Bayi Ajaib (1982) 5

Rabu, 22 Des '10 17:32

Disutradarai oleh Tindra Rengat

Bayi Ajaib menjadi salah satu judul yang dicari-cari oleh banyak penggemar film horor di Indonesia. Banyak dari mereka yang menganggap kalau film ini adalah salah satu film horor terseram yang pernah dibuat oleh Indonesia. Ironisnya, sebagian besar dari mereka, menganugerahkan gelar tersebut, hanya berdasarkan pada memori masa kecil semata, dimana standar film horor pada waktu itu bisa dibilang jauh lebih rendah dibandingkan dengan jaman sekarang. Ditambah lagi dengan sulitnya mencari kopi film itu di pasaran, maka film ini seakan - akan menjadi benda langka yang patut ditonton dan dijadikan koleksi.

Dari segi cerita, rasanya tidak salah kalau menganggap film ini kurang lebih terinspirasi dari film The Omen, yang sempat booming di akhir tahun 70an. Fokus film ini terletak pada sepasang suami istri bernama Kosim (Muni Cader) dan Sumi (Rina Hassim). Kosim yang berambisi menjadi pak lurah, menggunakan segala cara agar ambisinya itu tercapai. Salah satunya dengan membayar anak buahnya supaya bisa menghasut warga agar memilih dia. Saingan Kosim adalah Dorman dan Saleh. Sesuai dengan namanya, Saleh adalah salah satu kandidat yang disenangi warga karena kesalehan dan kearifannya. Sedangkan Dorman adalah warga keturunan Portugis, yang menggunakan arwah nenek moyangnya, untuk menjatuhkan Kosim..

Arwah nenek moyang Dorman pun mulai mengincar istri Kosim, Sumi yang tengah mengandung. Sumi yang hendak pulang ke rumahnya, tiba - tiba terjatuh ke dalam sebuah kuburan, dan bertemu dengan tengkorak hidup yang mengincar janinnya. Janin milik Sumi digerakkannya dari perut ke punggung. Inilah awal mula dari serentetan malapetaka yang akan menghantui mereka berdua.

Setelah tumbuh dewasa, Didi (Rizwi Ibrahim), anak dari Kosim dan Sumi, menjadi anak yang luar biasa nakalnya. Tanda - tanda bahwa Didi bukan anak sembarangan pun semakin terlihat. Ia tidak bisa disunat, dan setiap kali mendengar azan maghrib, ia langsung menutup telinganya dan mengerang kesakitan. Apalagi, setiap ada orang yang mengganggu Didi, pasti akan langsung mengalami kecelakaan.

Melihat hypenya yang cukup besar di kalangan penggemar film di dunia maya, rasanya tidak salah kalau kita mengharapkan film ini bisa menjadi film yang istimewa dan superior daripada film horor sejenis. Sayangnya, film ini tidak seperti apa yang digembar-gemborkan. Pada dasarnya, Bayi Ajaib masih menggunakan pola lama film horor Indonesia yang sering dipakai pada tahun 70-80an. Hal itu diperburuk lagi dengan banyaknya plot hole pada film tersebut. Salah satu yang cukup membingungkan adalah persaingan memperebutkan kepala desa yang terjadi ketika Didi, si bayi ajaib belum lahir, ternyata berlanjut sampai ketika Didi kira - kira berumur 8-9 tahun.

Walaupun hanya berdurasi kurang dari 80 menit, film ini terasa seperti kehabisan tenaga di bagian tengah sampai akhir cerita. Adegan di awal film yang menceritakan tentang asal mula Didi, jauh lebih menghibur karena menampilkan beberapa adegan yang cukup menarik. Namun ketika Didi beranjak dewasa, hampir seluruh adegan terlihat monoton dan membosankan, karena sebagian besar hanya diisi oleh kenakalan - kenakalan Didi terhadap lingkungan sekitarnya. Seperti biasa, film ini pun diakhiri dengan pertempuran antara Pak Haji dengan sang arwah yang berlangsung singkat.

Mungkin ada baiknya anda mengatur terlebih dahulu mindset anda sebelum menonton film ini. Di balik ceritanya yang terlalu biasa untuk jaman sekarang ini, Bayi Ajaib, sama seperti judulnya, menghadirkan beberapa adegan - adegan "ajaib" yang menghibur. Salah satunya adalah adegan tangan di toilet yang legendaris. Walapun begitu, dibandingkan dengan hype-nya yang cukup besar, maka film ini terlihat begitu mengecewakan. Bayi Ajaib mungkin termasuk film yang seram pada eranya, namun untuk ukuran jaman sekarang, film ini bisa dibilang sudah usang dan dimakan usia.

 


Tag: Indonesia, horror, film review, cult

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

mabuk janda 0 0
saya nonton terakhir kali pas SD kalo nda salah,,
ini film yang bikin gue takut ke WC waktu itu hahahah
serem amat, yang paling gue inget waktu si bocah ini duduk2 di pinggir sumur trus kepalanya jadi serem gitu
sabai 0 0
bener banget!!!
film2 horror yg kita tonton waktu kecil, sekarang kalo ditonton ulang sekarang udah gak serem lagi...
Gambliz 0 0
Kemarin nonton lagi bareng film "Bangkitnya Si Mata Malaikat" rupanya kacrut sangat. Hahahahaha...

Aku masih mencari "Malam Satu Suro" yang punya ending (seingatku) mantab nian ngerinya. Semoga aura Suzanna tidak ikut tergerus AFTA dan parameter film horor kekinian. : D
imajidemon 0 0
Gambliz: Malam Satu Suro itu yang tentang nikah sm kuntilanak yah ? yang pakunya dicabut ? saya juga suka bgt film itu, agak2 surreal gimana gitu suzannanya, apalagi yang adegan pake enggrang kakiknya panjang bgt... : D
Sang Penonton 0 0
salah satu film horor legendaris.. salah satu yg terseram memang (kalau paling seram, saya masih tetap memasang Malam 1 Suro atau Sundel Bolong-nya Suzanna yg sudah menghantui masa kecil saya) walo terasa plot-nya ada yg kedodoran tapi film ini tetap klasik!

adegan colek *maaf* pantat di closet jongkok oleh tangan hantu tentu membuat semua orang trauma untuk ke toilet hahaha

Silahkan login untuk memberikan pendapat