakukan pada anaknya. Itu membuat anak-anaknya merasa sangat bahagia saat itu.
Sampai pada suatu hari, rencana mencuri bulan akan dilaksanakan ternyata bertepatan dengan hari dimana anak-anak angkat Gru mengadakan Recital untuk Balet mereka. Gru merasa bimbang, di satu sisi dia tidak ingin menggagalkan rencana mencuri bulan yang sudah lama disusunnya, tapi di sisi lain dia tidak ingin mengecewakan anak-anaknya. Tapi professor yang menjadi sahabat Gru itu meyakinkannya bahwa perhatiannya tidak boleh teralih dan dia harus fokus. Bahkan professor itu datang ke panti asuhan tempat anak-anak itu dulu ditampung dan meminta pihak panti untuk mengambil mereka kembali. Gru merasa sedih, sebenarnya, tetapi dia tidak bisa apa-apa. Dan akhirnya rencana mencuri bulan itu dijalankan, bersamaan dengan Recital Balet anak-anak.
Gru berhasil menuju Bulan, menembakkan alat pengecil dan mengecilkan ukuran bulan lalu membawanya kembali ke bumi. Ketika dia kembali ke bumi, dia ingin sekali mengejar waktu Recital Balet anak-anaknya, dan pada saat yang sama, Professor sahabat Gru menemukan sesuatu yang aneh dan berbahaya untuk Gru dan juga Bulan yang sudah mengecil itu. Ternyata, alat pengecil itu tidak mengecilkan benda secara permanen. Hal itu terbukti dari robot ciptaan Gru yang menjadi kelinci percobaan kembali ke ukuran yang semula. Dan ternyata, semakin besar ukuran benda yang dikecilkan oleh alat itu, semakin cepat pula proses pembesarannya. Gru berada dalam masalah, dia harus segera mengembalikan bulan ke tempatnya semula agar tidak terjadi masalah di bumi.
Ketika Gru tiba di tempat Recital dan kabar bahwa alat itu tidak permanen belum sampai padanya, anak-anak sudah selesai denan Recital mereka dan diculik oleh Vector. Gru langsung berangkat ke tempat Vector dan menyelamatkan anak-anaknya. Pada saat itulah Bulan yang mengecil mulai membesar dan membesar. Vector pada awalnya tidak menyadari itu sementara Gru berusaha mengejar Vector yang kabur dengan pesawat. Gru menggelantung di pesawat Vector, tapi tidak lama dia terjatuh persis di dalam pesawat yang professor sahabatnya itu kendarai. Ya, gue inget nama professor itu Dr. Nefario. Dan nama anak-anak itu Margo, Edith dan Agnes yang paling bungsu. Lanjut ke cerita (labil), jadi di pesawat itu Dr. Nefario memberitahu bahwa alat pengecil itu tidak permanen. Itu artinya Margo, Edith dan Agnes berada dalam bahaya karena mereka bersama Vector dan Bulan ada di pesawat Vector. Gru mencoba menyelamatkan Margo, Edith dan Agnes dengan membuka paksa pintu pesawat Vector dan ketiga anak itu berhasil di selamatkan sementara Vector terbawa ke luar angkasa bersama Bulan. Dan semua berakhir, Bulan kembali ke tempatnya semula.
Akhirnya, Gru menjadi ayah yang baik untuk anak-anaknya, dan ini adalah bagian yang paling gue suka. Gru mau membacakan dongeng sebelum tidur dan memberikan kecupan selamat malam. What a real Dad!
Menurut gue, film ini bagus, karena ada nilai kebaikan yang benar-benar nyata dari seorang penjahat. Dia menemukan makna dari keceriaan dan kebahagiaan dan bahwa mendapatkan sebuah BULAN pun, tidak akan bisa menyamai kebahagiaan ketika dia bersama dengan ANAK-ANAKNYA. Wow... agak dalem ya kayaknya... Terlebih lagi buat gue. Hahahaha...
Tag: animasi, Film Keluarga
Terkait:
-
Ponyo: Sebuah Tontonan Menyenangkan
Sabtu, 17 Mar '12 13:53 -
Review : Tekken - Blood Vengeance (2011)
Jumat, 23 Des '11 19:57 -
TATSUMI : BIOGRAFI DALAM ANIMASI
Kamis, 13 Okt '11 21:38
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Rijon: Good Take
-
warm:
-
kniwe: Good Take
-
sabai: Good Take
-
AndriaGutama: Box Office

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat